Kisah Militer RI
Nyamar Jadi Pedagang Durian, Badri Si Prajurit Kopassus Mampu Susupi Tubuh GAM dan Kelabui Bos Musuh
Nyamar Jadi Pedagang Durian, Badri Si Prajurit Kopassus Mampu Susupi Tubuh GAM dan Kelabui Bos Musuh
Selama tiga bulan lebih, ia mendapat tantangan dari GAM.
Ia beberapa kali mengecoh patroli TNI agar GAM tidak bisa disergap.
Bahkan, Sersan Badri diminta meloloskan anggota GAM ke Malaysia.
Baca: KPU Ajukan Rp 370 M Anggaran Pilkada Gubernur Jambi, Setelah Rasionalisasi Berkurang Jadi Rp 186,3 M
Yang paling gila adalah ketika Sersan Badri diminta menyembunyikan istri Panglima GAM.
Karena misinya yang sangat rahasia dan sedikit yang mengetahuinya, ia ditembaki oleh temannya sendiri ketika GAM dikepung oleh prajurit TNI.
Setelah Idul Fitri pada 2004, perintah menangkap hidup atau mati tiga pimpinan GAM, yaitu Muzakir Manaf, Sofyan Dawood, dan Said Sanan diturunkan.
Baca: Kabar Terkini Sutopo, Jenazahnya Telah Tiba di Tanah Air, Ini Video Live Streaming Kedatangannya
Sersan Badri memberikan informasi keberadaan tokoh penting GAM tersebut.
Ia memberitahu kepada induk pasukan bahwa ketiganya berada di Cot Girek.
Kemudian tanggal dan jam penyerbuan ditetapkan.
Kopassus menyerbu markas GAM di rawa-rawa Cot Girek.

Baca: Ada Apa di Tanggal 18 Juli? Ahok Disebut Bakal Beri Kejutan, Sang Putra Angkat Bicara
Baca: Indosat Ooredoo Gandeng Google Luncurkan Mobile Data Plan, Permudah Mengelola Kuota Internet
Satu target, Said Adnan dan ajudannya seorang desersi TNI berhasil dilumpuhkan.
Mereka tewas akibat tembakan di dada dan perut.
Namun, dua target lainnya berhasil lolos, yakni Muzakir Munaf dan Sofyan Dawood.
Mereka lolos dari penyerbuan karena menyingkir ke kawasan Nisam.
Baca: GEGARA Menolak Ajakan Berhubungan intim, Istri yang Mabuk Berat Potong Kemaluan Sang Suami
Kendati demikian, Sersan Badri berhasil menemukan senjata yang digunakan dan sumber dana GAM.
Tim intelijen Kopassus berhasil menemukan bongkar muat sebanyak 125 pucuk senapan milik GAM yang berhasil diselundupkan dari Thailand ke Malaysia
Sumber dana GAM berasal dari perdagangan ganja kering yang berasal dari Aceh Timur dan Aceh Utara.
Baca: Banjir di Sarolangun, Santri Terpaksa Mengungsi Akibat Tingginya Genangan Air
Baca: Sutopo Wafat, Farti Suandri : Jejak Pengabdian dan Dedikasinya Jadi Teladan Anggota Kagama
Baca: Bicara di Forum APEKSI, Walikota Sy Fasha Juga Promosikan Jambi di Indonesia City Expo 2019
Ganja tersebut dikirim melalui kapal kecil dari jalur laut ke Malaysia.
Selain itu, GAM juga meraup uang dari perusahaan besar yang beroperasi di Aceh dan warga setempat.
Mereka diwajibkan memberi dana perjuangan GAM mulai dari hewan ternak, sawah, dan kebun dikenakan pajak.
Baca: Todongkan Senjata Api ke Suporter Madura United, Oknum dari PSM Makassar Ini Berurusan dengan Polisi
Baca: Dishub Provinsi Jambi Wacanakan Penambahan Frekuensi Pelayaran Kapal Roro Kuala Tungkal - Batam
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:
IKUTI FANPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK: