Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ketua Muhammadiyah Serukan Jangan Ada Pengerahan Massa, "Pemilu Sudah Selesai"

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah KH Haedar Nashir mengimbau semua pihak tidak memobilisasi massa

Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJATIM.COM
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah KH Haedar Nashir seusai meletakkan batu pertama pembangunan gedung 31 lantai Universitas Muhammadiyah Surabaya, Selasa (23/4/2019). 

Ketua Muhammadiyah Serukan Jangan Ada Pengerahan Massa, "Pemilu Sudah Selesai"

TRIBUNJAMBI.COM, SURABAYA - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah KH Haedar Nashir mengimbau semua pihak tidak memobilisasi massa dalam menyikapi hasil Pemilu 2019 saat diumumkan KPU 22 Mei nanti.

"Tidak perlu mobilisasi massa. Kasihan rakyat yang setahun ini sudah mengerahkan pikiran dan tenaganya. Insyaallah semua berjalan dengan baik," kata Haedar.

Haedar ditemui saat meletakkan batu pertama pembangunan gedung 31 lantai Universitas Muhammadiyah Surabaya, Selasa (23/4/2019).

Haedar meminta elit politik yang ikut dalam Pemilu menyelesaikan persoalan melalui proses hukum yang ada dan tidak perlu mengerahkan massa.

BACA JUGA:

Hasil Real Count KPU Terbaru, Rabu Ini Pukul 11.30 WIB, Perolehan Prabowo-Sandi Turun Tipis

Tak Kuat Ditagih Caleg karena Perolehan Suara Kecil, Timses Depresi Pasrah Dimandikan Ustaz di Waduk

Pembakaran Kotak dan Surat Suara Pemilu 2019 di Sungaipenuh, Diperkirakan 700 Surat Suara Terbakar

KPU Sarolangun Akui Kesulitan Masuk ke Situng KPU RI, Scan Formulir C Tuntas

"Pak Amien (Rais) dan para reformis, ketika amandemen UUD 1945, mereka pelopor Indonesia jadi negara hukum."
"Oleh karena itu saya percaya semua elit bangsa dan negara muaranya menyelesaikan masalah pada proses hukum," ujarnya.

Menurutnya kemajuan bangsa Indonesia itu jauh di atas kepentingan apapun.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat menebar pesan bahwa setelah pemungutan suara pada 17 April kembali bekerja lagi, produktif, bersatu dan menatap masa depan untuk Indonesia yang lebih baik lagi.

"Kami sudah mengirimkan edaran untuk warga Muhammadiyah, jadilah warga negara yang "uswah hasanah" yakni jadi teladan baik bagi masyarakat sekitar," ucap Haedar.

"Pemilu sudah selesai, mari berjabat tangan kembali, lalu kita terima hasilnya dengan jiwa besar," paparnya.

Bagi yang menang dalam kontestasi Pemilu, Haedar meminta untuk tetap rendah hati dan menunaikan amanah dengan baik.

Sementara bagi yang belum memperoleh mandat harus berjiwa besar dan bekerja untuk bangsa.

BACA JUGA:

Hasil Real Count KPU Terbaru, Rabu Ini Pukul 11.30 WIB, Perolehan Prabowo-Sandi Turun Tipis

Tak Kuat Ditagih Caleg karena Perolehan Suara Kecil, Timses Depresi Pasrah Dimandikan Ustaz di Waduk

Pembakaran Kotak dan Surat Suara Pemilu 2019 di Sungaipenuh, Diperkirakan 700 Surat Suara Terbakar

KPU Sarolangun Akui Kesulitan Masuk ke Situng KPU RI, Scan Formulir C Tuntas


Dia mengungkapkan, pada Senin (22/4/2019) malam, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundang tokoh organisasi masyarakat untuk mengawal Pemilu sampai pengumuman 22 Mei, dimana KPU, Bawaslu, MK berjalan dengan jujur adil transparan dan akuntabel.

Hal kedua yang disampaikan Wapres JK ialah sengketa Pemilu harus diselesaikan lewat proses yang sudah ditetapkan di konstitusi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved