Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kebakaran Hutan Amazon Brasil, Disebut Sebagai Kebakaran Terparah

Pusat penelitian luar angkasa Brasil, INPE, mendeteksi sedikitnya 72.843 titik api ada di Amazon hingga asap kebakaran bisa terlihat dari luar angkasa

Editor: Suci Rahayu PK

Kebakaran Hutan Amazon Brasil, Disebut Sebagai Kebakaran Terparah

TRIBUNJAMBI.COM - Kebakaran lahan yang melanda hutan hujan Amazon di Brasil disebut telah mencapai rekor terparah tahun ini.

Pusat penelitian luar angkasa Brasil, INPE, mendeteksi sedikitnya 72.843 titik api ada di Amazon hingga asap kebakaran bisa terlihat dari luar angkasa.

Sejak pekan lalu, INPE menuturkan citra satelitnya menemukan 9.507 titik kebakaran baru di Brasil. Sebagian besar titik api itu berada di lembah Amazon, hutan tropis terbesar di dunia.

Baca: Kebakaran Bekas Sumur Ilegal Drilling di Bahar Selatan, Muarojambi, Dekat dengan Perkarangan Warga

Baca: SINOPSIS Film USS Indianapolis Men of Courage di Trans TV Sabtu (24/8), Jam 21 WIB

Baca: Kepincut Pesonanya, Hotman Paris Suka Sosok Vanessa Angel Semakin Kita Ngomong, Semakin Kita Suka

Gambar satelit menunjukkan negara bagian paling utara Brasil, Roraima, tertutup asap gelap.

Otoritas Amazon menetapkan status darurat di selatan Roraima dan Manaus sejak 9 Agustus lalu.

Dikutip Reuters, otoritas berwenang menuturkan kebakaran hutan meningkat di Mato Grosso dan Para, dua negara bagian Brasil.

Kebakaran hutan Amazon Brasil
Kebakaran hutan Amazon Brasil (Instagram @leonardodicaprio)

Meski kebakaran hutan dan lahan adalah hal yang lumrah selama musim kemarau, tapi tak jarang para petani lokal pun nakal membakar hutan demi membuka lahan.

Baca: Janda Muda Tika Herli (31) Dapat Vonis Mati, Setelah Habisi Ibu dan Anak akan Kabur ke Jepang

Baca: Tambah Panas, Perseteruan Hotman Paris Vs Farhat Abbas dan Andar Situmorang, Peringatan Keras

Kebakaran hutan yang mencapai rekor terparah ini terjadi sejak Presiden Jair Bolsonaro berniat untuk mengembangkan wilayah Amazon untuk pertanian dan pertambangan.

Langkah itu menuai kekhawatiran internasional akan potensi meningkatnya deforestasi.

Ketika ditanya terkait penyebaran karhutla yang tak terkendali, Bolsonaro hanya menganggap saat ini merupakan tahun "queimada" atau pembakaran, ketika petani menggunakan api untuk membersihkan lahan.

"Saya dulu disebut Kapten Chainsaw. Sekarang saya nero, membakar Amazon. Tetapi ini adalah musim queimada," katanya kepada wartawan.

Meskipun begitu, INPE menuturkan kebakaran hutan tidak dapat dikaitkan begitu saja dengan musim kemarau atau fenomena alam.

"Tidak ada yang abnormal tentang iklim tahun ini atau curah hujan di wilayah Amazon yang hanya sedikit di bawah rata-rata," kata peneliti INPE Alberto Setzer.

Setzer menuturkan orang kerap menyalahkan musim kemarau terkait kebakaran hutan di Amazon.

Tapi menurut dia itu tidak cukup akurat.

"Musim kemarau menciptakan kondisi yang mempermudah titik api muncul dan menyebar, tapi memantik api adalah pekerjaan manusia baik disengaja maupun tidak disengaja," katanya.

Baca: ILC Bahas Ibu Kota, Tsamara Amany: Waktu Tol Cipali Dibangun, Mereka Bilang Rakyat Tak Makan Semen

Baca: Begini Reaksi Keras KKB Setelah Pemerintah Tutup Akses Internet di Papua dan Papua Barat!

Hutan Amazon

Hutan hujan Amazon atau biasa disebut hanya sebagai Amazon adalah satu dari harta karun 10 persen spesies flora dan fauna di dunia.

15 Juta tahun lalu, pegunungan Andes terbentuk karena adanya tabrakan lembeng Amerika Selatan dan Nazca.

Munculnya pegunungan Andes dan bersatunya batuan dari Brasil dan Guyana, sungai di Amazon terblokir dan berubah menjadi danau raksasa.

10 juta tahun yang lalu air mulai mengalir ke arah barat, lembah yang tercipta tersebut akan menjadi cikal bakal hutan Amazon.

Awalnya hutan Amazon merupakan padang sabana yang kemudian terbagi menjadi pulau-pulau kecil. (1)

Para peneliti berspekulasi bahwa air yang mengalir dari pegunungan Andes membagi spesies Amazon menjadi beberapa kelompok yang berevolusi menjadi spesies baru.

Selain air sungai, penelitian menunjukkan bahwa hutan Amazon pernah dilanda banjir dari lautan.

Hal tersebut berdasarkan informasi dari inti tanah yang didapatkan dari bagian timur Kolombia yang digali oleh sebuah perusahaan minyak.

Tanah sampel juga didapatkan dari dan dari bagian timur laut Brazil yang digali oleh Brazilian Geology Survey pada 1980.

Inti tersebut dipelajari lapisan demi lapisan, dan ditemukan bahwa bahwa dua lapisan tipis mengandung plankton laut dan kerang.

Bahkan Inti yang berasal dari Kolombia memiliki fosil udang sentadu dan gigi hiu.

Baca: Sosok Letjen TNI Prof Syarifudin Tippe, Digadang-gadang Calon Menhan Kabinet Baru Jokowi

Baca: Ramalan Zodiak Jumat 23 Agustus 2019, Aries Bakal Dimanjakan Orang Terdekat, Baca Zodiak Lainnya!

Bukti-bukti tersebut menunjukkan bahwa Laut Karibia pernah mencapai bagian barat hutan Amazon di Brazil, Ekuador, dan Peru sebanyak dua kali.

Pertama yaitu sekitar 18 juta tahun yang lalu selama 200.000 tahun di bagian barat laut Brazil dan selama 900.000 tahun di Kolumbia yang lebih dekat dengan Karibia.

Banjir kedua terjadi 14 juta tahun yang lalu selama 400.000 tahun. (2)

Geografis

Hutan Amazon membentang di sekitar aliran sungai Amazon yang memiliki bentuk dataran cekung.

Anak-anak sungai Amazon mengalir ke wilayah di Amerika Selatan bagian utara, meliputi area seluas 2,3 juta mil2 atau setara dengan 6 juta km2.

Hutan Amazon membentang ke lebih dari 1,7 miliar hektar tanah dan perairan.

Sementara untuk bagian yang menjadi hutannya memiliki area seluar 1,4 miliar hektar.

Sebagian besar wilayah di Amazon terletak di Brazil namun pada dasarnya Hutan tersebut membentang sampai ke delapan negara di Amerika Selatan, yaitu Brazil, Peru, Guyana Perancis, Suriname, Bolivia, Ekuador, Venezuela dan Kolombia. (3)

Karakteristik

Hutan Amazon dikategorikan sebagai hutan hujan tropis karena memiliki curah hujan yang tinggi sepanjang tahun.

Intensitas hujan di hutan Amazon mencapai 1.200 mm per tahun.

Curah hujan merata keseluruh hutan sehingga hutan Amazon selalu menghijau sepanjang tahun.

Karena luas dan terus menghijau tersebut hutan Amazon dikenal sebagai paru-paru dunia.

Hutan Amazon juga merupakan reservoir biologis terkaya dan paling beragam di dunia.

Hutan Amazon memiliki keanekaragaman hayati yang kompleks, mulai dari flora dan fauna hingga jenis yang berbahaya.

Hutan Amazon menjadi tempat tinggal fauna unik seperti burung makau, burung takau, dan burung tyranflycatcher.

Selain itu juga terdapat kapibara, tapir, sloth, tupai, monyet, monyet howler merah, jaguar, caiman, anaconda, tarantula, semut pemotong daun, burung ibis scarlet dan skimmer hitam.

Hutan Amazon memiliki jutaan spesies serangga, tanaman, burung dan banyak bentuk kehidupan lainnya yang belum tercatat.

Flora yang tumbuh di hutan Amazon diantaranya berbagai spesies myrtle yaitu tanaman dari keluarga jambu-jambuan, laurel, palm, akasia, kayu rosewood, kacang brazil dan pohon karet.

Terdapat pula beragam kayu dengan kualitas tinggi seperti kayu mahoni dan cedar Amazon. (3)

Selain itu beberapa hewan berbahaya bahkan mematikan banyak ditemukan di hutan Amazon, diantaranya piranha, arapaima, lele raksasa amazon, belut listrik, ikan candiru, katak dan ulat beracun, dan lintah tyrannobdella rex. (4)

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, CNN)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved