Kasus ISPA di Tanjab Timur Meningkat Saat Kemarau, Dinas Kesehatan Catat 3000 Warga Kena ISPA

Mengingat kebakaran hutan dan lahan hingga saat ini masih terus terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kasus ISPA di Tanjab Timur Meningkat Saat Kemarau, Dinas Kesehatan Catat 3000 Warga Kena ISPA
Tribunjambi/Heri Prihartono
Warga SAD di Tebo, terserang ISPA akut 

Kasus ISPA di Tanjab Timur Meningkat Saat Kemarau, Dinas Kesehatan Catat 3000 Warga Kena ISPA

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Antisipasi meningkatnya kasus ISPA di Kabupaten Tanjab Timur, Dinas Kesehatan instruksikan puskesmas bentuk posko kesehatan khusus dan himbau masyarakat gunakan masker.

Mengingat kebakaran hutan dan lahan hingga saat ini masih terus terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dinas kesehatan imbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Selain kita imbau untuk menggunakan masker, kita juga instruksikan puskesmas untuk membuat posko kesehatan terutama di wilayahnya yang terdampak kebakaran lahan," ujar Kabid P2TP2 Dinkes Tanjab Timur Jumiati.

Dirinya juga tidak memungkiri, jika kasus ISPA hingga saat ini terus terjadi peningkatan. Untuk bulan Juli saja penderita ISPA sudah diangka ribuan.

"Berdasarkan data yang kita kumpulkan dari laporan per puskesmas di Tanjab Timur, untuk penderita ISPA selama bulan Juli saja di angka 1.247 jiwa," ujarnya.

Baca: 1.400 Warga Tanjab Timur Menderita ISPA, Dinkes Sebut Data Masih Fluktuatif

Baca: Kepsek SMAN 8 Kota Jambi Akui Siswanya Bawa Sajam Saat Tawuran: Mungkin untuk Menjaga Diri

Baca: Penyebab Tawuran! Gegara Masalah Asmara Pelajar SMAN 8 Kota Jambi dan SMKN 3 Kota Jambi Bentrok

Baca: Motif Asmara Jadi Penyebab Pecahnya Tawuran Pelajar di Kota Jambi, Sekolah Terpaksa Diliburkan

Jika dihitung dari awal Januari hingga Juli lebih kurang sudah terdapat 3000an lebih penderita ISPA di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

"Karena hampir setiap bulan penderita ISPA mengalami tren peningkatan (selama musim kemarau)," jelasnya.

Sebelumnya BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada (5/8/2019) lalu telah mengumumkan peningkatan status karhutlah dari siaga darurat karhutla menjadi darurat karhutla. Mengingat kasus kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kabid Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanjung Jabung Timur Rahmat Hidayat mengatakan, bahwa kebakaran hutan Januari sampai dengan awal Agustus sudah terjadi di 18 titik dengan total luasan mencapai  29,8 hektar.

"Berdasarkan data tersebut status karhutlah juga ditingkatkan menjadi siaga darurat Karhutla, telah ditetapkan mulai 5 Agustus sampai dengan 5 Oktober 2019 mendatang, sesuai dengan SK Bupati tentang peningkatan status darurat" ujarnya.

Ditambahkannya adapun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menindaklanjuti peningkatan status siaga darurat tersebut, dengan mendirikan lima posko di beberapa kecamatan yang dianggap rawan karhutla

Pembentukan posko komando siaga darurat yang terdiri dari TNI, Polri, Damkar, Manggala Agni, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Masyarakat Peduli Api dan beberapa instansi terkait.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved