Diduga Terkait Jaringan ISIS, Seorang WNI Ditangkap Polisi Diraja Malaysia, Densus 88 Akan Selediki

Tujuannya untuk menyelidiki seorang warga negara Indonesia yang ditangkap Polis Diraja Malaysia (PDRM) karena terkait dengan kelompok terlarang intern

Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

Melansir dari Kompas.com, diberitakan kepolisian Malaysia (PDRM) menangkap tiga tersangka teror yang terkait dengan kelompok ISIS.

Kepala Polisi Malaysia Abdul Hamid Bador pada Kamis (30/5/2019) mengatakan, tiga tersangka tersebut terdiri dari satu warga Malaysia, seorang warga negara Indonesia, dan satu lagi warga negara Bangladesh.

Para pria berusia antara 28 hingga 42 tahun itu ditangkap dalam operasi khusus Divisi Penanggulangan Terorisme Malaysia.

Melansir Channel News Asia, tersangka pertama yang diamankan adalah warga Malaysia berusia 42 tahun. Dia berprofesi sebagai kontraktor.

Pria tersebut ditangkap di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 17 Mei ketika berupaya menuju Mesir, untuk tujuan pergi ke Suriah.

Sempat Dirumorkan Tewas, Pemimpin ISIS Kembali Menampakkan Diri dalam Video untuk Pertama Kalinya dalam 5 Tahun
Sempat Dirumorkan Tewas, Pemimpin ISIS Kembali Menampakkan Diri dalam Video untuk Pertama Kalinya dalam 5 Tahun ((SITE Intelijen via The New York Times))

Dia telah berjanji setia dua kali kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi melalui Facebook.

"Tersangka juga seorang penganut setia ideologi Jihad Salafi yang menolak sistem demokrasi parlementer dan tidak mengakui Malaysia," kata Abdul Hamid.

"Bahkan setiap Muslim yang terlibat dalam pemilu dicap kafir dan dapat dibunuh," imbuh Abdul Hamid Bador.

Sementara itu, WNI yang ditangkap bekerja sebagai buruh di Keningau, Sabah, Marwan.

Ia diyakini memfasilitasi kelompok dari Indonesia yang menuju Filipina selatan untuk misi bunuh diri dari Sabah.

Halaman
123
Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved