Lobi Berhasil, Kemensos Beri Bantuan Korban Kebakaran Kuala Simbur dan Pangkal Duri

Kementerian Sosial akhirnya kirim bantuan untuk korban kebakaran di Desa Pangkal Duri dan Kuala Simbur di Kabupaten Tanjab Timur.

Lobi Berhasil, Kemensos Beri Bantuan Korban Kebakaran Kuala Simbur dan Pangkal Duri
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kementerian Sosial akhirnya kirim bantuan untuk korban kebakaran di Desa Pangkal Duri dan Kuala Simbur di Kabupaten Tanjab Timur. 

Lobi Berhasil, Kemensos Beri Bantuan Korban Kebakaran Kuala Simbur dan Pangkal Duri

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pasca musibah kebakaran yang terjadi di Desa Pangkal Duri Kecamatan Mendahara awal bulan puasa lalu, saat ini Pemerintah Tanjab Timur berhasil mendapatkan bantuan dari Kementrian Sosial.

Dikatakan Kepala Dinas Sosial Tanjung Jabung Timur Ridwan ketika dikonfirmasi di ruangannya Rabu (31/7) mengatakan, meski proses lobian bantuan kementrian cukup memakan waktu. Pemda Tanjabtim telah beberapa kali berhasil meminta bantuan dari Kemensos.

"Beberapa bantuan yang kita terima untuk korban kebakaran tersebut di antaranya ada empat jenis bantuan yaitu bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR), Jaminan Hidup (jadup), Hunian sementara (huntara), dan Usaha ekonomis produktif (Uep)," ujarnya.

"Ini yang sudah merasakan masyarakat Desa Kuala simbur. Dan akan menyusul Desa Pangkal Duri yang secara administrasinya sudah selesai hanya menunggu proses transpor," tambah Ridwan.

Baca: Jelang Idul Adha, Warga Sumatera Selatan Mengadu Nasib Jualan Hewan Kurban ke Jambi

Baca: Wabup Amir Sakib Ingatkan Kades Soal Dana Desa: Jangan Sampai Terjerat Hukum

Baca: Pantau Realisasi Program, Amir Sakib Minta Kepala OPD Serahkan LPPK Setiap Bulan

Baca: Erupsi Gunung Kerinci Sudah Biasa dan Sering Terjadi, Masih Berstatus Level II (Waspada)

Baca: VIDEO: Bupati Muarojambi Berang Saat Rapat Paripurna DPRD Muarojambi

Dikatakannya pula, dari empat jenis bantuan ini hanya satu jenis bantuan tidak bisa dirasakan oleh para korban. Pasalnya bantuan ini hanya dapat diberikan kepada mereka yang memiliki usaha.

"Kalau bantuan BBR, Jadup, Huntara, semua bisa dapat. Sedangkan Uep hanya untuk pelaku usaha saja," ujarnya.

Pemberian bantuan ini pun dilakukan langsung oleh pihak kementrian ke rekening masing-masing korban. Pemda hanya membantu sebatas pendataan hingga pengajuan.

"Kami hanya sebatas pendataan dan administrasi di lapangan saja, sementara lainnya langsung dari pusat, " jelasnya.

Dijelaskannya pula, aturan main Kemensos sendiri cukup ketat, terutama dari pemberian bantuan BBR yang tidak diperkenankan adanya pembayaran upah saat melakukan pembangunan. Pekerjaannya juga dilakukan secara swadaya dengan cara berkelompok.

"Artinya tidak ada upah bagi tukang dan nantinya akan ada yang mendampingi dari pihak desa, Dinas Sosial dan pihak Inspektorat. Kemensos pun juga akan turun," bebernya.

Sekedar untuk diketahui besaran bantuan BBR sebesar Rp 15-25 juta, Jadul sebesar Rp 300 ribu per jiwa selama satu bulan, Huntara sebesar Rp 3 juta per rumah, dan Uep sebesar Rp 5 juta per tempat usaha.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved