Kisah Militer RI

IQ Pasukan Denjaka yang Lebih Pasukan Lainnya, Kekuatan 1 Personel Setara 100 Lebih Tentara Biasa

IQ Pasukan Denjaka yang Lebih Pasukan Lainnya, Kekuatan 1 Personel Setara 100 Lebih Tentara Biasa

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Denjaka TNI AL 

IQ Pasukan Denjaka yang Lebih Pasukan Lainnya, Kekuatan 1 Personel Setara 100 Lebih Tentara Biasa

TRIBUNJAMBI.COM - Cerita ini selalu berulang dan diketahui banyak orang akan kemampuan dari satuan elit TNI AL bernama, Detasemen Jalamangkara (Denjaka).

Bila pasukan khusus pada setiap negara dibekali ilmu, senjata dan fisik yang kuat.

Di Indonesia, semua itu juga diterapkan di semua pasukan khususnya.

Bahkan ada satuan pasukan khusus bernama Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) dari TNI AL. Satuan ini memiliki statemen "1 Denjaka = 120 TNI biasa".

Ya wajar saja, tidak hanya kuat fisik, ahli senjata dan pandai di daerah perairan. Denjaka juga menjadi sangat disegani karena miliki IQ di atas rata-rata orang pada umumnya.

Baca: Deretan Anak Artis yang Jadi Aparat, 1 dari 6 Jadi Satuan Elit Kopassus dan Tak Ikuti Jejak Ayahnya

Baca: Dahnil Anzar Beberkan Dampak yang Terjadi Bila Habib Rizieq Tak Dipulangkan, Singgung Dendam Politik

Baca: Penampakan Rumah Asli Istri Galih Ginanjar, Sempat Diserbu Netizen karena Ketahuan Sewa Rumah Mewah

Baca: Sonny Septian Bicara Kondisi Fairuz Usai Viral Kasus Ikan Asin: Suka Bengong dan Tiba-tiba Nangis

Baca: Suara Nyaris Hilang, Raffi Ahmad Terancam Tak Bisa Bicara, Dokter Minta Istirahat Ngomong 6 Bulan

Oleh karena itu, demi mendapatkan seorang Denjaka sejati, beberapa diantaranya akan menjadi paling diunggulkan karena memiliki skill melebihi prajurit biasa.

Di Indonesia pasukan khusus disiapkan dengan kemampuan dan tugasnya masing-masing.

Denjaka bukanlah pasukan yang sembarangan, prajurit di dalamnya merupakan gabungan dari pasukan elit TNI AL Kopaska dan Taifibi.

Pembentukan Denjaka berdasarkan instruksi dari Panglima TNI di masa lalu pada tahun 1984.

Baca: Warga Kediri Geger Lihat Anak Sapi Berkepala 2, Mata 4 & Telinga 3, Sang Induk Dijual Senilai Ini

Baca: Mahfud MD Tanggapi Video Viral Wanita Bawa Anjing ke Masjid: Polisi Harus Selesaikan Sebaik-baiknya

Istimewa dari pasukan ini selalu digadang-gadang bahwa pada 1 personil Denjaka sama dengan 120 orang prajut TNI biasa.

Pendidikan Keras dan Superketat Menjadi Denjaka

Dengan statemen “1 orang=120 orang”, artinya tidak mudah menjadi seorang Denjaka.

Bahkan katanya dari ratusan prajurit yang mendaftar hanya 50 orangan saja yang memenuhi kualifikasi penuh menjadi anggota pasukan khusus tersebut.

Pendidikan untuk bisa benar-benar menjadi seorang Denjaka tidaklah mudah.

Mereka akan mendapatkan pelatihan keras yang biasa dilakukan di Kawah Candradimuka, Situbondo.

Bahkan tahun-tahun sebelumnya tidak sedikit prajurit yang gagal dalam proses pendidikannya, dan hanya belasan saja yang diterima.

Baca: Terungkap Alasan Galih Ginanjar Sebut Ikan Asin ke Mantan yang Diduga Fairuz, Ini Kata Polisi

Baca: Pembangunan Arena MTQ di Bungo Dikebut, Pekerja Sampai Kerja Siang Malam

Denjaka
Denjaka (ist)

Bagi yang tidak berhasil dan gugur akan kembali lagi ke kesatuan sebelumnya.

Sementara jika prajurit berhasil masuk ke seleksi tahap 2 pun tidak semuanya bisa lolos.

Ya, pendidikan yang superketat dan superkeras ini harus dilakukan guna menjadi pasukan yang diunggulkan negara.

Detasemen Jela Mangkara (Denjaka) TNI AL
Detasemen Jela Mangkara (Denjaka) TNI AL 

Selain harus kuat secara fisik, para calon anggota Denjaka pun dituntut harus mempunyai IQ tinggi. Kenapa?

Ini karena pasukan elit Denjaka akan sering digunakan dalam masalah penyusupan di daerah operasi sehingga mereka harus bisa mengatasi masalah dengan cepat, baik secara individu maupun secara kelompok.

Selama dalam proses pendidikan, calon anggota hanya akan mendapatkan teori di dalam kelas 20% saja, selebihnya mereka akan berlatih langsung di dalam hutan, laut dan udara.

Ini karena mereka harus paham secara praktek bukan modal teroris yang nantinya akan sangat berguna untuk menjalankan misi rahasia secara sempurna.

Baca: 8 Waria dan PSK Digerebek Satpol PP Saat Razia di Pasar Jambi

Baca: Kasus Korupsi Irigasi Kerici, Ibnu Ziady Sebut Pembangunan Irigasi Masih Masa Pemeliharaan

Tidak mudah untuk bisa mendapatkan pelatihan dengan nilai sempurna, mereka harus mendapatkan pendidikan superketat dank eras, melakukan penyusupan dengan terjun payung, bergerak dengan cepat di dalam laut dan bertahan hidup di daratan.

Terpaan ombak di Laut Banyuwangi yang baisanya menghanyutakan perahu para nelayan harus bisa di atasi, mereka harus bertahan sekaligus menyelamatkan diri sendiri dan anggota lainnya.

Bahkan mereka kerap dilatih dengan kaki dan tangan yang terikat. Sangat berat sekali bukan

Setelah berhasil melawan ganasnya ombak dilautan, hal selanjutnya yang perlu calon anggota lakukan adalah bertahan hidup di dalam hutan, perbekalan yang diberikan pada para anggota pelatihannya hanyalah garam saja.

Latihan Militer Denjaka
Latihan Militer Denjaka (Tribunnews)

Bahkan air minum pun tidak dibekali. Mereka benar-benar harus mencari sendiri di dalam hutan.

Sementara proses pelatihannya biasanya dilakukan di Alas Purwo.

Tepat di tengah hutan, mereka harus bisa bertahan hidup selama berhari-hari.

Tak jarang mereka memutuskan untuk berburu binatang buas, seperti ular. Namun kalau mereka hanya mampu menangkap seekor monyet, maka binatang itulah yang akan menjadi santapannya.

Tapi bukan hanya sampai disitu saja, ada latihan udara yang harus dilalui para prajurit.

Baca: Kala Soekarno Berang dengan Malaysia Karena Ulang PM, TNI Ganteng Pierre Tendean Lakukan Serangan

Baca: Vanessa Angel Balas Komentar Jane Shalimar dengan Kata Menohok soal Hubungan Ia Bersama Sang Ayah

Ya, mereka akan melakukan terjun payung di atas udara. Mereka diharuskan terjun bebas pada malam hari, tujuannya adalah agar bisa memberikan pelatihan pada mereka jika sewaktu-waktu harus masuk ke lokasi musuh pada malam hari mengunakan parasut.

Kemampuan lain yang harus dimiliki seorang Denjaka seperti penggunaan kompas yang tepat sasaraan.

Biasanya proses pelatihan menggunakan kompas akan dilakukan di Banyuwangi sampai ke Surabaya.

SUMBER: Militer.id

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

IKUTI FANPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK:

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved