Berita Batanghari

Dampak Kemarau Sumur Mengering, Warga Desa Penerokan di Jambi Kesulitan Air Bersih

Warga Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Sumur para warga di sana mengalami kekeringan

Dampak Kemarau Sumur Mengering, Warga Desa Penerokan di Jambi Kesulitan Air Bersih
KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA
Ilustrasi kemarau: Romadona harus masuk ke dalam tanah galian sedalam 2,5 meter untuk mengambil air bersih, sayang air tersebut tidak bisa digunakan karena berkarat dan berbau menyengat. 

TRIBUNJAMBI.COM, BATANGHARI - Kondisi kemarau saat ini, membuat sumber air bersih menipis bahkan mengering.

Seperti yang dialami warga Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Sumur para warga di sana mengalami kekeringan.

Seperti yang dituturkan oleh Sairi satu di antara warga RT 07, Desa Penerokan. Ia mengaku tiap musim kemarau, sumur miliknya dan warga sekitar kering.

"Tiap kemarau ya begitu kondisi kami di sini. Jadi kami kesulitan air bersih," keluhnya, Minggu (4/8).

Ia dan keluarga terpaksa meminta bantuan tetangganya untuk mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Baca: Daftar Lengkap Paskibraka dari 34 Provinsi Indonesia Siap Kibarkan Sang Saka HUT RI 17 Agustus 2019

Baca: Penembakan di Texas, 20 Orang Tewas, Situasi Sangat Mengerikan, Anak Kecil Sempat Peringatkan

Baca: Penyebab Mati Listrik Hari ini Minggu 4 Agustus 2019 di Jakarta, Lihat Dampak dan Akibat Mati Lampu

Baca: Setelah Diprotes Netizen, Mahfud MD Jelaskan Arti & Makna Masjid Katedral di Rusia Ini Foto-fotonya

"Kami meminta kepada tetangga. Alhamdulillah masih ada sumur warga yang masih ada airnya. Dan syukur tetangga juga mau membantu," katanya.

Hal senada turur dibenarkan oleh Kades Penerokan, Sugiyono. Ia mengatakan, kondisi seperti saat ini sudah menjadi kesulitan warga desanya tiap kemarau.

Untuk mengatasi masalah ini, 2018 lalu melalui Dana Desa (DD) pihaknya telah membangun dua sumur bor di lokasi berbeda yakni terletak di RT 16 dan RT 23.

"Kedua sumur bor tersebut, saat ini sudah dimanfaatkan oleh warga," ujarnya.

Baca: Toyota Yaris 2020 Tak Hanya Bawa Basis Platform Mazda 2, Siapkan Fitur Baru

Baca: Penyebab Tiga Ekor Gajah Liar Serang Warga Batanghari, BKSDA Jambi Sebut Kolam Kering Karena Kemarau

Pembuatan dua sumur bor itu, katanya menelan dana sebesar Rp 41 juta. Masing-masing sumur menelan anggaran berbeda lantaran kedalaman sumur bor pun berbeda.

"Untuk sumur bor di RT 23 menggunakan dana sekitar Rp 20 jutaan dengam kedalaman 70 meter. Sedangkan RT 16 yaitu Rp 19 jutaan dengan kedalaman 40 meter," sebutnya.

Tahun ini, ada tiga pembangunan sumur bor dari dana Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) sebesar Rp 60 juta.

"Itu termasuk pemberdayaan ibu posyandu. Untuk pelaksanaan pembangunannya sendiri akan dilaksanakan pada November nanti. Dengan rentan waktu dua bulan atau 60 hari kerja," pungkasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved