Benarkah Kasus di Nipah Panjang Terkait Virus Cacar Monyet? Dinas Kesehatan Akan Lakukan Pemeriksaan

Kasus gatal-gatal yang menyerang warga Nipah Panjang, dikhawatirkan terkait dengan virus Mongkeypox (cacar monyet) yang lagi diwaspadai.

Benarkah Kasus di Nipah Panjang Terkait Virus Cacar Monyet? Dinas Kesehatan Akan Lakukan Pemeriksaan
Express
Penderita penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kasus gatal-gatal yang menyerang warga Nipah Panjang, dikhawatirkan terkait dengan virus Mongkeypox (cacar monyet) yang lagi diwaspadai akhir-akhir ini.

Dinas Kesehatan Tanjab Timur akui belum terima laporan adanya kasus gatal-gatal yang menyerang warga Kelurahan Nipah panjang 1 dan 2 sebulan terakhir. 

Kabid P2P Dinas Kesehatan Tanjab Timur, Jumiati pada Tribunjambi.com mengaku belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kasus gatal-gatal yang menyerang warga Nipah.

Pihaknya juga perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan bahwa kasus yang terjadi di Nipah Panjang ada kaitannya dengan virus Monkeypox yang tengah beredar saat ini.

“Kita belum bisa simpulkan karena akan melakukan pengecekan lebih lanjut. Yang jelas virus tersebut berasal dari negara luar Afrika dan di Singapura sudah ada ditemukan kasus. Untuk di Nipah ini kita akan melakukan pengkajian lebih dalam lagi untuk menentukan penyebab,” jelasnya.

Baca: Puluhan Warga Tanjab Timur Terserang Gatal, Diduga Akibat Air Sungai Tercemar

Baca: Satgas Pangan Tanjab Timur Temukan Susu Kedaluarsa di Pasar, BPOM Uji Bahan Jajanan Takjil

Baca: Cegah Aksi Kriminal, Puluhan Bus di Merangin Dihentikan Paksa, Polisi Geledah Semua Barang Penumpang

Baca: Proses Tender di Muarojambi Meleset dari Target, Sekda Akan Tegur Kepala OPD

Baca: Pasar Beduk di Batanghari Sumbang Sampah 2 Ton Setiap Hari, Mulai Sampah Plastik hingga Kelapa Muda

Selain itu, faktor air sungai yang tercemar dapat mempengaruhi terjadinya alergi dan gatal. Kata Jumiati pihaknya perlu melakukan pengecekan lebih lanjut.

Untuk mengantisipasi penularan virus Monkeypox atau cacar monyet ke Kabupaten Tanjab Timur, Jambi, pihak Dinas Kesehatan Tanjab Timur telah meningkatkan kewaspadaan dan memberikan edaran ke Puskesmas di setiap daerah khususnya di wilayah pesisir dan jalur masuk para pendatang.

“Kita telah mengirimkan surat edaran kepada setiap Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjab Timur untuk mencegah masuknya penyakit baru ini,” ujarnya.

Virus Monkeypox sendiri biasanya ditularkan melalui hewan pengerat ke manusia. Sementara  penularan dari manusia ke manusia masih jarang terjadi.

Gejala dari cacar monyet yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas. Ruam (bentol) pada kulit, biasanya akan muncul pertama pada bagian wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapular), melepuh berisi cairan bening, melepuh berisi nanah, kemudian mengeras.

Baca: VIDEO: Ustaz Arifin Ilham Meninggal di Malaysia, Ucapan Bela Sungkawa Banjir di Media Sosial

Baca: Ini Besaran Zakat Fitrah yang Ditetapkan Kemenag, MUI dan Pemkab Batanghari

Baca: Sidak di Pasar Muara Sabak Barat, Satgas Pangan Tanjab Timur Temukan Penjual Daging Salahi Prosedur

Baca: Puluhan Kendaraan dari Riau Menuju Kota Jambi Digeledah, Polres Muarojambi Lakukan KKYD

Baca: Gulai Belut Khas Rantau Panjang yang Favorit saat Ramadan, Istri Gubernur Jambi Sampai Belajar Masak

Gatal-gatal yang menyerang warga Nipah Panjang, Tanjab Timur.
Gatal-gatal yang menyerang warga Nipah Panjang, Tanjab Timur. (tribunjambi/Abdullah Usman)
Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved