Dianggap Editan Foto Terlalu Berlebihan, Caleng Terpilih Digugat ke MK, Warga Milih karena Menarik

Evi Apita Maya, seorang caleg DPD Nusa Tenggara Barat (NTB) digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) gara-gara editan fotonya dinilai melewati batas wajar.

Capture Youtube /Kolase Tribunnews.com
Evi Apita Maya 

Perbuatannya ini diklaim berdampak pada suara Evi di NTB.

Disebutkan, Evi pada Pemilu 2019 pemilihan anggota DPD RI, mendapat suara paling banyak, yakni sebesar 283.932 suara.

Banyak masyarakat NTB memilih yang bersangkutan hanya karena mempertimbangkan kecantikan parasnya pada foto yang ada di spanduk.

"Perbuat calon nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya telah nyata mengelabui dan menjual lambang negara untuk simpati rakyat NTB," ungkap Heppy.

Baca: Jemaah Calon Haji Indonesia Mulai Besok Berangkat ke Mekkah Setelah Sepekan di Madinah Ini Kloternya

Baca: Kondisi Pagi Ini, Setelah Ridho Rhoma Masuk Penjara Lagi Ini yang Dilakukan Sang Ayah

"Paling tidak dapat dilacak dari pemilih yang memilihnya dengan alasan foto calon nomor urut 26, cantik dan menarik," ungkap dia.

Evi dinilai membohongi rakyat NTB.

Calon anggota DPD RI lainnya untuk Provinsi NTB juga disebut merugi atas perbuatannya itu.

Ia dituduh melanggar asas Pemilu soal kejujuran.

"Pemilih, Pemohon beserta calon anggota DPD RI lainnya merasa tertipu dan dibohongi. Dengan demikian telah melanggar asas Pemilu karena tidak jujur," pungkas Heppy.

Dituding curang

Halaman
1234
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved