Berita Muarojambi
Dua Laporan Pencabulan Anak Sejak Januari 2019, Dinsos Muarojambi Bentuk Forum Anak Sailun Salimbai
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPA) Kabupaten Muarojambi membentuk forum anak Sailun Salimbai
Penulis: Samsul Bahri | Editor: bandot
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPA) Kabupaten Muarojambi membentuk forum anak Sailun Salimbai dengan merekrut anak-anak SMA yang ada di Kabupaten Muarojambi.
Disampaikan oleh Kepala Dinsos- PPA Kabupaten Muarojambi, Zarkasi bahwa ini dilakukan sebagai bentuk upaya untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Muarojambi.
"Jadi anak-anak SMA ini kita ambil dari setiap kecamatan yang nantinya forum tersebut akan melakukan sosialisasi ke sekolah, masyarakat mengenai pencegahan terhadap pelecehan seksual di kalangan anak-anak,"jelasnya
Selain itu, ditambahkan Zarkasi bahwa pihaknya ke depan akan membentuk UPTD-UPTD untuk menerima laporan yang ada di Kecamatan.
Sehingga nantinya, masyarakat, keluarga atau korban bisa melaporkan terhadap apa yang terjadi pada dirinya.
Baca: Ini Nurul Bashirah, Puteri Muslimah Indosiar 2019, Lulusan Univ Brawijaya Malang yang Wakili Bandung
Baca: 15 Petugas KPPS Dipanggil Bawaslu Sarolangun, Dugaan Coblos 39 Surat Suara di TPS 04 Teluk Kecimbung
Baca: Selisih Ratusan Triliun Rupiah, Bandingkan Proyek Usulan Anies Baswedan & Biaya Pemindahan Ibu Kota
Baca: Siapa Sebenarnya Eva Kusuma Sundari? Mengapa Politikus PDIP yang Vokal Ini Tak Lolos
Baca: Prof Mahfud MD Peringatkan pada Pembawa Acara TV One yang Coba Potong Narasinya Soal Gari Keras
"Kemarin itu sudah ada kita lakukan pelatihan, Insha Allah dalam waktu dekat UPTD itu sudah bisa terbentuk,"katanya
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan sampai dengan tahap desa-desa yang di anggap rawan sebagai zona terjadinya kekerasan seksual.

Sementara itu, terhadap korban dalam kasus pelecehan seksual pihaknya melakukan pembinaan.
"Itu kita lakukan pembinaan kepada korban agar korban tidak mengalami trauma yang mendalam. Sehingga nantinya dia bisa beraktifitas dan berkegiatan seperti biasanya,"tuturnya
Januari sampai dengan April 2019, setidaknya sudah ada dua laporan kasus pelecehan seksual yang dialami anak dibawah umur.
Kedua laporan itu, disebut Zarkasi sudah di limpahkan ke Polres Muarojambi.
"Itu ada dua laporan dan sudah dilimpahkan ke Polres. Untuk itu, kitw menghimbau kepada orang tua, terutama anak secara personal untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, dan tetap mengikuti adat istiadat,"ucapnya
"Kami juga minta seluruh pihak termasuk majelis taklim, untuk saling menyampaikan dan mengingatkan kepada sesama,"pungkasnya