Ibu Kota Pindah

Reaksi Tak Biasa Prabowo soal Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur: Jokowi Harus Bertanggung Jawab!

Ada catatan dari Prabowo Subianto untuk Presiden Joko Widodo soal kepindahan Ibu Kota Baru Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Reaksi Tak Biasa Prabowo soal Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur: Jokowi Harus Bertanggung Jawab!
Kolase TribunWow.com
Reaksi Tak Biasa Prabowo soal Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur: Jokowi Harus Bertanggung Jawab! 

Reaksi Tak Biasa Prabowo soal Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur: Jokowi Harus Bertanggung Jawab!

TRIBUNJAMBI.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan reaksi tak biasa soal kepindahan Ibu Kota Baru Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Ada catatan dari Prabowo Subianto untuk Presiden Joko Widodo soal kepindahan Ibu Kota Baru Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Namun, Prabowo Subianto tetap setuju kepindahan Ibu Kota Baru Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

"Pak Prabowo menyampaikan kepada seluruh anggota Fraksi Gerindra bahwa usulan pemindahan Ibu Kota sudah menjadi usulan rencana jangka panjang yang menjadi usulan Gerindra sejak 2014 lalu," ujar Juru Bicara Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak ketika dihubungi, Selasa (27/8/2019).

Baca: Mulan Jameela Bakal Dilantik Jadi DPR RI? Kemenangan Istri Ahmad Dhani Saat Gugat Partai Prabowo

Baca: Ibu Kota Pindah ke Kutai, DKI Jakarta Diplot Jadi Pusat Ekonomi Global, Telan Dana Rp 571 T

Baca: Singa Hotman Paris Mulai Keluar Lawan Farhat Abbas, Tekad Kuat Masukan ke Penjara: Tiada Maaf!

Baca: Bentuk Tato di Punggung Vanessa Angel Ketahuan saat Pakai Bikini, di Bagian yang Jarang Terlihat

Hanya saja, Prabowo memberikan sejumlah catatan penting mengenai wacana pemindahan Ibu Kota Negara tersebut.

Catatan pertama, pemindahan ibu kota harus didasari dengan kajian yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan.

"Tidak grasa-grusu, dan menjadi program jangka panjang yang dipersiapkan dengan matang," jelas Dahnil.

Catatan kedua, pemindahan ibu kota harus didasari dengan pandangan ekonomi oppourtunity cost (Biaya Kesempatan) selain tentu financial cost (Biaya Keuangan), yang pondasi dasarnya tentu adalah prioritas.

"Jangan sampai rencana tersebut mengabaikan masalah paling dasar lain," ulasnya.

Halaman
1234
Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved