Nyambi Jadi PSK Online, Janda Anak Satu Pegawai Honorer di Jambi Pakai Modus Baru Ini Gaet Pelanggan
Seorang pegawai honorer di Jambi terpaksa terjun ke dunia prostitusi online demi memenuhi kebutuhan hidupnya
Penulis: tribunjambi | Editor: bandot
Dari mulutnya meluncur cerita bahwa sudah tiga malam dia menginap di sana.
Baca: Aurel Hermansyah Anggap Ibu Tirinya Seperti Ini, Bandingkan Sikap Ashanty dan Krisdayanti saat Marah
Baca: Pakai Narkoba 20 Tahun, Kenapa Nunung Tetap Gemuk, Padahal Bisa Bikin Kurus, Ini Fakta Mengejutkan
Baca: Kisah Jelly Jelo Jadi SPG Otomotif, Ada Syarat Jalur Khusus Bos-bos Negoisasi di Kamar Apartemen
Tribun berhasil menemui Jasmine lewat satu di antara aplikasi chatting berbasis android.
Di aplikasi itu secara nyata ia menuliskan status 'open bo', sebuah kode yang berarti bisa diorder untuk cinta semalam.
Tak cuma status yang terang-terangan itu, ia juga mengunggah beberapa foto vulgar. “Stay di sini,” tulisnya sebagai pelengkap bumbu penggoda pada foto itu.

"Kirain tadi abang ga jadi datang, soalnya banyak yang PHP," ucap Jasmine sambil bersalaman dengan jurnalis Tribun yang terpaksa menyamar sebagai pelanggan.
Penyamaran dilakukan karena sebelum ini tidak ada yang mau diajak bertemu untuk wawancara saat secara terang-terangan diajak wawancara terbuka.
Jasmine mengaku sekarang banyak orang yang PHP (pemberi harapan palsu).
Calon tamu sudah janji akan datang setelah deal tarif kencan, tapi ditunggu malah tidak datang.
"Saya udah kenyang makan PHP, soalnya sudah sering banget," ucapnya, sambil merapikan sprei.
Cekatan tangannya memindahkan beberapa barang dari atas springbed ke rak.
Tas warna merah, ponsel kecil dan sebuah handuk putih berpindah posisi.
Peraduan itu menjadi rapi.
Di kamar yang berada di lantai tiga itu akhirnya terungkap bagaimana modus baru para PSK yang menggaet tamunya melalui aplikasi di smartphone.
Mereka adalah para PSK online, sebab ordernya secara daring (online), dalam praktik prostitusi online.
Jasmine yang mengaku berusia 23 tahun bilang saat ini mereka lebih suka menunggu tamu di hotel berbintang.
Pertimbangan utama adalah faktor keamanan, dan yang selanjutnya adalah aspek prestise.
Baca: Akibat Mabuk Berat? Hampir Pacaran dengan Ifan Seventeen, Juliana Moechtar Kecelakaan di Jalan Tol
Baca: Majikan saya sangat kejam Kisah TKW Turini setelah 21 Tahun Baru Bisa Dipulangkan dari Arab
Mereka merasa lebih berkelas beraksi di hotel berbintang daripada hotel melati.
Tarif hotel yang mahal mereka siasati dengan cara berbagi kamar sesama rekan seprofesi.