Berita Tanjab Barat

BREAKING NEWS: Asap Pekat Mulai Menyelimuti Langit Kuala Tungkal, Sebri: Mata Menjadi Perih

Kabut asap pekat mulai menyelimuti langit Kabupaten Tanjab Barat, khususnya Kota Kuala Tungkal, Minggu (25/8/2019)

BREAKING NEWS: Asap Pekat Mulai Menyelimuti Langit Kuala Tungkal, Sebri: Mata Menjadi Perih
TRIBUNJAMBI/DARWIN SIJABAT
Kabut asap di Kuala Tungkal, Minggu (25/8/2019) 

TRIBUNJAMBI.COM - Kabut asap pekat mulai menyelimuti langit Kabupaten Tanjab Barat, khususnya Kota Kuala Tungkal, Minggu (25/8/2019).

Dari pantauan Tribunjambi.com di lapangan, kabut asap mengakibatkan jarak pandang berkurang serta beberapa bangunan terlihat samar.

Sebagian warga juga mulai menggunakan masker ketika bepergian ke luar rumah.

Salah satu warga Kuala Tungkal Sebri Asdian mengungkapkan kabut asap membuat matanya perih serta mengganggu aktivitas Ia di luar rumah.

"Saya terpaksa harus memakai masker ketika keluar rumah agar tidak sesak," ujarnya.

Baca: Klasemen Sementara Liga Inggris 2019/2020, Berikut Jadwal pertandingan Hari Ini 25 Agustus 2019

Baca: 1.858 Hektare Sawah di 7 Kecamatan yang Ada di Batanghari Kekeringan, Terancam Gagal Panen

Baca: Sinopsis & Trailer Film Hitman Tayang di GTV Malam Ini, Aksi Agent 47 Kekuatan Diatas Manusia Normal

Baca: Klasemen Sementara Liga Inggris 2019/2020, Berikut Jadwal pertandingan Hari Ini 25 Agustus 2019

Dia berharap kepada pihak terkait, baik Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera memberikan solusi atas permasalahan yang ada.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjab Barat, Suparjo mengatakan meski kabut asap mulai menyelimuti wilayah Tanjab Barat namun menurutnya, kualitas udara masih dalam kategori sedang dan berskala 50-100.

Angka ini menunjukkan tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan.

"Kualitas udara di Tanjung Jabung Barat kita lebih diuntungkan dari pada daerah perkotaan seperti Senggeti dan Kota Jambi. Karena secara geografis kita berada di pinggir laut dengan terpaan angin yang lebih kencang," katanya, Minggu (25/8/2019).

Baca: Kak Seto Peringatkan Nikita Mirzani dan Sajad Ukra, Sebut Masalah Masa Depan Azka Mawardi?

Baca: VIDEO Youtuber Indonesia Coba Makan Mie Instan dengan Lauk Kecoa, Apa yang Terjadi Kemudian?

Baca: Fikri Ditembak Polisi, Punya Pistol saat Hendak Ditangkap

Suparjo menambahkan, faktor lain yang membuat Tanjab Barat lebih di untungkan adalah karena kondisi kendaraan di Wilayah Tanjab Barat yang jumlahnya belum banyak.

"Karena jumlah kendaraan tentu mempengaruhi kualitas udara juga," katanya. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Penulis: Darwin
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved