Penjelmaan Kopaska setelah Mengenakan Topeng Tengkorak, Berubah Ganas Melibas Musuh di Pertempuran
Penampakan topeng tengkorak Kopaska berupa masker hitam dengan gambar tengkorak warna putih dan kaca mata hitam
Pembebasan kapal MV Sinar Kudus
Seperti yang terjadi di perairan Somalia pada 2011, saat pembajakan Kapal MV Sinar Kudus dengan 20 awak dari Indonesia oleh perompak Somalia.
Saat itu, kapal dan ABK ditawan bajak laut Somalia selama 46 hari, sejak 16 Maret 2011. Pembajak meminta uang tebusan 3,5 juta dollar AS.
Namun, penyerahan uang tidak dapat dilakukan begitu saja. Ada sejumlah persyaratan dan tata cara penyerahan yang berlika-liku, pembajak menolak menggunakan transfer.

Saat itu, uang tebusan didrop menggunakan pesawat terbang selama lima kali ke dek MV Sinar Kudus.
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Senin (2/5/2011), saat itu menuturkan pasukan elite TNI sempat mengejar rombongan terakhir perompak yang turun dari kapal.
Ada pasukan khusus dari Marinir, Kopaska, dan Komando Pasukan Khusus. Empat perompak kemudian ditembak mati dalam pengejaran itu.
Ternyata, pasukan TNI telah dikirim ke Somalia sejak 23 Maret 2011. Artinya, ketika selama berminggu-minggu terjadi polemik di media, atau ketika negosiasi sedang berlangsung, diam-diam pasukan TNI sudah dipersiapkan dan diterbangkan ke Somalia.
Gangguan dari Malaysia
Aksi lainnya saat menghalau gangguan dari Malaysia pada 2005. Kala itu, Indonesia tengah dilanda krisis perbatasan dengan negara tetangga di Ambalat.
Kopaska turun tangan menghadapi gangguan tersebut. Itu diceritakan dalam buku Kopaska Spesialis Pertempuran Laut Khusus.
Pihak Malaysia berusaha menganggu pembangunan mercusuar Karang Unarang, sejak dilakukan pembangunan mercusuar. Mereka memicu munculnya ombak besar melalui manuver kapal Marine Police dan TLDM dan terjun ke lokasi pembangunan. Bahkan menganiaya para pekerja di sana.
Suatu ketika, pada 1 April 2005, Malaysia menerjunkan kapal Marine Police dan TLDM, tak jauh dari tempat Kopaska bertugas.
Kapal patroli TNI AL, KRI Todong Naga (819) mengusir kedua kapal Malaysia dan meminta bantuan tim lain.
Serka Ismail bergegas meminta izin pada atasannya, komandan tim Kopaska, Lettu Berny.