Benarkah, Buntut Pemadaman Masal Listrik, Presiden Jokowi Bakal Ganti Menteri BUMN Rini Soemarno ?

Pemadaman listrik masal di pulau Jawa, membuat nama baik BUMN menjadi tercemari. Betapa tidak, PLN adalah perusahaan yang berada di bawah BUMN.

Benarkah, Buntut Pemadaman Masal Listrik, Presiden Jokowi Bakal Ganti Menteri BUMN Rini Soemarno ?
ANTARA FOTO/YUDHI MAHATMA
19042016_RINI SOEMARNO 

TRIBUNJAMBI.COM- Pemadaman listrik masal di pulau Jawa, membuat nama baik BUMN menjadi tercemari. Betapa tidak, PLN adalah perusahaan yang berada di bawah BUMN. 

Muncul dugaan pemadaman PLN ini karena tidak becusnya Menteri BUMN Rini Soemarno dalam mengelola PLN ini. 

Sehingga muncul isu Rini Soemarno akan bakal di resufle Jokowi. 

Namun Faktanya begini. 

Menteri BUMN Rini Soemarno
Menteri BUMN Rini Soemarno (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Baca: Pacaran LDR Korea-Taiwan, Yusuf Batal Nikahi Kekasihnya Karena Wajahnya Itu Tak Sesuai saat Pacaran

Baca: Inilah Sosok Serli Merlita, Kekasih Prada DP yang Ditemuinya Sebelum Membunuh Vera Oktaria di Hotel

Baca: 150 Pasangan Ikuti Nikah Massal Gratis, Ini Dia Suami Istri dengan Umur yang Paling Tua

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri BUMN Rini Soemarno tidak melakukan perombokan direksi perusahaan pelat merah hingga Oktober 2019.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang mengikuti rapat paripurna kemarin di Istana Negara.

Di rapat tersebut Jokowi meminta jajaran menteri agar tidak membuat kebijakan srategis dan maupun perombokan direksi BUMN.

"Bukan hanya direksi BUMN. Jabatan-jabatan pada posisi tertentu yang levelnya mungkin level dirjen atau gimana. Tapi perintah besarnya begitu, dan bukan hanya kepada bu Rini tapi kepada semuanya, emua menteri tidak boleh lagi mengganti pada level tertentu, bisa direktur," papar Moeldoko di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Menurutnya, alasan pelarangan tersebut karena masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan segera berakhir pada 20 Oktober 2019.

Baca: Pacaran LDR Korea-Taiwan, Yusuf Batal Nikahi Kekasihnya Karena Wajahnya Itu Tak Sesuai saat Pacaran

"Ini kan saat-saat kritis ya, relatif tinggal berapa bulan. Jadi jangan sampai nanti punya beban kedepannya, itu aja sebenarnya," papar Moeldoko.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menyatakan ada lima perusahaan yang akan menggelar Rapat Umum Pemegan Saham (RUPSLB).

Lima BUMN tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved