Sekeluarga di Lumajang Jadi Pengedar Sabu, Bapak dan Anak Ditangkap Sedangkan Ibu Jadi Buron Polisi

Satu keluarga asal Desa Ranuwurung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang ditengarai menjadi pengedar sabu

Sekeluarga di Lumajang Jadi Pengedar Sabu, Bapak dan Anak Ditangkap Sedangkan Ibu Jadi Buron Polisi
(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YOUTUBE)
Sabu tangkapan petugas BNNP Kalbar. 

TRIBUNJAMBI,COM - Entah apa yang melatarbelakangi sekeluarga asal Desa Ranuwurung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang ditengarai menjadi pengedar sabu. Satu keluarga itu terdiri atas bapak, ibu, dan anak.

Polisi telah menangkap si bapak dan anak karena diduga menjadi pengedar sabu. Sedangkan sang ibu masih jadi buronan Polisi.

Berdasarkan keterangan Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban, kali pertama yang ditangkap adalah sang ayah, Sunaryo karena kedapatan memiliki sabu-sabu seberat 16,78 gram. Dia kini sudah mendekam di tahanan Mapolres Lumajang.

Baca: CCTV Ungkap Perusuh Kerusuhan Aksi 22 Mei Terima Amplop Sebelum Beraksi, Benarkah Amplop Bayaran?

Baca: Buat Status di Facebook dan Sudutkan Institusi Polri, Warga Lempur, Kerinci, Diamankan

Baca: Mudik 2019, Harga Tiket Bus Tujuan Pulau Jawa Naik 30 Persen, Penumpang Tetap Penuh

Baca: Banyak Potongan Harga, Pakai OVO Cash, Serba Murah di Hypermart

Kemudian pada Minggu (26/5/2019), jajaran Satuan Reskoba Polres Lumajang menangkap Budi Hermawan (22). Budi ini tidak lain anak Sunaryo. Dia ditangkap di rumahnya dengan kepemilikan sabu-sabu seberat 2,77 gram.

"Kami menemukan fakta yang cukup mencengangkan yakni satu keluarga pengedar narkoba. Sang ayah sudah ditangkap. Menyusul kemarin sang anak bernama Budi Hermawan. Sedangkan si Ibu sedang dalam pencarian dalam kasus yang sama," tegas Arsal melalui rilisnya, Senin (27/5/2019).

Arsal menyarankan kepada ibu tersebut untuk menyerahkan diri ke Mapolres Lumajang.

Arsal menegaskan dirinya bersama jajarannya akan terus memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Lumajang

"Saya tak akan melunak serta tak akan pandang bulu dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Lumajang. Saya lebih tega melihat pelaku merayakan hari raya di balik jeruji besi, ketimbang harus merusak ribuan penerus generasi bangsa," tegasnya.

Baca: Siapkan Pelayanan Terbaik, Angkasa Pura II Jambi Bersiap untuk Arus Mudik atau yang Tiba

Baca: Waketum PAN Kritik Tim Hukum Prabowo-Sandi yang Sampaikan Bukti Lemah Berupa Berita di Media Massa

Baca: Lonjakan Arus Mudik Diperikirakan H-5 Idul Fitri, Bus Penumpang Mulai Penuh, Hingga Lebaran

Baca: Dugaan Korupsi Pembangunan Unit Sekolah Baru SMK Lukman Al Hakim, Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

Kasat Reskoba Polres Lumajang AKP Priyo Purwandito menambahkan para pengedar narkoba itu melanggar Pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 UU RI No 35 tahum 2009.

"Pelaku akan mendapat ancaman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 8 miliar rupiah karena memang terbukti menyimpan, mengedarkan dan juga menggunakan narkotika tersebut," ujar Priyo.

Halaman
123
Editor: heri prihartono
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved