Fatimah Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran, Kue Tradisional Sarolangun Sampai Dikirim ke Malaysia

Sebentar lagi Ramadan akan berakhir dan berganti dengan hari kemenangan dalam suasana Idul Fitri.

Fatimah Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran, Kue Tradisional Sarolangun Sampai Dikirim ke Malaysia
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Kue Papan khas Sarolangun. 

Jelang lebaran, pesanan kue khas Sarolangun meningkat tiga kali lipat. Bahkan dipesan hingga Mayasia.

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Sebentar lagi Ramadan akan berakhir dan berganti dengan hari kemenangan dalam suasana Idul Fitri.

Bulan Ramadan juga menjadi berkah bagi para pengrajin kue tradisional di Kabupaten Sarolangun. Salah satu pengrajin kue ibu Fatimah, warga Kelurahan Sukasari, Sarolangun.

Pada hari-hari biasa Fatimah memang membuat kue. Namun pada bulan puasa dan mendekati lebaran seperti ini Ia kebanjiran pesanan kue bahkan tiga kali lipat dari biasanya.

"Kito biso tigo kali lipat, soalnyo masukan ke swalayan juga, pesanan orang dan untuk paket," kata Fatimah, Jumat (24/5).

Melonjaknya pemesanan bisa dilihat dari bahan baku kue yang biasanya hanya 20 kg, namun saat puasa meningkat sampai 60 kg untuk satu jenis kue. Dan praktis omsetnya meningkat.

"Lumayan lah untuk lebaran hahahaha," ujarnya dengan senyum.

Baca: HUT Ke-73 Pemkot Jambi, Komisi IV DPRD Kota Jambi Minta Kuota Jambi Bugar Ditingkatkan

Baca: Giat Selesai, Sekwan Pastikan Semua Anggota DPRD Kota Jambi Hadir Paripurna Istimewa

Baca: Sindiran Tompi ke Amien Rais Tanpa Tedeng Aling-aling, Kebanyakan hoaks nih Pak Amien Rais

Baca: Sandro Tewas Tertembak di Jakarta, Warga Merangin Jambi Korban Kerusuhan 22 Mei

Kue buatan bu Fatimah ini kue khas Sarolangun yang masih bertahan hingga kini. Seperti Kue Roti Papan dihargai harga 20 ribu per bungkus, Putri Salju 60 ribu dan kipang 12 ribu dan kue pletek ketawo.

Dua hari jelang lebaran Fatimah juga membuat kue basah tradisional seperti lapis legit dan berbagai kue basah lainnya.

"Deket lebaran ibu bikin kue basah tradisional, kita atur waktu dan seminggu sebelum lebaran stok kue kering," katanya.

Untuk target jelang lebaran ini, kurang lebih sampai ratusan bungkus dan pesanan banyak kue kering.

Sayangnya, tahun ini harga bahan kue naik. Namun demikian ia tetap tak mau mengurangi takaran maupun menaikkan harga kue buatannya. "Dak mau kecewakan konsumen tetap harga kemarin," ujarnya

Kue rumahan buatan Fatimah sudah didukung oleh Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Tak heran jika produk tradisional buatannya sudah dipasarkan ke luar daerah bahkan sudah sampai ke luar negeri.

"Batam, Bengkulu, Malaysia," tutupnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved