Pilpres 2019
Bukan Luhut Pandjaitan, Ryamizard Dinilai Bisa Jadi Utusan Jokowi Lunakkan Prabowo
Bukan Luhut Pandjaitan, Ryamizard Dinilai Bisa Jadi Utusan Jokowi Lunakkan Prabowo
Bukan Luhut Pandjaitan, Ryamizard Dinilai Bisa Jadi Utusan Jokowi Lunakkan Prabowo
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Usai pengumuman hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 hingga kini masih menyimpan hawa panas politik di negeri ini.
Dimulai saling adu klaim kemenangan antara Paslon 01, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi, Paslon 02 sesaat setelah hari pencoblosan (17 April), dengan berbekal hasil perolehan suara penghitungan masing-masing kubu.
Pengamat politik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul mengatakan, untuk membuat kondisi politik menjadi dingin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengirim Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (LBP) untuk menemui capres Prabowo Subianto.
Baca: PASUKAN Elite AS Bingung Melihat Ilmu Debus Diperagakan Kopassus, Disuguhi Ini Tambah Klenger
Baca: Oknum Anggota Polwan yang Diamankan Ketika Tiba di Bandara Juanda Bukan Karena Paham Radikal
Baca: Lebih 5 Tahun, Jabatan Sekertaris Dewan Provinsi Jambi dan Dirut Rumah Sakit Jiwa Akan Dievaluasi
Baca: Mengenai Pertemuan Jokowi dan Prabowo, Luhut Binsar Pandjaitan: Bola Panas Ada di Prabowo
Baca: Target Pembunuh Bayaran, Siapakah Gories Mere? Mantan Dandensus 88 yang Tangkap Abu Bakar Baasyir
Namun pertemuan tersebut ditunda.“Puncaknya, keputusan pemenang Pilpres 2019 yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tgl 21 Mei 2019, yang memenangkan paslon 01 berujung Aksi 22 Mei. Aksi damai yang berbuntut kekisruhan itu, menurut polisi diduga ditunggangi pihak ketiga. Efeknya membuat situasi politik tak kunjung reda. Masih panas, malah aksi 22 Mei dijadikan komoditas oleh oknum elit politik, untuk berlanjut saling serang argumentasi,” ujar Adib dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/5/2019) .
Untuk kedua kalinya, Presiden Jokowi atas inisiatif dirinya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), hasilnya mengutus JK bertemu dengan Prabowo Subianto pada Kamis (23/05/2019) malam.
Hasilnya hampir sama, kondisinya tak jauh berbeda dengan diplomasi yang dilakukan LBP.
Malah, Jokowi mengaku belum mengetahuinya tentang hasil pertemuan itu, karena belum bertemu dan berkomunikasi dengan JK.
“Kondisi politik saat ini hanya tertumpu pada tokoh sentral, yaitu Jokowi dan Prabowo. Pertemuan keduanya diyakini bisa menjadi obat mujarab untuk menyudahi rivalitas yang mengancam pada perpecahan anak bangsa. Jokowi dan Prabowo bertemu, membuat sedikit pernyataan kepada rakyat Indonesia, maka selesai sudah sengkarut politik ini,” ungkapnya.
Baca: Tangis Sedih Ani Yudhoyono Disebut Pura-pura Sakit Diungkap SBY Ketika Jalani Perawatan Kanker Darah
Baca: Ramalan Cinta Zodiak Rabu (29/5) - Scorpio Single Bermain dengan Pesonamu, Ambil Keputusan Leo!
Baca: SEPASANG Pelajar Melakukan Hubungan Intim, Mengejutkan Si Cewek Mengaku Sudah Senior di Ranjang
Baca: Reaksi Kesal Luna Maya Lihat Istri Reino Barack Dinyinyirin Sosok Ini Usai Syahrini Isi Acara Shopee

Menurutnya, Presiden Jokowi mempunyai kartu truf yang bisa menjembatani konflik politik saat ini.
Dia adalah Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, menteri Pertahanan.
Alumni Akabri tahun 1974 ini adalah satu angkatan dengan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto.
“Pertama, Kenapa Ryamizard? Mantan KSAD ini bisa memecahkan kebuntuan dengan "Diplomasi Satu Kamar" yang dimilikinya.
Kedekatan karena satu leting pasti lebih mengenal seluk beluk masing-masing pribadi, antara Ryamizard dan Prabowo.
Hal ini yang tak dimiliki "Juru Runding" Jokowi lainnya.
Personal approach atau pendekatan pribadi dari Ryamizard bisa menjadi kunci utama. Ini bisa menjadi poin penting dalam berkomunikasi dengan Prabowo,” bebernya.
Baca: Mahfud MD Sebut MK Tak Boleh Diteror Siapapun & Peluang Kemenangan Prabowo-Sandi Digugatan Pilpres
Baca: Pemkab Sarolangun Tiga Kali Berturut-turut Raih Opini WTP Dari BPK RI Perwakilan Jambi
Baca: Kapolri Blak-blakan Ungkap 4 Nama Tokoh Nasional Sasaran Tembak Mati Pembunuh Bayaran di Aksi 22 Mei
Baca: Mengapa Wiranto, Budi Gunawan, Luhut & Gories Mere Jadi Sasaran Pembunuhan Perusuh Aksi 22 Mei?
Kedua, Ryamizard Ryacudu, sejak pensiun, dalam kontestasi politik dinilai sebagai Jenderal yang tak gampang mengumbar rivalitas dengan mengeluarkan statement kontroversial kepada lawan politik Jokowi.
“Mantan Pangkostrad itu terkenal Jenderal 'profesional' bekerja sesuai tupoksinya. Jiwa negarawan itu yang dimiliki Ryamizard, sama halnya yang dimiliki oleh Prabowo. Chemistry ini yang dimiliki Ryamizard Ryacudu untuk melunakkan Prabowo Subianto,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ryamizard Dinilai Bisa Jadi Utusan Jokowi Lunakkan Prabowo
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:
IKUTI FANSPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK: