Berita Viral

Ada Anak Pejabat Paksa Masuk Paskibra, Beda dengan Cucu Soeharto, Tutupi Identitas, Tak Mau Dijenguk

Ada Anak Pejabat Paksa Masuk Paskibra, Beda dengan Cucu Soeharto, Tutupi Identitas, Tak Mau Dijenguk

Ada Anak Pejabat Paksa Masuk Paskibra, Beda dengan Cucu Soeharto, Tutupi Identitas, Tak Mau Dijenguk
Arsip Tutut Soeharto
Danty Rukmana saat bertugas membawa baki bendera di upacara HUT RI 

Ada Anak Pejabat Paksa Masuk Paskibra, Beda dengan Cucu Soeharto, Tutupi Identitas, Tak Mau Dijenguk

TRIBUNJAMBI.COM - Di media sosial ramai dan viral ada anak pejabat paksa ikut Paskibra.

Bagi sebagian pemuda Indonesia menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) merupakan prestasi yang membanggakan.

Orang-orang yang bertugas mengibarkan bendera pada HUT RI di istana negara itu adalah putra putri terbaik.

Nama Koko Ardiansyah, pelajar calon anggota Paskibraka yang gagal bertugas karena diduga posisinya di gantikan oleh anak pejabat kini tengah hangat menjadi perbincangan.

Baca: Bupati Sarolangun Kukuhkan 33 Anggota Paskibraka, Amanah di HUT RI ke 74

Baca: 68 Paskibraka Bungo Dikukuhkan Setelah Enam Bulan Berlatih, Ini Permintaan Bupati Mashuri

Baca: 50 Paskibraka Kota Jambi Dikukuhkan, Ini Pesan dari Wakil Wali Kota Maulana

Pasalnya yang menjadi sorotan adalah, Koko Ardiansyah merupakan seorang anak yatim dan telah mengikuti tahapan seleksi agar dapat lolos bertugas sebagai anggota Paskibraka.

Kasusnya cukup disoroti banyak orang, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Memperhatikan kasus yang cukup jadi banyak perbincangan ini, Menpora Imam Nahrawi langsung menghubungi Koko Ardiansyah melalui video call.

Koko Ardiansyah dihubungi Imam Nahrawi lewat Video Call
Koko Ardiansyah dihubungi Imam Nahrawi lewat Video Call (Instagram/nenk_update)

Sebelumnya, Koko Ardiansyah juga sempat memberi klarifikasi bahwa posisinya sebagai anggota cadangan dan hanya ada dua orang yang berhasil mengikuti seleksi untuk bertugas mewakili Kabupatennya di Provinsi.

Namun seperti kabar pertama yang beredar, publik tetap tak percaya bahkan menduga bahwa Koko Ardiansyah dipaksa memberi klarifikasi bahwa ia hanya salah paham dengan informasi yang ia terima.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mungkin cukup menyayangkan adanya kabar tak menyenangkan itu.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved