Berita Muarojambi

BREAKING NEWS: ISPU Muaro Jambi Status Awas, Udara Terpapar Asap, Masyarakat Diimbau Kenakan Masker

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Muarojambi sudah di kategorikan sebagai awas.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: bandot
IST
Satgas Karhutla berupaya memadamkan api di Kabupaten Muarojambi. 

Tak ada juga tanda akan padam, meski disiram secara terus menerus, namun sebentar saja ditinggal akan kembali memancarkan asap dari dalam tanah itu.

Sekitar 50 hektar lebih lahan gambut yang berada di perbatasan desa Arang-Arang dan Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu itu terbakar selama 11 hari kemarin.

Sementara lokasi yang terbakar itu menurut warga merupakan lahan perkebunan warga dan tanah kosong. Lokasi yang terbakar kini hanya terpisah kanal dengan areal perusahaan perkebunan sawit PT SNP.

 

Zulkarnain, anggota MPA Arang-arang yang juga merupakan tim pemadam kebakaran dari PT SNP mengatakan sekitar 60 warga ikut terlibat melakukan pemadaman api. Namun, untuk memadamkan api bukan lah muda.

"Kami ada 60 orang yang ikut memadamkan, sebagian memang kami warga Arang-Arang yang kerja di PT SNP, jadi tugas kami juga mencegah agar api tidak menjalar ke lahan perusahaan, makanya kami siram terus sambil juga memadamkan api," ujarnya.

Baca: Konser KOTAK di Sarolangun, Dikenai Denda Adat, Ini Kesalahan dan Denda yang Harus Dibayar Panitia

Baca: BREAKING NEWS: Kejari Bungo Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Alkes Puskesmas, Sidang di Jambi

Bahkan selain warga, sejumlah personel TNI dan Polri bersama gabungan BPBD dan manggala agni juga melakukan pemadaman di titik berbeda dilokasi itu. Namun, kebakaran tak juga bisa diatasi dengan mudah.

"Malah beberapa hari ini ada water bombing dari helikopter, tetap juga karna api di dalam bukan di atas tanah. Makanya padam di atas di bawah tetap nyala seperti dalam sekam," jelasnya. 

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead Saat mencoba proses pemadaman api di lokasi kebakaran lahan gambut di desa Sipin Teluk Duren yang berbatasan dengan desa Arang-Arang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi pada Rabu (7/8/2019)
Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead Saat mencoba proses pemadaman api di lokasi kebakaran lahan gambut di desa Sipin Teluk Duren yang berbatasan dengan desa Arang-Arang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi pada Rabu (7/8/2019) (Tribunjambi/Dedy Nurdin)

Dalam waktu 11 hari kebakaran, saat ini warga di desa Arang-Arang dan Sipin Teluk Duren pun mulai merasakan dampaknya.

asap pun dalam beberapa hari terakhir mulai merambah pemukiman warga, terutama dimalam hari. Asap pekat tak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga pernafasan warga.

"Dia terasanya malam, jam 9 malam keatas asapnya turun pekat, jadi bernafas itu terasa kering terus hidung dan tenggokan," kata Zulkarnain.

 

Namun sampai sejauh ini Zulkarnai mengatakan belum ada dampak langsung yang terasa akibat paparan kabut asap di desanya.

"Sekarang belum yang mengeluh seperti apa yang jelas kami rasakan kalau malam sampai di dalam kamarpun asapnya masuk. Dan bernafas terganggu rasanya," katanya.

Sarkim (54) yang juga rekan kerja Zulkarnain diperusahaan dan MPA mengatakan lokasi kebakaran gambut saat ini juga pernah terbakar di tahun 2015 lalu.

Bahkan upaya pemadaman juga sulit, menurutnya salah satu cara yang bisa meredam meluasnya lokasi kebakaran dengan menggunakan nozel air yang bisa disuntikkan langsung ke dalam tanah.

"Kita alatnya tidak ada, kalau ada mungkin lebih efektif. Tahun 2015 saya ikut juga memadamkan dan itu pun sulitnya sama seperti sekarang," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved