BPBD: Ratusan Hektar Kebakaran Lahan di Tanjab Timur Disengaja

BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur merilis luas lahan yang terbakar tahun ini mencapai ratusan hektar.

BPBD: Ratusan Hektar Kebakaran Lahan di Tanjab Timur Disengaja
IST
Kebakaran lahan di Tanjab Timur sebagian besar disebabkan kesengajaan. 

BPBD: Ratusan Hektar Kebakaran Lahan di Tanjab Timur Disengaja

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur merilis luas lahan yang terbakar tahun ini mencapai ratusan hektar.

Kebakaran ratusan hektar lahan tersebut sebagian besar diduga akibat faktor kesengajaan manusia. Membuka lahan dan sebagainya.

Dikatakan Kabid Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanjung Jabung Timur Rahmat Hidayat, saat dikonfirmasi mengatakan, bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada musim kemarau di tahun 2019 ini cukup besar.

"Tanjabtim sendiri banyak lokasi yang mengalami kebakaran yang cukup parah, di antaranya lokasi yang mengalami kebakaran hebat itu yakni Kecamatan Dendang, Sadu, Berbak dan Mendahara Ulu," ujarnya.

Baca: Jelang Pelantikan, Pengamanan Gedung DPRD Sarolangun Diperketat, Ratusan Polisi Siaga

Baca: Ini Rincian Kasus yang Diungkap Polresta Jambi Selama Operasi Jaran 2019

Baca: Hari Koperasi, Pelaku Usaha di Kota Jambi Siap Jawab Tantangan Industri 4.0

Baca: 20 Hari Operasi Jaran, Polresta Jambi Tangkap Belasan Orang Terkait Curanmor

Baca: Gara-gara Bakar Sampah, Lahan 2 Hektare di Bungo Terbakar

Lebih lanjut, meski belum dilakukan pengukuran secara keseluruhan namun dirinya memprediksi bahwa luasan hutan dan lahan yang terbakar di Kabupaten Tanjab Timur sudah mencapai ratusan hektar. 

Kebakaran yang terjadi di Tanjabtim sendiri sebagian besar banyak terjadi di lahan gambut, dimana bencana kebakaran hutan dan lahan di Tanjabtim mulai terjadi dan mengganas sejak tiga pekan lalu. 

"Atau tepatnya semenjak ditetapkannya status siaga darurat Karhutla Tanjabtim pada tanggal 5 Agustus 2019 lalu," ujarnya.

Meski beberapa hari terakhir hujan mengguyur Tanjabtim namun hingga saat ini satgas Karhutla masih terus melakukan pendinginan di sejumlah lokasi kebakaran.

Dalam melakukan proses pemadaman, setidaknya melibatkan sebanyak 30 orang personel gabungan BPBD dikerahkan untuk memadamkan api. Serta personel TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar, relawan masyarakat peduli api, perusahaan dan masyarakat sekitar juga sangat berperan dalam menjinakkan api yang melahap hutan dan lahan di kabupaten pemekaran tersebut.

"Dalam pemadaman sendiri sebagian dilakukan lewat jalur darat dengan menggunakan peralatan selang dan mesin pompa air mobil dan alat berat," sebutnya.

Selama tiga pekan terakhir, kebakaran terjadi tim telah melakukan pemadaman dan pendinginan di beberapa wilayah. Kendala yang kerap dijumpai petugas di lapangan diantaranya ialah jauh dan minimnya sumber air serta sulitnya medan yang dihadapi.

Baca: Operasi Patuh 2019 Polres Sarolangun, Tekan Angka Kecelakaan, Juga Targetkan 50 Tilang Sehari

Baca: Banyak Cerita yang Tak Diekspose Ahok BTP Selama di Rutan, Mulai dari Perceraian hingga Babak Baru

Baca: Aparat Pemda di Jambi Kurang Paham Tentang Penertiban Aset, Ini Pernyataan dari KPK

Baca: BREAKING NEWS, Sempat Minta Tolong, Pria di Bungo Tenggelam saat Memancing, di Sungai Batang Tebo

"Dari hasil pengamatan di lapangan rata-rata kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Tanjabtim memang sengaja dibakar. Selain itu dari hasil pengamatan di lapangan oleh pihak BPBD Tanjabtim sebagian besar atau sekitar 70 persen kebakaran terjadi akibat faktor kesengajaan dan 30 persennya faktor kelalaian dan alam, meski demikian sampai saat ini kasus tersebut masih terus didalami oleh pihak kepolisian," pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved