22 SAD Kejasung Ikut Sunat Massal, Dua Orang Masuk Islam

Ahmad salah satu dari SAD Kejasung yang masuk Islam mengaku sudah mendapat izin dari ibu dan keluarga.

22 SAD Kejasung Ikut Sunat Massal, Dua Orang Masuk Islam
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Kepala KUA Maro Sebo Ulu, M. Mustopa Amin menuntun dua warga SAD Kejasung masuk Islam. 

22 SAD Kejasung Ikut Sunat Massal, Dua Orang Masuk Islam

TRIBUNJAMBI.COM, BATANGHARI - Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa Kejati Jambi ke 59, Kejati Jambi bersama Kejari Batanghari yang didampingi oleh Bupati Batanghari memberikan bantuan sosial kepada SAD di daerah Kejasung Desa Padang Kelapo, Kecamatan Maro Sebo Ulu (MSU), Selasa (9/7).

Selain memberikan bansos, puluhan SAD juga mengikuti sunat masal dan dua diantaranya masuk Islam. Ahmad salah satu dari SAD Kejasung yang masuk Islam mengaku sudah mendapat izin dari ibu dan keluarga.

"Sayo sudah ngomong, mak sayo cuma ngomong izin dulu dengan keluargo semuanyo," katanya.

Diakui oleh Ahmad, ia memang berkeinginan masuk Islam tanpa ada paksaan dari pihak manapun. "Sayo yang kepengen masuk Islam, dak ado paksaan samo sekali," ujarnya.

Baca: Pembahasan Jalur Tol Sumatera di Muarojambi Belum Final

Baca: Bastari Bawa Kabur Motor Penjual Mercon Demi Judi Poker

Baca: Ini Jadwal Keberangkatan CJH Jambi ke Tanah Suci

Baca: Rebut 25 Medali, Bungo Juarai Kejurprov Panjat Tebing di Tanjab Timur

Baca: Terseret Kasus Korupsi, 21 ASN Pemprov Jambi Dipecat

Disinggung perihal apa yang membuat Ahmad terketuk hatinya ingin masuk Islam, Ahmad mengaku sudah tidak sanggup lagi tinggal di dalam hutan tersebut. "Sayo sudah dak betah tinggal di Rimbo, karena sering berpindah- pindah terus. Dak telap sayo," ungkapnya.

Ahmad mengaku ingin memilih tinggal di wilayah pedesaan saja. "Sayo pengen tinggal di Desa Padang Kelapo, luas yang ditengok, lagian cari makan jugo enak. Di rimbo payah cari makan. Di rimbo gawe sayo cuma nebas tulah," pungkasnya.

Untuk diketahui, Ahmad awalnya bernama Melia, setelah ia memeluk Islam, namanya berubah menjadi Ahmad Hidiyah.

Pantauan di lapangan, Ahmad diIslamkan oleh Kepala KUA Maro Sebo Ulu, M. Mustopa Amin yang disaksikan oleh Kajati Jambi, Kajari Batanghari dan Bupati Batanghari.

"Alhamdulillah sudah disunat, dan masuk Islam. Kami akan terus membina saudara kita Ahmad jika mau belajar agama. Kami selalu siap selama jam kerja," ujarnya.

Rangakaian acara tersebut meliputi sunatan masal terhadap 22 SAD, pengislaman 2 SAD, penyerahan bantuan sosial jaminan hidup, memberikan bantuan pendidikan anak usia sekolah serta bantuan paket kesehatan dan pelayanan pemeriksaan anak.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved