ILC Bahas Ibu Kota, Tsamara Amany: Waktu Tol Cipali Dibangun, Mereka Bilang Rakyat Tak Makan Semen

Tsamara Amany meminta semua pihak untuk tetap mengawal kebijakan pemerintah dengan kritis, namun mengimbau untuk tidak terlalu cepat menghakimi.

ILC Bahas Ibu Kota, Tsamara Amany: Waktu Tol Cipali Dibangun, Mereka Bilang Rakyat Tak Makan Semen
Capture
Tsamara Amany saat jadi narasumber di ILC 

ILC Bahas Ibu Kota Baru, Tsamara Amany: Waktu Tol Cipali Dibangun, Mereka Bilang Rakyat Tak Makan Semen

TRIBUNJAMBI.COM - Politisi Partai Serikat Indonesia (PSI), Tsamara Amany meminta masyarakat untuk tidak menghakimi kebijakan pemerintah tentang pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan.

Tsamara Amany menyinggung tentang pendapat kritis beberapa tokoh yang menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (20/8/2019).

Tsamara Amany meminta semua pihak untuk tetap mengawal kebijakan pemerintah dengan kritis, namun mengimbau untuk tidak terlalu cepat menghakimi.

Hal itu disebut Tsamara merupakan hal yang penting, mengingat saat ini terdapat pro dan kontra mengenai rencana pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan.

Baca: Sumber Penghasilan Vanessa Angel Usai Keluar dari Penjara, Hotman Paris Mau Nambahin Uang Jajannya?

Baca: Banyak yang Belum Bayar PKB, UPTD Samsat Bungo Akan Lakukan Validasi

Baca: Dikenai Pasal Pembunuhan Berencana, Prada DP Dituntut Seumur Hidup, Dipecat, Nangis di Ruang Sidang

"Dan memang yang paling penting saat ini Pak Karni."

"Ketika kita melihat suatu kebijakan, saya pikir jangan kita terlalu cepat menghakimi," ucap Tsamara.

Tsamara Amany mendukung pendapat para tokoh yang dengan kritis menyampaikan pandangannya perihal pemindahan ibu kota.

Tsamara Amany dan Grace Natalie
Tsamara Amany dan Grace Natalie (Instagram @tsamaradki)

Namun, ia mengaku kurang setuju saat banyak pihak yang dengan cepat menghakimi kebijakan pemerintah.

Padahal mereka belum mengetahui kebijakan itu dibuat pemerintah dengan tujuan yang baik.

"Saya setuju misalnya peran Pak Fadli, Pak Fahry, Bang Rocky Gerung dan Mbak Sherly tadi mencoba menjadi masyarakat yang kritis, saya setuju kita perlu masyarakat yang kritis seperti mereka."

"Tapi jangan terlalu cepat menghakimi," ucap Tsamara.

Lebih lanjut Tsamara memberikan contoh pembangunan Tol Cipali yang sempat ditolak oleh banyak pihak.

Baca: Jadwal Lengkap Liga Italia 2019/2020 Pekan 1, Dibuka dengan Laga Parma vs Juventus, Catat Tanggalnya

Baca: Pencuri Hilap Saat Masuk Kamar Kos, Gadis 21 Tahun Ditindih, Korban Teriak Hingga Tertusuk Pisau!

"Dulu ketika Tol Cipali pertama kali mau dibangun, semua bilang rakyat tidak makan semen, kita tidak butuh beton dan lain sebagainya," tuturnya.

Ia menyebut meskipun ditolak berbagai pihak, akhirnya setelah pembangunan Tol Cipali selesai masyarakat juga merasakan manfaatnya.

"Tapi sekarang Tol Cipali di bangun Pak Karni, diresmikam hingga sekarang, mudik jadi lancar, daerah yang dilewati oleh tol tersebut menjadi pusat-pusat ekonomi baru."

"Menghasilkan efek ekonomi baru dan ada arus distribusi yang jauh lebih baik," ungkapnya.

Hal tersebut yang mendasari pendapat Tsamara yang meminta masyarakat untuk tidak cepat menghakimi kebijakan pemerintah.

"Jadi itu salah stau contoh bahwa kita jangan cepat menghakimi meskipun kita boleh mengawal secara kritis.

"Jadi saya pikir hal tersebut penting Pak Karni," lanjutnya.

Lihat video berikut ini menit 7.50:

Dalam unggahan di akun Instagramnya, Tsamara Amany juga menulis tentang pemindahan ibu kota.

"Jika Jakarta adalah manusia, mungkin ia sudah berteriak saking banyaknya beban yang harus ia pikul. Beban Jakarta harus dibagi. •

Pemindahan Ibukota ke Kalimantan harus disambut baik meski tetap harus dikawal serius agar memerhatikan aspek lingkunan & sosial. •

Sedikit cuplikan di ILC semalam. Lengkapnya ada di Youtube channel ILC. Terima kasih Pak @presidenilc kesempatannya

Editor: suci
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved