Berita Jambi

Belum Ada Kepastian Pembangunan RTH di Lahan Eks Angso Duo, Pemprov Minta KPKNL Hitung Nilai Aset

Belum Ada Kepastian Pembangunan RTH di Lahan Eks Angso Duo, Pemprov Minta KPKNL Hitung Nilai Aset

Belum Ada Kepastian Pembangunan RTH di Lahan Eks Angso Duo, Pemprov Minta KPKNL Hitung Nilai Aset
tribunjambi/zulkifli
Lahan eks Pasar Angso Duo 

Belum Ada Kepastian Pembangunan RTH di Lahan Eks Angso Duo, Pemprov Minta KPKNL Hitung Nilai Aset

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan eks pasar Angso Duo, ternyata belum pasti.

Padahal rencana pembangunan RTH itu sempat digadang-gadang sebagai tindak lanjut pengosongan lahan Angso Duo lama dan pedagang dipindahkan ke Angso Duo baru.

Sekda Provinsi Jambi, M. Dianto ketika dikonfirmasi mengatakan, tahapan pengelolaan eks Angso Duo tersebut masih akan dibahas. Dia mengatakan, eks Angso Duo itu masih dalam bentuk aset lahan.

Baca: Jalin Kerjasama, PT EBN Sepakati Aturan Main Pemkot Jambi soal Pasar Angso Duo

Baca: Diduga Tewas Dianiaya Senior hingga Disuruh makan Kulit Jeruk, 5 Fakta Kematian Aurellia Qurrataini

Baca: Triwulan III, Progres Pekerjaan Fisik Sudah 35 Persen, Walikota Fasha Punya Catatan untuk Konsultan

“Nanti baru akan kita bahas, lahan itu akan dipergunakan untuk apa,” ujarnya.

Dianto menyebut, Pemprov Jambi meminta Kantor Pengelolaan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk menghitung berapa nilai aset eks Angso Duo tersebut.

Karena dari keseluruhan lahan, ada sebagian digunakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Jambi, untuk pintu air. Kemudian di bagian ujung juga ada tanah yang timbul dan cukup lebar.

Baca: Urai Kemacetan Lalu Lintas, 2019 Ini, Pemkot Jambi Pasang ATCS di 5 Simpang

Baca: Coba Kabur dari Kepungan Polisi, Pebalap Liar di Jambi,Malah Terjebak Jalan Buntu di Pemukiman Warga

Baca: Belum Ada Pembebasan Lahan, Fly Over di Simpang Mayang, Provinsi Rencanakan Bangun Tahun Depan

"Setelah ada hasil penilaian, barulag nanti akan dibahas akan dipergunakan untuk apa. Apakah akan dikomersilkan atau bagaimana,” bebernya.

Namun, persoalannya, pada saat MoU tahun 2003 lalu, telah terjadi kesepakatan antara Pemprov Jambi dengan pihak WTC Batanghari.

Dimana, dalam MoU tersebut, di dalam perjanjian disebutkan bahwa pengelolaan WTC sampai ke lahan ujung pasar Angso Duo lama.

"Tapi pembahasan akan tetap kita lanjutkan. Karena ada peraturan baru dari kementerian. Bahwa siapapun yang akan mengelola lahan eks pasar Angso Duo, maka harus mengikuti tender. Setelah pemenang tender didapat, baru dibuat kerjasama kembali antara Pemprov Jambi dan pihak ketiga,” bilang Sekda.

Apakah ada kekhawatiran jika timbul persoalan, atau tuntutan kepada Pemprov Jambi, lantaran melanggar MoU tahun 2003 itu, Dianto mengatakan tidak ada masalah. Karena aturan yang lama tidak bisa melawan peraturan yang baru dan lebih tinggi.

"Kita gunakan peraturan baru, meski ada MoU tahun 2003. Aturan lama bisa terhenti jika ada aturan baru yang muncul. Ada PP baru dari pusat,” bebernya.

Belum Ada Kepastian Pembangunan RTH di Lahan Eks Angso Duo, Pemprov Minta KPKNL Hitung Nilai Aset (Zulkifli/Tribun Jambi)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved