Bocah 10 Tahun di Pati Dibakar Teman Mainnya, Alasannya Karena Dendam

Beberapa waktu yang lalu, warga Pati dikejutkan dengan peristiwa pembakaran yang menimpa bocah berusia 10 tahun.

Editor: Suci Rahayu PK
Tribun Jateng
Kondisi korban pembakaran oleh temannya di ruang PICU RSUP Kariyadi 

Bocah 10 Tahun di Pati Dibakar Teman Mainnya, Alasannya karena Dendam

TRIBUNJAMBI.COM - Dibakar temannya sendiri karena dendam, bocah 10 tahun di Pati terpaksa habiskan lebaran di rumah sakit.

Beberapa waktu yang lalu, warga Pati dikejutkan dengan peristiwa pembakaran yang menimpa bocah berusia 10 tahun.

Bocah berinisial MKM (10) ini dibakar oleh teman mainnya sendiri.

Baca: Rencana Tak Terduga Luna Maya dengan Faisal Nasimuddin Saat Syahrini & Reino Barack Mesra Bulan Madu

Baca: Wajah Merona Ranty Maria saat Tampil Tanpa Makeup, Mengapa Bisa Bersih dan Bibirnya Merah?

Baca: Ramalan Kesehatan Zodiak Kamis (13/6) - Capricorn Tubuhmu Kelelahan , Leo Gugup & Tertekan

Peristiwa itu tepatnya terjadi di Kecamatan Pucakwangi, Pati, Jawa Tengah.

Akibatnya, bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 SD itu terpaksa merayakan lebaran di RSUP Kariadi.

Mengingat dirinya menderita luka bakar di bagian muka dan beberapa bagian tubuhnya.

Peristiwa nahas ini terjadi pada hari Selasa (4/6/2019) silam.

Korban disiram spirtus dan campuran pertalite oleh temannya.

Mengutip dari TribunJateng, "Selasa siang sekitar jam dua, dia pulang sudah dengan keadaan terbakar sambil teriak panas.

Gak betah aku buk, panas," ujar Khusna (39) ibu korban saat ditemui, Rabu (12/6/2019).

Pagi harinya, korban sedang mengelap toples untuk lebaran bersama kakaknya.

Tak lama berselang, korban dipanggil pelaku untuk diajak bermain bersama seorang temannya lagi.

Baca: Nasib Pedagang Rujak Rp 60 Ribu Per Bungkus, Barang Lapaknya Dibuang ke Sungai hingga Diteror Orang!

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini (13/6) - Pisces Muncul Pesaing, Libra Tekanan Kerjaan Gemini Nikmati Waktumu

Beberapa saat sebelum insiden pembakaran, korban sempat pulang lalu pergi lagi.

Tepat pukul 14.00 WIB, korban pulang dengan kondisi muka terbakar.

Khusna dan suaminya, Masruin, langsung membawa korban ke Rumah Sakit Budi Agung Juwana.

Pihak rumah sakit kemudian menyarankan korban untuk dibawa ke RSUD Soewondo Pati.

Akhirnya, korban dirujuk ke RSUP Kariyadi karena menderita luka bakar yang parah.

"Saya tidak tahu kenapa seperti itu, katanya dendam.

Tapi tidak tahu dendam karena apa," lanjut Khusna.

Korban mengalami luka bakar yang parah di bagian wajah dan sebagian badannya.

Saat ini dirinya sudah selesai dioperasi.

Namun, keadaannya masih kritis di ruang ICU khusus anak-anak.

Khusna berharap putra tercintanya itu bisa sembuh dan kembali seperti semula.

Dirinya bersama suami juga harus berpikir keras untuk menanggung biaya pengobatan sang anak.

Baca: Terungkap di Sidang, Sekjen Paparkan Peran Menteri Lukman Hakim di Kasus Suap Jual Beli Jabatan

"Kalau biaya pasti kesulitan.

Orangtua pelaku mau membiayai tapi tidak sepenuhnya, dibagi tiga.

Tetap saja keluar banyak," ucap Masruin.

Hingga saat ini, biaya yang tercatat di rumah sakit mencapai Rp 40 juta.

Sementara BPJS mereka belum bisa aktif karena keluarga baru saja mendaftarkannya.

Masruin masih bingung mencari biaya untuk pengobatan sang anak.

Dia bahkan belum bisa memikirkan bagaimana perawatan korban nanti selepas keluar dari rumah sakit.

Karena tentu butuh perlakuan dan penanganan khusus hingga benar-benar pulih.

Termasuk obat semisal salep khusus dan sebagainya.

"Kami jalani ini dulu dengan ikhtiar dan doa.

Sekarang sudah dirawat, ini yang bikin lega sebagai orangtua.

Kami minta doa juga agar Irul segera sembuh dan pulih serta bisa belajar dan bermain lagi," tutur Masruin.

Untuk sekadar diketahui, orangtua korban hanya bekerja sebagai buruh tani dan kuli bangunan. (Tribunstyle/ Irsan Yamananda)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved