Berita Sarolangun

Sungai Batang Tembesi di Sarolangun, Surut, DLH Lakukan Pengujian Sampel Air Sungai, Ini Hasilnya

Sungai Batang Tembesi di Sarolangun, Surut, DLH Lakukan Pengujian Sampel Air Sungai, Ini Hasilnya

Sungai Batang Tembesi di Sarolangun, Surut, DLH Lakukan Pengujian Sampel Air Sungai, Ini Hasilnya
TRIBUNJAMBI/TEGUH SUPRAYITNO
Anak berenang di Sungai Batangasai, yang kini mengalami pedangkalan di bawah Jembatan Beatrix, Minggu (12/10). 

Sungai Batang Tembesi di Sarolangun, Surut, DLH Lakukan Pengujian Sampel Air Sungai, Ini Hasilnya

TRIBUNJAMBI COM, SAROLANGUN - Seiring dengan musim kemarau, debit Sungai Batang Tembesi di Kabupaten Sarolangun, menurut drastis.

Pada saat ini juga, air sungai tampak keruh dan berwarna seperti kecoklatan. Padahal, warga yang sumurnya kekeringan beralih ke sungai.

Untuk memastikan air tersebut aman digunakan, laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Sarolangun, melakukan pengujian sampel air. Hasilnya, pengujian berupa parameter air seperti kandungan merkuri masih dikategorikan aman.

Pengujian itu terfokus pada titik sampel dibeberapa lokasi dari hulu hingga hilir sungai.

Baca: Kebakaran Hebat di SPBU Sungai Penuh, Diduga Akibat Tanki Penampungan BBM Bocor

Baca: Ini Jadwal Kedatangan Jamaah Haji Kloter Pertama Tiba di Jambi

Baca: Kabupaten Muarojambi Ajukan 122 Orang untuk PPPK, Ini Formasinya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sarolangun Deshendri mengaku, yang terpenting untuk kandungan merkuri apakah sudah mengganggu kestabilan air.

Dari hasil yang kita lakukan, bahwa air sungai masih di bawah baku mutu yaitu parameter di bawah 0.002 .

"Kita masih di bawah itu. Dan aliran air ini tidak tercemar," katanya.

Baca: Jelang Penilaian Adipura, Pemkab Sarolangun Terus Lakukan Persiapkan

Baca: Ini Modus Ayah Tiri di Jambi, yang Tega Cabuli Anaknya Selama 2 Tahun

Baca: Keliling Indonesia Demi Layanan Bertiga di Ranjang, Segini Tarif yang Dipatok Dua Wanita Ini!

Lanjutnya, disisi lain bahwa pandangan setiap individu yang berbeda, bahwa dengan melihat kekeruhan air sungai langsung mengatakan bahwa sungai tembesi tercemar.

Tercemarnya banyak faktor, seperti aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan bahan seperti merkuri.

Pihaknya belum dapat memastikan karena merkuri bisa saja mengendap di dalam lumpur, sedangkan pengujian sampel diambil pada airnya saja.

"Apakah merkuri mengendap ke bawah karena tidak larut dan tidak bercampur dengan air, apalagi situasi sekarang, tinggal keruh," katanya.

Dia menambahkan, walaupun air sungai itu tidak tercemar sebaiknya masyarakat harus berfikir dua kali untuk menggunakannya. Pihaknya akan menganalisa kembali apakah air sungai itu baik digunakan atau tidak.

Sungai Batang Tembesi di Sarolangun, Surut, DLH Lakukan Pengujian Sampel Air Sungai, Ini Hasilnya (Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved