Pemilu 2019

TNI/Polri Kerahkan Ratusan Ribu Personil, Titiek Soeharto Ungkap Aksi 3 Hari Akan Damai, Kecuali

Titiek Soeharto ungkap aksi unjuk rasa tersebut untuk memprotes penyelenggaraan Pemilu 2019 yang dinilai penuh kecurangan.

TNI/Polri Kerahkan Ratusan Ribu Personil, Titiek Soeharto Ungkap Aksi 3 Hari Akan Damai, Kecuali
kompas tivi screenshot
Titiek Soeharto 

Unjuk rasa ini diinisiasi oleh mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat

Mayjen (Purn) Kivlan Zen ini juga ingin membuktikan bahwa 'People Power' bukan sebuah

bentuk unjuk rasa untuk menggulingkan pemerintahan. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Adapun tuntutan yang ingin disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang rencananya digelar tiga hari berturut-turut itu yakni meminta penyelenggara Pemilu mendiskualifikasi pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Karena menurutnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf telah curang dalam mengikuti Pemilu Presiden 2019.

Tuntutan diskualifikasi juga dipilih, karena pemungutan suara ulang akan memakan biaya yang sangat tinggi.

"Harapannya didiskualifikasi, mana yang curang? Petahana yang curang ini harus didiskualifikasi. Jadi kalau kita ulang lagi ini mahal sekali makan waktu, biaya mahal sekarang saja sudah Rp 25 triliun, hasilnya kaya gini," kata Titiek.

"Apakah kalau kita ulang dengan another 25 triliun hasilnya akan lebih baik? Siapa tahu mengulang yang ini lagi. Tapi kalau memang sudah curang dan di UU nya sudah ada, ya harus di dis (dikusalifikasi), ya di-dis gitu," kata Titiek.

FPI Kerahkan Massa

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Ustaz Sobri Lubis mengatakan massa FPI akan ikut turun dalam aksi unjuk rasa Gerakan Kedaulatan Rakyat pada 20, 21 dan 22 Mei 2019.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved