Minggu, 3 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Mengulik Bisnis Anak Presiden Soeharto vs Jokowi - Properti, Konstruksi vs Pisang & Martabak

Mengulik bisnis anak-anak mantan Prsdien Soeharto dan Jokowi. Bagaimana perbandingannya?

Tayang:
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Suci Rahayu PK
Kolase
Mengulik Bisnis Anak Presiden Soeharto vs Jokowi - Properti, Konstruksi vs Pisang & Martabak 

Mengulik Bisnis Anak Presiden Soeharto vs Jokowi - Proterti, Konstruksi vs Pisang & Martabak

TRIBUNJAMBI.COM - Mengulik bisnis anak-anak mantan Prsdien Soeharto dan Jokowi.

Bagaimana perbandingannya?

---

Baca: Disebut Selingkuh dari Luna Maya, Begini Klarifikasi Hubungan Sebenarnya Syahrini dan Reino Bartack

Baca: Ada Yel-yel Dukung Prabowo dan Minta Jokowi Diskualifikasi, Najwa Shihab: Ini Ijtima Ulama Atau BPN?

Baca: Bisnis Anak-anak Soeharto Kena Semprit Jenderal Benny, Sang Ayah Balas Kemudian Hari

Baca: Lobi-lobi Pengusaha dan Bupati Sri Wahyumi, Bagaimana Fee 10 Persen Ditukar Perhiasan Mewah?

Pada 1984, sejumlah menteri merasa risau dengan anak-anak Soeharto yang sudah tumbuh dewasa dan berbisnis.

Saat ini, anak-anak Soeharto mulai berbinis, tapi dengan cara memanfaatkan kekuasaan bapaknya.

Bisnis anak-anak Soeharto bahkan merambah ke soal pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) yang seharusnya ditangani pemerintah dan ABRI/TNI, bukan oleh warga sipil.

Ketika ada kesempatan bermain billiar dengan Soeharto, Benny Moerdani yang saat itu menjabat sebagai Panglima ABRI memberanikan diri ‘menegur’ Pak Harto.

Tommy Mandala Putra, anak kelima Soeharto (Kiri) bersama Soeharto dan Ibu Tien
Tommy Mandala Putra, anak kelima Soeharto (Kiri) bersama Soeharto dan Ibu Tien (Tribun Timur)

Teguran Benny Moerdani ke Soeharto itu terkait bisnis anak-anaknya yang sudah merambah ke mana-mana dan terkesan memonopoli.

Soeharto ternyata tidak terima oleh teguran Benny yang dianggap sangat kurang ajar.

Setelah itu, hubungan Pak Harto-Benny Moerdani memburuk.

Benny Moerdani kemudian dicopot dari jabatan Panglima ABRI, meski belakangan Soeharto menolak jika disebut pencopotan Benny akibat ‘teguran maut’ yang telah dilakukannya.

Suatu hari, pada Agustus 2004, Soeharto menjenguk Benny yang sedang sakit keras dan terbaring di Rumah Sakit RSPAD, Jakarta.

Di depan Benny, Soeharto secara terus-terang mengakui bahwa teguran yang pernah dilontarkan Benny pada 1984 ternyata benar.

Akibat bisnis anak-anaknya yang ikut memicu krisis ekonomi dan kemarahan rakyat terhadap keluarga Pak Harto, pada 21 Mei 1998, kekuasaan Pak Harto tumbang.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved