Viral

Sebelum 'Main' PSK Ini Pajang Fotonya Tak Berbusana, Satu Kamar Bisa 3 Wanita Sekaligus 'Bertempur'

Di Provinsi Jambi, untuk menemukan PSK melalui media sosial atau situs chatting ternyata tidaklah sulit.

Sebelum 'Main' PSK Ini Pajang Fotonya Tak Berbusana, Satu Kamar Bisa 3 Wanita Sekaligus 'Bertempur'
bbc.com
Ilustrasi 

Sebelum 'Main' PSK Ini Pajang Fotonya Tak Berbusana, Satu Kamar Bisa 3 Wanita Sekaligus 'Bertempur'

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus prostitusi online memang sulit dijangkau oleh pihak keamanan.

Tak heran jika para Pekerja Seks Komersial (PSK) masih bebas leluasa mencari melangganya melalui media sosial bahkan aplikasi chatting.

Di Provinsi Jambi, untuk menemukan PSK melalui media sosial atau situs chatting ternyata tidaklah sulit.

Sebelum 'Main' PSK Ini Pajang Fotonya Tak Berbusana, Satu Kamar Bisa 3 Wanita Sekaligus 'Bertempur'

Ilustrasi
Sebelum 'Main' PSK Ini Pajang Fotonya Tak Berbusana, Satu Kamar Bisa 3 Wanita Sekaligus 'Bertempur'(net)

Jasmine Sering Kena PHP Pelanggan

Jasmine menunjukkan senyum manis saat membuka pintu di tempatnya menginap, di sebuah hotel berbintang di Kota Jambi.

Kulitnya putih, rambutnya sekira sejengkal di bawah bahu.

Baca: Hobi Pamerkan Belahan Tubuhnya yang Ini, 7 Artis Film Horor Ini Bikin Pria Meleleh, Awas Gagal Fokus

Baca: Lekukan Tubuh Ayu Ting Ting Tampak Jelas Pakai Bikini di Kolam Renang, Gayanya Bikin Gagal Fokus!

Baca: Pegang Status Janda Tubuh Para Artis Cantik Ini Masih eksotis, Selintas Seperti Masih Perawan!

Baca: Ada Berperan Tanpa Busana, Intip 7 Artis Film Horor Indonesia yang Paling Bikin Gemetar Para Pria

Jasmine (bukan nama sebenarnya), adalah satu dari sekian banyak PSK yang memilih bertransaksi dengan pria hidung belang di hotel berbintang.

Tentu orang tak mengira bila ia pekerja seks komersil.

Penampilannya lazimnya tamu pada umumnya.

Saat disambangi Tribun di kamar hotel itu, ia memakai tanktop putih, dipadu dengan hotpants.

Dari mulutnya meluncur cerita bahwa sudah tiga malam dia menginap di sana.

Tribun berhasil menemui Jasmine lewat satu di antara aplikasi chatting berbasis android.

Di aplikasi itu secara nyata ia menuliskan status 'open bo', sebuah kode yang berarti bisa diorder untuk cinta semalam.

 

Tak cuma status yang terang-terangan itu, ia juga mengunggah beberapa foto vulgar. “Stay di sini,” tulisnya sebagai pelengkap bumbu penggoda pada foto itu.

"Kirain tadi abang ga jadi datang, soalnya banyak yang PHP," ucap Jasmine sambil bersalaman dengan jurnalis Tribun yang terpaksa menyamar sebagai pelanggan.

Penyamaran dilakukan karena sebelum ini tidak ada yang mau diajak bertemu untuk wawancara saat secara terang-terangan diajak wawancara terbuka.

Jasmine mengaku sekarang banyak orang yang PHP (pemberi harapan palsu).

Calon tamu sudah janji akan datang setelah deal tarif kencan, tapi ditunggu malah tidak datang.

"Saya udah kenyang makan PHP, soalnya sudah sering banget," ucapnya, sambil merapikan sprei.

Cekatan tangannya memindahkan beberapa barang dari atas springbed ke rak.

Tas warna merah, ponsel kecil dan sebuah handuk putih berpindah posisi.

Peraduan itu menjadi rapi.

Di kamar yang berada di lantai tiga itu akhirnya terungkap bagaimana modus baru para PSK yang menggaet tamunya melalui aplikasi di smartphone.

Ilustrasi prostitusi online
Ilustrasi prostitusi online (Kolase)

Mereka adalah para PSK online, sebab ordernya secara daring (online), dalam praktik prostitusi online.

Jasmine yang mengaku berusia 23 tahun bilang saat ini mereka lebih suka menunggu tamu di hotel berbintang.

Pertimbangan utama adalah faktor keamanan, dan yang selanjutnya adalah aspek prestise.

Mereka merasa lebih berkelas beraksi di hotel berbintang daripada hotel melati.

 

Ilustrasi prostitusi
Ilustrasi prostitusi (net)

Tarif hotel yang mahal mereka siasati dengan cara berbagi kamar sesama rekan seprofesi.

Satu kamar bisa diisi dua hingga tiga orang PSK.

Secara bergiliran tentu.

Siapa yang mendapat tamu maka dia yang memakai kamar.

Temannya akan menunggu di luar, biasanya di lobi hotel.

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Temannya akan masuk lagi setelah tamu rekannya itu sudah meninggalkan kamar hotel.

Begitulah siklus kehidupan di kamar hotel itu mereka buat, supaya semua aksi mereka bisa berjalan lancar.

Bagi mereka siklus seperti ini membuat untung semua pihak, termasuk tamunya.

"Tamu jadi lebih irit juga kan, soalnya dia gak perlu lagi booking kamar," katanya.

Baca: Sering Diintip Saat Main di Ranjang Bersama Istri, Pria Ini Bunuh Adik Iparnya dan Lakukan Gila Ini

Baca: Potongan Harga Gila-gilaan, Toyota Avanza dan Suzuki All New Ertiga Diskon Hingga Puluhan Juta

Baca: VIDEO Detik-detik Pebulu Tangkis Tercantik di Dunia Gunakan Bahasa Indonesia, Minta Dukungan

Tarif Rp 600 Ribu

Tarif terendah yang dipatok Jasmine untuk kencan singkat adalah Rp 600 ribu.

Pada saat menawarkan di awal kepada tamu yang ingin menggunakan jasanya, ia akan menyebut angka Rp 800 ribu.

"Biasanya tamu akan nawar. Tapi ada juga yang baik, gak nawar, langsung oke tarifnya segitu," terangnya.

Mengaku sudah lima tahun tinggal di Kota Jambi, ia juga bilang pernah menjadi SPG serta LC freelance.

Gampang-Gampang Susah

Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Jambi Arif Munandar saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu bilang tak gampang mendeteksinya.

"Memang sulit terdeteksi karena mereka yang di hotel-hotel mewah menggunakan jaringan online dan transaksinya juga online," katanya.

Namun untuk penindakan diakui Arif Munandar pihaknya tak punya wewenang.

Sejauh ini pihaknya hanya bisa melakukan pembinaan.

“Mereka yang terjaring razia misalnya setelah melalui assessment di dinsos kota atau kabupaten kemudian dikirim ke panti sosial kita untuk dilakukan pembinaan," katanya.

 

Selanjutnya melalui panti sosial PSK yang terjaring akan dibina selama satu tahun, dibekali dengan keterampilan, pembinaan spiritual dan psikologi sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.

"Biasanya dalam satu tahun ada 15 sampai 20 orang yang kita lakukan pembinaan dan kemudian setelah itu kita pulangkan ke daerah masing-masing," kata Arif.

Editor: Tommy Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved