Kejati Jambi Dibantu KPK Ungkap Dugaan Korupsi Bansos Pendidikan Rp 30 M di Pemprov Jambi

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyelidikan dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos)

Kejati Jambi Dibantu KPK Ungkap Dugaan Korupsi Bansos Pendidikan Rp 30 M di Pemprov Jambi
Tribunjambi/Jaka HB
Lexy Fatharani selaku kasi penerngan hukum Kejaksaan Tinggi Jambi, pada Jumat (2/8). 

Kejati Jambi Dibantu KPK Ungkap Dugaan Korupsi Bansos Pendidikan Rp 30 M di Pemprov Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyelidikan dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) beasiswa Dinas Pendidikan Provinsi Jambi 2014-2015.

Hal ini dibenarkan oleh Lexy Fatharani selaku kasi penerangan hukum Kejaksaan Tinggi (kejati) Jambi.

Dia mengatakan pihaknya meminta bantuan sejumlah ahli.

“Koordinasi dengan KPK terkait ahli,” ungkapnya, pada Rabu (28/8).

Dia mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah pihak, kini tim penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jambi, akan meminta keterangan ahli dengan meminta bantuan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu kejat masih koordinasi dengan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) ambi terkait penghitungan kerugian negara.

Baca: Kapolri dan Panglima TNI Bakal Ke Papua Besok dan Menginap Seminggu, Ini Agenda yang Bakal Dilakukan

Baca: Sinopsis Orang Ketiga 1 September 2019, Apa yang Bakal Terjadi Pada Afifa dan Rudi? Nasib Rangga

Baca: Deretan Hutan yang Paling Identik Cerita KKN di Desa Penari, Analisis Sederhana tapi Viral Facebook

Lexy mengatakan dua minggu belakangan mereka koordinasi.

Terkait pendalaman kasus ini tim penyidik telah memeriksa 21 orang, mulai dari mantan sekda, Mantan Kabag Keuangan hingga Kabid SMA.

Tidak hanya itu, tim seleksi beasiswa yang merupakan para dosen dan akademisi kampus negeri di Jambi juga turut diperiksa oleh penyidik Korp Adhyaksa.

Sebelumnya, beasiswa tahun 2013 menggunakan dana Bansos Biro Keuangan Pemprov dengan nilai total mencapai Rp 30 miliar.

Namun pada tahun 2014 kembali dianggarkan sebesar Rp 25 miliar, sementara yang terealisasi hanya sebesar Rp 18 miliar yang diterima oleh sekitar 9 ribu mahasiswa, mulai dari S1, S2 dan S3.(Tribunjambi.com/Jaka HB)

Baca: Deretan Artis Super Cantik yang Menikah dengan Pria Bule, Ada yang Status Sang Laki-laki sudah Duda

Baca: Anak Kandung yang Bunuh Ayahnya hanya Karena Ngorok akan Tes Kejiwaan, Ditanya Tidak Nyambung

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved