Berita Sarolangun

Sarolangun Ikuti Penilaian Kota Sehat, Siapkan 3 Daerah untuk jadi Penilaian

Sarolangun Ikuti Penilaian Kota Sehat, Siapkan 3 Daerah untuk jadi Penilaian

Sarolangun Ikuti Penilaian Kota Sehat, Siapkan 3 Daerah untuk jadi Penilaian
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Sarolangun Ikuti Penilaian Kota Sehat, Siapkan 3 Daerah untuk jadi Penilaian 

Sarolangun Ikuti Penilaian Kota Sehat, Siapkan 3 Daerah untuk jadi Penilaian 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Kesehatan Sarolangun mengikuti penilaian kabupaten/Kota Sehat atau Swasti Saba yang digelar Kementrian Kesehatan RI tahun 2019 ini.

Kabupaten Sarolangun dalam hal penilaian Kabupaten sehat ini mengikuti pada tingkatan kedua, yakni Swasti Saba Wiwerda.

Ada tiga tingkatan swasti saba yakni tingkat pemantapan (padapa), pembinaan (wiwerda) dan pengembangan (wistara).

Baca: Menuju Kota Sehat, Kota Sungai Penuh, Dinilai Tim Verifikasi dari Dua Kementrian

Baca: Warga Diimbau Jangan Asal Buang Puntung Rokok, 200 Hektare Lahan di Kabupaten Sarolangun Terbakar

Baca: Kapan Bakal Terjadi Hujan di Provinsi Jambi? Perkiraan BMKG Tidak Ada Hujan Bulan Ini

Plt Kadinkes Sarolangun, Bambang Hermanto, melalui Kabid Kesmas Abdul Malik mengatakan, di Provinsi Jambi ada dua kabupaten yang mengikuti penilaian kabupaten sehat kategori tingkatan Swasti Saba Wiwerda, yakni Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Tebo.

"Kabupaten Sarolangun lolos Kabupaten sehat yang akan dilakukan verifikasi lapangan pada 12-16 Agustus 2019. Adapaun tatanan yang diverisifikasi ada tiga tatanan, pertama kawasan pemukiman sarana dan prasarana umum, kedua tatanan ketahanan pangan dan gizi, dan ketiga tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, " jelasnya.

Sarolangun Ikuti Penilaian Kota Sehat 2019
Sarolangun Ikuti Penilaian Kota Sehat 2019 (Tribunjambi/Wahyu Herliyanto)

Untuk verifikasi lapangan ini, katanya, pihaknya sudah menyiapkan wilayah atau lokus dalam penilaian kabupaten sehat tingkat pembinaan ini, yakni untuk tatanan pertama kawasan pemukiman dan sarana prasarana umum dilakukan di Kelurahan Suka Sari, Sekolah Adiwiyata dan Sekolah Sehat.

Tatanan kedua, untuk tatanan ketahanan pangan dan gizi, pihaknya menyiapkan tim Pembina dan tim forum pengolahan padi untuk ketahanan pangan, di Kelurahan Sarolangun Kembang.

Kemudian kelompok petani organik yang ada di Kelurahan gunung kembang dan Desa Payo Lebar.

Baca: KUBe di Tanjab Timur, Ditantang Bupati, Romi : Jangan Cuma Jadi Acara Seremonial

Baca: Emosi Disebut Tak Memuaskan, Pria Ini Bekap SPG Cantik hingga Tewas di Kamar Hotel Jual Mobil Korban

Baca: 15 Titik Panas Hari Ini Terdeteksi di Provinsi Jambi di Tanjabbar, Kerinci, Merangin dan Sarolangun

"Untuk tatanan ketiga, tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, kita persiapkan di Desa Payo Lebar, berupa posyandu, kawasan pemukiman dan sarana Pembuangan air limbah komunal," katanya.

"Dalam Kabupaten sehat adalah penghargaan pengajuan yang diberikan kepada Kabupaten /Kota yang telah melaksanakan pembangunan secara keseluruhan, menciptakan kawasan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat," kata dia menambahkan.

Ia berharap Kabupaten Sarolangun bisa lolos dalam verifikasi Kabupaten sehat atau swasti saba wiwerda ini. Mengingat tahun 2015 yang lalu, Kabupaten Sarolangun pernah mendapatkan penghargaan Kabupaten sehat kategori swasti saba padapa atau pemantapan.

Sarolangun Ikuti Penilaian Kota Sehat, Siapkan 3 Daerah untuk jadi Penilaian (Wahyu Herliyanto/Tribun Jambi)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved