Berita Selebritis
Hak Asuh Anak hingga Nafkah, Nikita Mirzani Luapkan Marah pada Elza Syarif, Pengacara Sajad Ukra
Nikita Mirzani terlihat emosi terkait kasus perebutan hak asuh anak dengan mantan suaminya, Sajad Ukra yang menunjuk kuasa hukum Elza Syarief.
Hak Asuh Anak hingga Nafkah, Nikita Mirzani Luapkan Marah pada Elza Syarif, Pengacara Sajad Ukra di Depan Hotman Paris
TRIBUNJAMBI.COM - Kemarahan Nikita Mirzani meluap saat bertemu pengacara Sajad Ukra, Elza Syarief di acara Hotman Paris Show.
Nikita Mirzani terlihat emosi terkait kasus perebutan hak asuh anak dengan mantan suaminya, Sajad Ukra yang menunjuk kuasa hukum Elza Syarief.
Kebetulan saat itu Elza Syarief diundang di Hotman Paris Show.
Sebelum bertemu dalam acara Hotman Paris Show, Nikita Mirzani sempat marah pada Elza Syarief, pengacara Sajad Ukra melalui Insta Story dan viral.
Baca: Gelagat Tak Biasa Hotman Paris Diam Seribu Bahasa Saat Lihat Nikita Mirzani Caci Maki Elza Syarief
Baca: Kronologi Kontak Senjata di Deiyai Papua, 2 Warga Sipil & Serda Rikson Anggota TNI Asal Jambi Gugur
Baca: Tiga Hutan yang Diduga jadi Lokasi Cerita Horor KKN di Desa Penari, Ada yang Sebut Kerajaan Jin
Nikita Mirzani teramat murka terhadap Elza Syarief terkait perebutan hak asuh anaknya, Azka
"Lu pikir gua narkoba, lu pikir gua maling ?
Gue tersangka juga jadi ibu yang ursan anaknya sendiri.
Siapa yang ganggu? Otak lu sakit ga?

Tiga tahun nggak ganggu gua nggak bisa ya?," kata Nikita Mirzani di acara Hotman Paris Show.
Melaney Ricardo terlihat berupaya untuk menenangkan Nikita Mirzani
Dalam keterangannya, Nikita Mirzani menuliskan bahwa sudah menahan emosinya tersebut selama tiga tahun lamanya
Baca: Tarif Baru BPJS Kesehatan Diberlakukan Tahun 2020 Ternyata Ini Alasannya Berikut Rincian Kenaikannya
Baca: Beredar Video Ijab Kabul Shaheer Sheikh dan Ayu Ting Ting, Akhirnya Impian Putri Enji Terwujud?
"emosi udah ga bisa terbendung 3 tahun masalah ini selalu buat hidup niki dan anak2 ga tenang.
seharus nya jadi lawyer juga ada hati nurani.
yang di bela itu WNA semena mena terhadap warga negara indonesia yang melahirkan generasi bangsa.