Dinsos Batanghari Keluarkan 253 Rekomendasi Santunan Kematian

Program santunan kematian merupakan bentuk perhatian Pemkab Batanghari terhadap warga Batanghari.

Dinsos Batanghari Keluarkan 253 Rekomendasi Santunan Kematian

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Program santunan kematian merupakan bentuk perhatian Pemkab Batanghari terhadap warga Batanghari. Melalui santunan ini setidaknya bisa mengurangi duka dan meringankan beban keluarga yang ditinggal wafat anggota keluarganya.

Dimana program ini sudah dilaksanakan pemerintah Batanghari sejak beberapa tahun lalu. Seperti pada tahun 2018 lalu, pemerintah Batanghari telah menganggarkan lebih kurang sebesar Rp 1 miliar lebih santunan kematian.

Kepala Dinas Sosial Batanghari, Fauzan Ashari melalui Kabid Perlindungan Sosial, Sudirman Saufie, mengatakan, bahwa sejauh ini pihaknya telah mengeluarkan 253 berkas Rekomendasi Santuan Kematian (SK) dan telah disampaikan kepada Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Batanghari.

"Hingga memasuki minggu ke dua bulan Spetember 2019 ini, kita sudah sampaikan 253 berkas rekomendasi santunan kematian ke keuangan,” kata Sudirman Saufie, Kamis (12/9).

Baca: Tengkuluk Jambi Tampil Dalam Pemeran Kerajinan Nusantara

Baca: BREAKING NEWS, Pemprov Jambi Keluarkan 9 Poin Imbauan Sikapi Bahaya Kabut Asap

Baca: Semua Puskesmas Diminta Siaga, Jumlah Penderita ISPA Semakin Meningkat

Baca: Pemkab Tanjabtim Gagas Pembentukan Kota Lintas, Bangun Jalan Tanjabtim-Indragiri Hilir

Baca: HORE, Menpan Setujui 240 Formasi CPNS dan PPPK untuk Kota Jambi

Sudirman mengakui, bahwa menurut informasi yang diterima pihaknya dari 253 rekomendasi yang telah disampaikan ke Bakeuda Batanghari, sudah ada yang telah direalisasikan kepada penerima bantuan. Sementara sisanya masih menunggu pencairan dari pihak terkait.

"Kalau untuk jumlah yang sudah direalisasikan, itu Bakeuda yang tau. Kita hanya sebatas menyampaikan berkas rekomendasinya saja," kata Sudirman Saufie.

"Sudirman menjelaskan, besaran santunan kematian bagi keluarga yang ditinggalkan perorang yang meninggal kalau tidak salah sama besar dengan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 3 juta per orang," pungkasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved