Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Bermula dari Suara Motor, Terjadi Bentrok Hingga 2 Tewas, 87 Rumah Dibakar dan Warga Harus Mengungsi

Sementara itu, puluhan rumah dibakar massa akibat bentrokan antara Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo tersebut.

Editor: Suci Rahayu PK
(KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE)
Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjend Pol Irianto, mengatakan, pemicu terjadinya pertikaian antara warga desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo karena salah paham. Kapolda memberikan keterangan kepada media saat mengunjungi lokasi bentrok dan korban kebakaran di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Kamis (6/6/2019) siang. 

Menurut Bupati Buton, La Bakri, ada sekitar 700 warga Desa Gunung Jaya mengungsi di rumah-rumah warga Desa Laburunci.

Lalu ada sekitar 87 rumah warga yang dibakar oleh sekelompok pemuda dari Sampuabalo.

3. Ratusan warga ketakutan dan mengungsi

Warga Desa Gunung Jaya terpaksa mengungsi sejak Rabu (5/6/2019).

Pasalnya, rumah mereka dibakar oleh sekelompok pemuda Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina.

“Kemarin sekitar jam 14.00, kami dengar bunyi bom. Kami langsung lari masuk ke hutan, kami tidak tahu bagaimana keadaan di kampung, kami larikan anak-anak dua orang,” kata seorang warga Desa Gunung Jaya, Mira, saat ditemui di tempat pengungsian, Kamis (6/6/2019).

Saat peristiwa pembakaran terjadi, lanjut dia, ratusan warga Desa Gunung Jaya, ketakutan sehingga lari menyelamatkan diri ke dalam hutan.

“Mereka (pemuda itu) mengamuk, pegang parang panjang, kami tidak punya-punya hanya lari saja, rumahku dibakar sudah hangus,” ujar dia.

Baca: TERBUKTI Memperkosa 25 Gadis Muda, Seorang Pengusaha Dieksekusi Mati, Sopirnya Divonis 18 Tahun

4. Sempat reda, bentrokan kembali terjadi

Setelah sempat kondusif, bentrokan antarwarga Desa Gunung Jaya dan warga Desa Sampuabalo kembali terjadi di Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (6/6/2019) sore.

Akibat bentrokan tersebut, dua warga Desa Gunung Jaya tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

“Untuk sementara yang meninggal dunia itu ada dua orang, delapan yang mengalami luka-luka dan dirujuk ke rumah sakit,” kata Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Djufri, Kamis (6/6/2019).

Ia menambahkan, saat ini dinas kesehatan terus memberikan pelayanan kepada korban bentrokan di Desa Sampuabalo.

5. Polisi tetapkan status Siaga 1

Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjend Pol Irianto, mengatakan, pemicu terjadinya pertikaian antara warga desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo karena salah paham. Kapolda memberikan keterangan kepada media saat mengunjungi lokasi bentrok dan korban kebakaran di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Kamis (6/6/2019) siang.
Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjend Pol Irianto, mengatakan, pemicu terjadinya pertikaian antara warga desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo karena salah paham. Kapolda memberikan keterangan kepada media saat mengunjungi lokasi bentrok dan korban kebakaran di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Kamis (6/6/2019) siang. ((KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE))

Kapolda Sultra menegaskan, warga dari dua duesa agar tidak terpancing dan terprovokasi untuk melakukan aksi balasan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved