Breaking News:

Update Baru Pembunuhan Suami & Anak Tiri, Ada Tiga Tersangka Baru, Siapa Saja Mereka? Apa Perannya?

Tersangka pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23) menjadi 7 orang.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
kolase/facebook/dok Tribunnews.com
Pembunuhan terhadap Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana, direncanakan Aulia Kesuma alias AK karena motif ekonomi. 

Karsini menghubungi suaminya, Rodi untuk mencarikan dukun santet untuk menghabisi nyawa Edi dan Dana.

Baca: Update Pembunuhan Suami dan Anak Tiri, Dua Eksekutor Merasa Ditipu Aulia Kesuma, Ini Penyebabnya

Aulia bahkan memberikan uang bayaran senilai Rp 40 juta kepada Rodi.

Kendati demikian, rencana santet itu tak mampu menghabisi nyawa Edi dan Dana.

Oleh karena itu, Aulia langsung beralih ke rencana kedua pembunuhan dengan cara ditembak menggunakan senjata api.

Aulia kembali meminta bantuan Rodi untuk mencarikan senjata api sekaligus pembunuh bayaran.

Rencana kedua itu kembali gagal karena Aulia tak mampu membeli senjata api senilai Rp 50 juta.

Supriyanto Pura-pura Kesurupan

Sementara tersangka Supriyanto sebelumnya bekerja sebagai mekanik mobil.

Ia pernah menyampaikan rencana membakar rumah Edi di Lebak Bulus menggunakan obat nyamuk dan membocorkan saluran bensin di mobil.

Nantinya, jenazah kedua korban akan diletakkan di samping mobil dan obat nyamuk yang telah dinyalakan.

"Bahkan saudara AP yang memberikan ide-ide bagaimana cara membakar."

"Kemudian juga memberi ide bagaimana membocorkan saluran bensin di mobil," ungkap Suyudi.

Suyudi menyebut, Supriyanto bahkan telah mensurvei terlebih dahulu di Apartemen Kalibata City terkait cara membocorkan saluran bensin di mobil.

"Saudara AP saat di Kalibata sempat mensurvei sebuah mobil dari bawah. Tujuannya setelah dibunuh (Edi dan Dana) lalu dibakar dengan komponen obat nyamuk spiral yang dibakar dan digunakan juga bensin dan korek api. Harapannya begitu terbakar dan bisa meledak karena ada bensin yang menetes dari saluran," ujar Suyudi.

Baca: Update Pembunuhan Suami dan Anak Tiri, Dua Eksekutor Merasa Ditipu Aulia Kesuma, Ini Penyebabnya

Supriyanto hanya terlibat dalam perencanaan pembunuhan.

Ia memilih tak terlibat dalam eksekusi pembunuhan Edi dan Dana karena ketakutan.

Oleh karena itu, ia memutuskan pura-pura kesurupan saat hendak menghabisi nyawa Pupung dan Dana di rumahnya di Lebak Bulus.

Aulia dibantu Klevin, anak kandungnya, dan dua pembunuh bayaran berinisial S dan A untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya.

Kelvin hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, karena luka bakar saat berusaha membakar ayah tirinya yang sudah tak bernyawa di dalam mobil.

Polisi menangkap Sugeng dan Agung, pembunuh bayaran untuk membunuh Edi.

Kedua pembunuh bayaran itu ditangkap di Lampung Timur, Lampung, oleh tim Jatanras Polda Metro Jaya dibantu Polda Lampung.

Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati. (Kompas.com)

Baca: Mobil Goyang-goyang, Oknum Pegawai Pengadilan Agama Sengeti Selingkuh Tepergok Suami, Masuk Go

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved