Breaking News:

KIRIM SMS ke Istri Sebelum Bakar Diri, Begini Isi SMS Terduga Pembunuh Wanita di Hotel

TRIBUNJAMBI.COM - Tersangka pembunuhan wanita di basement Hotel The Media sempat mengirim SMS ke

bbc
Ilustrasi jenazah 

"Kemarin itu suaminya bingung kok sampai pukul 17.30 belum datang dan ditelepon enggak aktif, di-WA pun enggak ada balasan. Akhirnya karena suaminya curiga atau feeling enggak enak, disusul lah ke parkiran di sini. Jadi suaminya datang (ke hotel) itu sekitar jam 18.50," ujarnya.

Saat suami korban, Hengki tiba di hotel, mobil IC sudah terparkir di basementseperti biasa. Namun, Hengki terkejut menemukan sang istri sudah tergeletak di kursi tengah.

Setelah penemuan tewasnya wanita berinisial IC (44) di dalam mobil polisi sempat kewalahan mengungkap kejadian sadis tersebut.

Kronologi Kejadian

Korban diketahui baru saja pulang dari kantor dan memarkirkan mobil di basement hotel.

Korban biasanya memarkirkan mobil setiap pukul 17.00 WIB dan tiba di rumah pada pukul 17.30 WIB. Lalu korban akan menggunakan ojek untuk pulang ke rumahnya.

Namun, pada Kamis (18/4/2019) kemarin korban tak pulang tepat waktu seperti biasanya sehingga membuat keluarga khawatir.

"Kemarin itu suaminya bingung kok sampai pukul 17.30 belum datang dan ditelepon enggak aktif, di-WA pun enggak ada balasan. Akhirnya karena suami curiga atau feeling enggak enak, disusul lah ke parkiran di sini. Jadi suaminya datang (ke hotel) itu sekitar jam 18.50," ujar Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar AKP Ade Candra, Jumat (19/4/2019).

Saat suami korban, Hengki, tiba di hotel, mobil IC sudah terparkir di basement seperti biasa. Namun, Hengki terkejut menemukan sang istri sudah tergeletak di kursi tengah.

Polisi belum mengetahui penyebab tewasnya korban dan masih dalam proses visum.

Periksa CCTV

Polisi juga belum memperoleh banyak informasi meski sudah memeriksa beberapa saksi dan CCTV.

"Terus rekaman CCTV pun minim, cuma ada di pintu masuk hotel, gerbang. Di rekaman itu juga kami lihat posisi pas datang sendiri," ucap Ade.

Berdasarkan keterangan saksi, korban hanya datang sendiri ke hotel seperti hari biasanya untuk memarkirkan atau mengambil mobil.

"Sekuriti yang kasih karcis pun melihat sendiri dia," katanya.

Selidiki Cairan Pembersih Lantai

Hal yang cukup janggal dari kasus ini adalah adanya porstex atau cairan pembersih lantai di sekitar mobil korban.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian Rishadi menyebut polisipun belum tahu apakah benda tersebut berhubungan dengan kematian korban atau hanya kebetulan.

"Soal porstex (pembersih lantai) masih kami kembangkan. Apakah itu untuk menghilangkan nyawa atau bau," kata Arie saat dikonfirmasi, Sabtu (20/4/2019).

Arie menuturkan, ada beberapa barang korban yang hilang seperti tas, telepon genggam, dan kunci mobil.

Ia belum bisa memastikan, apakah tewasnya Indrawati karena murni pembunuhan atau pencurian. "Belum bisa kami pastikan (motifnya)," ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap suami korban, Idrawati tak memiliki masalah dengan orang lain. Korban diketahui memiliki hubungan baik dengan orang lain.

"Hanya memang korban ini parkir saja diparkiran hotel tersebut. Jadi bukan tinggal di sana, hanya parkirkan mobil di sana, setiap jam 17.00 pulang lalu jalan ke rumahnya," kata Arie.

Saat diperiksa, bekas cekik ditemukan di leher korban. Meski demikian, polisi belum bisa menyimpulkan bahwa IC merupakan korban pembunuhan lantaran masih menunggu hasil visum.

"Pas olah TKP itu ada bekas kayak tekanan di leher, cuma kami tunggu dulu hasil visum yang nanti nyatain kan," tutur Ade.

Dian Eka Putra, satpam The Media Hotel yang membunuh Indrawati di hotel tersebut mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri tak lama setelah beraksi pada Kamis (18/4/2019).

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian mengatakan, Dian diduga merasa bersalah karena menghabisi nyawa Indrawati.

"Dia merasa berdosa, dia merasa malu dengan istrinya sehingga yang bersangkutan mengakhiri hidupnya," kata Arie dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

Arie menuturkan, sesaat sebelum mengakhiri hidupnya, Dian sempat mengirimkan pesan kepada istrinya.

Dalam pesan itu, ia mengaku telah melakukan pembunuhan serta berniat mengakhiri hidupnya.

"Daripada kamu malu punya suami pembunuh, lebih baik aku mati saja. Jaga ibu, jaga anak kita, makamin aku deket makam papa," bunyi pesan tersebut.

Adapun, aksi bunuh diri itu dilakukan dengan cara membakar diri di ruang ganti satpam di hotel yang sama.

Aksi bakar diri dilakukan beberapa saat setelah polisi tiba di lokasi untuk melakukan penyelidikan.

"Waktu kami interogasi juga sudah keringatan, keringatan dingin, kami pikir ini orang kenapa? Tapi kita masih melakukan olah TKP juga," ucap Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar AKP Ade Chandra.

Wakapolres Metro Jakpus AKBP Aetrie Ardian Rishadi, menceritakan terungkapnya pelaku pembunuh wanita itu berawal dari penemuan tas korban dan kunci mobil korban di dalam gudang dekat mayat satpam.

"Berawal dari penemuan barang bukti ini polisi sudah mulai curiga," tegas Kapolres Arie saat didampingi Kasat Reskrim AKBP Tahan Marpaung.

Begitu petugas mendapat titik terang adanya barang bukti milik korban dekat jenazah security yang tewas terbakar alibi polisi sudah mengarah ke Dian Eka Putra.

Hingga akhirnya petugas gabungan Polsek Sawah Besar dan Polres Metro Jakarta Pusat, segera melakukan pengejaran pelaku sebenarnya.

Berkat kesigapan petugas, polisi kemudian menelusuri pelaku pembunuh wanita. Hingga petugas pun kemudian mendatangi rumah satpam hotel yang dicurigai petugas.

Petugas menemu R istri satpam untuk memperjelas keberadaan suaminya yang tewas bakar diri.

Berawal dari pengakuan istri akhirnya terkuak kalau motif pembunuhan wanita itu langsung terungkap.

R mengaku kalau sebelum bakar diri, suami SMS meminta agar jasadnya di makamkan di Bekasi.

Sang istri juga mengaku kalau suaminya nekat berbuat karena mau bayar cicilan sepeda motor.

Selain itu di CCTV satpam Dian Eka Putra, juga terlihat usai membeli porstek untuk menghilangkan jejak.

Dan pelaku juga benar-benar sudah merencanakan semua ini. "Kasus ini dihentikan karena diperkirakan pelaku sudah meninggal bakar diri," tegas Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian Rishadi.

Dian Eka Putra Ketua Komunitas Motor

Meninggalnya Dian Eka Putra (35) seorang sekuriti Hotel Media Sheraton menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga maupun kerabat dekat korban.

Dian ditemukan tewas dalam peristiwa kebakaran salah satu gudang yang ada di basement hotel Media pada Kamis (18/4) malam.

Beberapa kerabat yang mengetahui rekannya meninggal dunia pun mendatangi rumah duka yang ada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Diketahui jika Dian merupakan salah satu ketua Komunitas Motor Aerox di Jakarta, tak hayal beberapa rekan komunitasnya mendatangi RSCM.

Adam (27) salah satu rekan komunitas korban mengaku kaget mendengar kabar meninggalnya Dian.

Padahal sejak sore, korban aktif chatting di group komunitas motornya.

Namun pagi tadi, kabar mengejutkan diterima rekannya jika Dian meninggal Dunia.

"Kita tahu pagi tadi bilangnya kecelakaan tapi kita ngak tahu, pas tahu ternyata kecelakaan kerja di tempat kerjanya sebagai sekuriti hotel di Sawah Besar," kata Adam, Jumat (19/4/2018).

Dian sendiri menurut rekannya sudah sejak lama bekerja sebagai sekuriti hotel, bahkan dia juga sudah lama menjadi ketua komunitas Aerox di Jakarta.

Menurut informasi yang didapat Dian meninggal dunia setelah kehabisan oksigen ketika kebakaran terjadi di salah satu gudang hotel.

"Sebenarnya kita sendiri juga tidak tahu penyebabnya gimana, cuma yang saya tahu kehabisan oksigen. Mungkin dia mau padamin api atau bagaimana terjebak, hingga akhirnya kehabisan oksigen dan meninggal dunia," katanya.

Beberapa rekan korban mengaku sangat terpukul atas meninggalnya Dian dalam musibah tersebut, apalagi korban memilik dua anak dan satu istri yang kini telah ditinggalkan.

Dalam kesehariannya Dian dikenal sosok yang sangat baik dan berjiwa kepemimpinan.

"Orangnya hambel, baik juga berjiwa pemimpin apalagi dia sebagi koordinator aerox di Jakarta tentu kami pasti kehilangan, makannya kami rekan komunitas Jabodetabek datang kemari," ucapnya.

Dikatakan Adam, dalam Kebakaran tersebut korban mengalami beberapa luka bakar yang melukai tubuhnya.

Meski begitu pihaknya belum mengetahui apakah korban akan dimakamkan pada hari ini, karena masih menunggu beberapa pihak keluarga yang akan ke RCSM Jakarta. (TribunStyle.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wanita yang Tewas Dalam Mobil di The Media Hotel Dibunuh Satpam Hotel"

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Kasus Pembunuhan Wanita dalam Mobil di Hotel The Media Langsung Disetop, Terkuak Sosok Pembunuhnya,

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul "Sebelum Bunuh Diri, Satpam Pembunuh Wanita di Basement SMS Istri 'Daripada Kamu Malu, Aku Mati Saja"

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved