Ramadhan 2019

2 Hari Matahari Tepat di Atas Kakbah Pada 10 Hari Akhir Ramadhan, BMKG Sarankan Muslim Lakukan Ini

Fenomena matahari tepat berada di atas Kakbah bakal terjadi besok pada 27 Mei 2019 dan 28 Mei 2019 atau pada 22 - 23 Ramadhan 1440 H

2 Hari Matahari Tepat di Atas Kakbah Pada 10 Hari Akhir Ramadhan, BMKG Sarankan Muslim Lakukan Ini
net
Ilustrasi 

Penentuan Arah Kiblat Berdasarkan Peristiwa Rashdul Qiblah

Langkah pertama yakni menentukan lokasi masjid, mushalla, langgar atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya.

Sediakan tongkat lurus panjang 1 sampai 2 meter dan peralatan untuk memasangnya.

Kemudian siapkan tiga jam yang sudah diakuratkan waktunya secara tepat dengan radio/televisi/internet atau dengan mengklik jam.bmkg.go.id.

Baca: Syarat, Niat, dan Tata Cara Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan 1440 H, Menurut Ustaz Abdul Somad

Baca: Uang di Rekening 7 Orang di Garut Ludes Gara-gara Menggunakan VPN, Penjelasan 5 Bahaya Instal VPN

Baca: Curhat Sedih Istri Ketiga Ustaz Arifin Ilham, Mengenang Anaknya yang Belum Sempat Dipeluk Abi

Baca: Hasil Akhir Final Copa del Rey, Kalah Lawan Valencia, Messi Gagal Bawa Dua Trofi Musim Ini

Langkah kedua cari lokasi di samping atau di halaman masjid yang masih mendapatkan penyinaran matahari pada jam-jam tersebut serta memiliki permukaan tanah yang datar.

Selanjutnya pasang tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul, persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya Rashdul Qiblah agar tidak terburu-buru.

Langkah ketiga saat Rashdul Qiblah berlangsung amatilah bayangan matahari yang terjadi (toleransi kurang lebih 2 menit).

Di Indonesia Peristiwa Rashdul Qiblah terjadi pada sore hari sehingga arah bayangan menuju ke timur.

Sedangkan yang menuju ke arah barat agak serong ke utara merupakan arah kiblat yang tepat.

Langkah ke empat buat garis yang menghubungkan sisi pangkal dan ujung bayangan, untuk menghindari pergerakan bayangan saat matahari bergerak.

Ke lima gunakan tali dan mistar siku untuk mensejajarkan garis bayangan ini kedalam masjid, langgar, mushalla atau rumah.

Rashdul Qiblah. Yaitu, ketentuan waktu di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

Sehubungan itu, kaum muslimin dan pengurus takmir masjid/mushalla yang akan memverifikasi kesesuain arah kiblat, dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, menentukan lokasi masjid, mushalla, langgar, atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya.

Sediakan tongkat lurus panjang 1 sampai 2 meter dan peralatan untuk memasangnya. Siapkan juga jam/arloji yang sudah dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/televisi/internet;

Kedua, cari lokasi di samping atau di halaman masjid yang masih mendapatkan penyinaran matahari pada jam-jam tersebut serta memiliki permukaan tanah yang datar. Pasang tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul.

Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya rashdul qiblah agar tidak terburu-buru;

Ketiga, saat rashdul qiblah berlangsung amatilah bayangan matahari yang terjadi (toleransi +/- 2 menit).

Di Indonesia peristiwa rashdul qiblah terjadi pada sore hari sehingga arah bayangan menujuu ke Timur. Sedangkan bayangan yang menuju ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang tepat;

Keempat, gunakan tali, susunan tegel lantai, atau pantulan sinar matahari menggunakan cermin untuk meluruskan lokasi ini ke dalam masjid/rumah dengan menyejajarkannya terhadap arah bayangan.

Selain tongkat lurus, menara, sisi selatan bangunan masjid, tiang listrik, tiang bendera, atau benda lain yang tegak juga bisa digunakan untuk melihat bayangan.

Editor: bandot
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved