Tak Bisa Tolak Tahanan Baru, Napi Harus Tidur Berdesak-desakan

Lapas Klas IIB Muara Bulian mengalami over kapasitas. Kepala Lapas Klas IIB Muara Bulian, Dwi Santoso mengungkapkan, saat ini

Tak Bisa Tolak Tahanan Baru, Napi Harus Tidur Berdesak-desakan
tribunjambi/abdullah usman
Suasana Lapas Klas IIB Muarabulian yang over kapasitas. Meski demikian, penjagaan tetap dilakukan sesuai SOP 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Lapas Klas IIB Muara Bulian mengalami over kapasitas. Kepala Lapas Klas IIB Muara Bulian, Dwi Santoso mengungkapkan, saat ini di dalam rutan dihuni oleh 282 narapidana dari berbagai perkara.

Jumlah narapidana tersebut dua kali lipat lebih banyak dibanding kapasitas tampungnya yaitu 153 narapidana.

"Jumlah napi saat ini sudah berkurang 6 orang yang bebas setelah mendapat remisi pada 17 Agustus lalu," ujarnya, Jumat (6/9).

Dwi juga menyebutkan, kondisi di dalam rutan saat ini, para narapidana harus tidur secara berdesak-desakan. Di lapas sendiri terdapat beberapa ruang sel baik besar maupun kecil.

"Standarnya kamar yang besar diisi 15 orang, namun sekarang diisi hingga 25 orang," katanya.

Dengan kondisi ini, tiap harinya bisa saja datang tahanan baru. Hanya saja, hal itu tak bisa ditolak oleh pihak lapas. Pihaknya, kata Dwi juga tidak mengajukan penambahan blok karena keterbatasan lahan.

"Lahan sudah sempit. Paling pemeliharaan atau rehab bangunan yang sudah keropos saja. Kalau ada penambahan napi, mau tak mau harus diterima karena tak bisa menolak penahanan mereka," kata Dwi.

Meski demikian, narapidana harus tetap mendapatkan makan rutin. Dituturkan Dwi bahwa tiap tahunnya bahan makanan untuk para narapidana selalu tersedia melalui tender dari pihak ketiga.

"Untuk bahan makanan tersedia terus, walau tiap tahun ada kelebihan dan kekurangan dari bahan makan tetap diberikan kepada napi dan tetap dibayar oleh pemerintah," tuturnya.

Selain kelebihan kapasitas narapidana, Lapas Klas IIB Muara Bulian juga kekurangan petugas. Saat ini petugas yang ada berjumlah 65 orang.

"Bisa dibilang sangat kurang memadai yakni dengan pergandingan 1 banding 20 atau satu orang mengawasi 20 narapidana," sebutnya.

Sementara, Bupati Batanghari, Syahirsah Sy menambahkan, masalah yang menonjol saat ini adalah pada tiap lapas di Provinsi Jambi termasuk Lapas Klas IIB Muara Bulian, hampir dua kali lipat dari daya tampungnya.

Terkait hal ini, katanya, pemda selalu bekerjasama dari apa yang diperlukan oleh lapas.

"Apapun akan dibantu. Bahwa tak lama lagi bakal ada rehab musala. Lalu kerajinan perikanan dan lainnya. Disampaikan kepada kalapas untuk tak segan-segan berkoordinasi langsung dengan kepala SKPD terkait di Pemkab Batanghari," pungkas Syahirsah.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved