Siapa Sebenarnya Eyang Ibung? Heboh, Tepat Ramalkan Terjadinya Gempa, BNPB dan BMKG Beri Penjelasan

Sosok Eyang Ibung gegerkan jagat maya Twitter dengan ramalan-ramalannya yang disebut tepat memprediksi terjadinya gempa

Siapa Sebenarnya Eyang Ibung? Heboh, Tepat Ramalkan Terjadinya Gempa, BNPB dan BMKG Beri Penjelasan
Capture Facebook Eyang Ibung
Eyang Ibung tepat ramalkan terjadinya gempa, BNPB dan BMKG beri penjelasan 

Melalui akun Instagram resminya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menanggapi mengenai adanya ramalan gempa.

Akun BNPB menuliskan, hingga saat ini, gempa bumi belum dapat diperkirakan kapan akan terjadi.

"Sampai saat ini, belum ada ilmu pengetahuan maupun alat yang dapat memperkirakan kapan terjadinya gempa. Namun baru dapat memperkirakan lokasi pusat gempa dan potensi kekuatannya," tulis akun BNPB dikutip TribunJabar.id, Minggu (4/8/2019).

BNPB mengimbau, masyarakat baiknya menerima informasi mengenai gempa bumi dari sumber resmi pemerintah.

Informasi tentang kegempaan dan potensi tsunami baiknya bersumber dari BMKG, informasi mengenai gunung api bersumber dari PVMBG-Badan Geologi, dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB/BPBD.

"Yuk, kita jadi generasi bangsa yang cerdas dalam bermedsos!"

Pernyataan BNPB senada dengan BMKG.

Terkait isu tersebut, BMKG menyebut, isu yang berkembang tidak benar.

Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, bencana gempa bumi belum bisa diprediksi, baik waktu hingga lokasi dan kekuatannya.

"Karena peristiwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapapun, kapan, di mana, dan berapa kekuatannya," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjabar.id.
Oleh karena itu, hingga kini masih sulit untuk memperkirakan soal akan terjadinya gempa yang besar.

"Teori yang berkembang saat ini baru dapat menjelaskan bahwa sebuah gempa bumi utama dapat membangkitkan atau memicu aftershocks dan masih sulit untuk memperkirakan gempa besar rentetannya seperti beberapa kasus gempa bumi doublet, triplet (dua atau tiga kejadian gempa bumi tektonik dalam waktu dan lokasi yang relatif berdekatan), dan seterusnya," ujarnya.

Soal ramai isu akan ada gempa bermagnitudo 9,0, BMKG pun mengimbau masyarakat tetap tenang.

Foto dan video akibat gempa Banten, warga panik tak karuan, di Jabar hingga Jakarta.
Foto dan video akibat gempa Banten, warga panik tak karuan, di Jabar hingga Jakarta. (Kolase Tribun Jabar (Twitter/BMKG dan ISTIMEWA))

Selain itu, ia pun mengimbau agar tak termakan isu yang sumbernya tak jelas.

"Masyarakat dihimbau agar tetap tenang namun waspada dan tidak percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, kata Rahmat.

Walaupun begitu, masyarakat harus tetap waspada dan selalu siap jika ada gempa.

Agar tetap aman, kondisi rumah harus tahan gempa.

"Siapkan bangunan rumah anda sesuai dengan konstruksi aman gempa," ujarnya.

Selain itu, di rumah pun mesti ada perabotan kuat yang bisa jadi tempat berlindung saat ada gempa.

"Siapkan perabotan-perabotan yang kuat dan dapat menjadi tempat perlindungan sementara saat terjadi gempa," katanya.

Terakhir, Anda harus menyiapkan jalur evakuasi yang aman di sekitar tempat tinggal.

"Siapkan jalur evakuasi yang aman di lingkungan tempat tinggal anda, selanjutnya agar terus berlatih utk evakuasi mandiri," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id Heboh Eyang Ibung Disebut Bisa Ramal Gempa, BNPB: Belum Ada Ilmu yang Bisa Prediksi Kapan Ada Gempa

Editor: bandot
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved