Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Martak Sindir Prabowo Akan Tetap Dukung Jika Ikut 'Indonesian Idol'

Ketua Umum GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Ulama, Yusuf Martak mengatakan pihaknya kini tak lagi fokus pada dukungan kepada salah satu peserta

Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Martak Sindir Prabowo Akan Tetap Dukung Jika Ikut 'Indonesian Idol'
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak dan calon presiden Prabowo Subianto berada di tengah forum Ijtima Ulama II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018). Prabowo mendatangani pakta integritas sebagai wujud keseriusannya melaksanakan hasil rekomendasi Ijtima Ulama. 

TRIBUNJAMBI.COM- Ketua Umum GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Ulama, Yusuf Martak mengatakan pihaknya kini tak lagi fokus pada dukungan kepada salah satu peserta Pilpres 2019 yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Ia mengatakan dukungan di Pilpres selesai setelah berakhir pula tahapan Pemilu 2019.

Yusuf Martak berkelakar bahwa pihaknya akan tetap mendukung Prabowo jika yang bersangkutan ikut dalam ajang pencarian bakat menyanyi yang berlangsung konsisten dari tahun ke tahun.

“Kalau tetap mendukung (Prabowo) mau jadi apa lagi? Pilpres kan sudah selesai, kecuali kalau jadi Indonesia Idol, itu kan ada terus,” ungkap Yusuf Martak di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).

Mengenai langkah berikutnya, Yusuf Martak menegaskan GNPF Ulama akan menunggu masukan dari tokoh agama, ulama hingga tokoh masyarakat dalam penyelenggaraan Ijtima Ulama keempat.

Baca: Yakin Pasanganmu Masih Perawan, Ini 6 Tanda Fisik Wanita yang Sudah Tak Perawan Lagi, Mudah Dilihat!

Baca: Berbeda Pendapat dengan Amien Rais, Petinggi PAN Minta untuk Terlibat Bantu Visi Indonesia Jokowi

Ia juga menegaskan Ijtima Ulama keempat tak akan lagi membahas dukungan kepada Prabowo.

“Konsentrasi terkait Pilpres sudah selesai. Berikutnya kami akan ambil sikap setelah Ijtima Ulama keempat, bertindak sesuai arahan ulama dan habaib setelah melakukan evaluasi atas pelaksanaan putusan Ijtima Ulama sebelumnya,” terang Yusuf Martak.

Kata Sekjen FPI

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam atau FPI, Munarman menegaskan bahwa pihaknya tak perlu mengajukan izin kepada aparat keamanan untuk menggelar Ijtima Ulama keempat.

Karena menurut dia perizinan hanya diterapkan pada negara otoriter.

Halaman
1234
Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved