Tak Kehabisan Akal 30 Prajurit Kopassus Pakai Cara Mistis Berantas 3000 Pemberontak, Tak Takut Mati
Sebagai pasukan elit, Kopassus diharapkan dapat menyelesaikan misi sesulit apapun, termasuk dalam misi kemanusiaan dan membantu masyarakat yang tertin
Letjen Kemal Idris lah yang saat itu memimpin Pasukan Garuda III.
Baca: Kepsek SMP di Batanghari Dilatih Manajemen Berbasis Sekolah Untuk Tingkatkan Profesionalisme
Baca: Kejati Jambi Dibantu KPK Ungkap Dugaan Korupsi Bansos Pendidikan Rp 30 M di Pemprov Jambi
Mereka bermarkas di kawasan Albertville.
Selama bertugas di sana, pasukan Garuda III mudah beradaptasi dengan warga setempat.
Para anggota Kopassus kerap berinteraksi hingga mengajarkan cara memasak makanan Indonesia.
Tak heran, warga kerap menaruh kepercayaan tinggi.
Alhasil, pergaulan hangat yang dijalin pasukan Garuda III, membuat warga turut bersimpati atas program yang dilancarkan untuk mengamankan daerah tersebut dari pemberontak.
Hal ini membuat warga tanpa pamrih memberikan bocoran, terkait akan adanya serangan dari gerombolan pemberontak.
Memang benar, suatu waktu markas pasukan Garuda III diserang para pemberontak.
Pemberontak merasa terusik terhadap kehadiran pasukan Garuda III.
Penyerbuan para pemberontak pada tengah malam, membuat markas terkepung.
Penyerangan secara tiba-tiba terdiri dari 2 ribu pemberontak, sedangkan pasukan di markas hanya 300 orang.
Akhirnya, pasukan Garuda III pun mencoba bertahan dan balik menyerang.
Pertempuran kedua pihak pada dini hari, membuat kawasan tersebut semakin mencekam.

Baca: Kapolri dan Panglima TNI Bakal Ke Papua Besok dan Menginap Seminggu, Ini Agenda yang Bakal Dilakukan
Baca: Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Langsung Live Streaming Mola TV
Adanya baku tembak ini membuat sejumlah pasukan Garuda III mengalami cedera ringan.
Menjelang subuh, para pemberontak pun balik kanan.