JOHN Kei si Pembunuh Sadis, Blak-blakan Ungkap Kenapa Bertobat: Begini Kehidupan Barunya di Penjara

TRIBUNJAMBI.COM - Sosok yang dulu dikenal kejam dan tak kenal ampun John Refra Kei, kini telah bertobat dan

JOHN Kei si Pembunuh Sadis, Blak-blakan Ungkap Kenapa Bertobat: Begini Kehidupan Barunya di Penjara
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
John Kei 

Dilansir dari Kompas.com, John Kei kemudian menjadi Ketua Angkatan Muda Kei sejak tahun 1998.

Beberapa sumber menyebut jika organisasi itu dibentuk setelah kerusuhan di Tual, Pulau Kei pada awal tahun 2000.

Berawal dari seorang diri, John Kei akhirnya punya belasan ribu pengikut setia.

3. Berjuluk 'Godfather of Jakarta'

John Kei disebut-sebut memiliki bisnis jasa pengamanan, jasa penagihan, jasa konsultan hukum, dan pemilik sasana tinju Putra Kei yang memberi pemasukan pada keluarga John.

Namun kehidupan John Kei tidak bisa lepas dari catatan kriminal.

Bahkan John Kei sempat disandingkan dengan mafia di Italia dan diberikan gelar 'Godfather of Jakarta' karena bisnisnya seperti mafia.

4. Kasus John Kei yang Berurusan dengan Aparat

Dilansir dari Kompas.com, Pada tanggal 12 Oktober 2004, nama John Kei kembali dikaitkan dengan Basri Sangaji.

Basri tewas ditembak di bagian dada saat berada di dalam kamar 301 Hotel Kebayoran Inn, Jakarta Selatan. Di dalam kasus ini, John Kei lolos dari jeratan hukum karena tidak terbukti terlibat.

Pada tanggal 11 Agutus 2008, John bersama adiknya, Tito Refra, benar-benar harus hidup di balik bui di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya karena menganiaya dua pemuda

Pada 4 April 2010, massa Kei bentrok di klub Blowfish dengan massa Thalib Makarim dari Ende, Flores. Dua anak buah John Kei tewas.

Perseteruan antara massa dari Flores dengan loyalis John juga kembali terjadi saat persidangan kasus Blowfish digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 29 September 2010.

Terakhir, John Kei berurusan dengan aparat pada kasus pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung.

Nyawa Ayung dihabisi di sebuah kamar hotel 2701 di Sawah Besar pada Selasa, 27 Januari 2012 lalu.

Ia ditemukan tewas dalam keadaan luka parah di bagian leher dan puluhan luka tusukan pada sekujur tubuhnya.

5. Vonis 16 Tahun Penjara

MA pun menjatuhi hukuman John Kei terkait kasus pembunuhan Ayung menjadi 16 tahun. Vonis itu lebih lama dua tahun dari tuntutan jaksa.

"Diputuskan Rabu, 24 Juli 2013 lalu. Vonisnya 16 tahun penjara," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur melalui pesan singkat, Senin (29/7/2013).

Ridwan enggan menjelaskan alasan majelis memperberat vonis bagi John Kei.

6. John Kei di Mata Keluarga

Adik Kandung John Kei, Tito Kei sempat membagikan sikap John Kei di mata keluarga. Tito membuka tanggapan dengan membantah semua kasus yang beredar terkait dengan John Kei.

"Terkadang ada adik-adik kita yang buat onar dan bilangnya anak buah John Kei. Padahal, sama sekali tidak disuruh, karena kadang mereka kesal kakak saya diapain, terus mereka tidak terima dan bertindak sendiri," ungkap Tito, Selasa (21/2/2012), dalam perbincangan dengan Kompas.com di Rumah Sakit Polri Soekanto, Jakarta.

"Coba saja yang kenal dekat dia. Pasti akan bilang dia orang paling baik karena dia sangat peduli dengan adik-adik atau orang-orang susah. Orangnya dermawan," tutur Tito.

7. Sisi Putih John Kei

Tito Kei menyebutkan jika kakaknya telah membangun sebuah gereja dan rumah pastor di kampung halaman mereka di Pulau Kei.

"Kami mulai dari nol. Tukang dan bahan semua kami bawa dari Jawa. Rencananya April 2013 akan pemberkatan gereja," imbuh Tito.

Gereja itu dibangun selama empat tahun dari tahun 2007 sampai tahun 2011. Dana pembangunan didapat dari pemerintah daerah sebesar Rp 100 juta.

"Tapi gereja itu biayanya miliaran, akhirnya kakak saya yang bantu semua," jelas Tito lebih lanjut.

Selain membangun gereja, John juga memutuskan untuk membantu 20 rumah warga di Pulau Kei yang masih beratapkan jerami.

Tito menjelaskan jika John juga sempat membantu Umar Kei, keponakan John Kei, dengan memberikan lampu-lampu taman di halaman masjid.

"Kalau ada yang bilang John Kei dan Umar Kei itu berseteru, itu tidak benar. Perseteruan itu hal yang biasa, tapi kami bisa rujuk lagi," pungkas Tito.

8. Berada di Penjara Khusus

John Kei ditempatkan di dalam satu kamar dengan kamera yang mengintai sepanjang waktu. Selain semua aktifitasnya terpantau oleh kamera, ia juga dilarang berinteraksi dengan napi lainnya.

Ia juga dibatasi untuk keluar dari sel selama satu jam saja dalam waktu satu hari. Kunjungan keluarga pun dibatasi di lapas Nusakambangan. Hal itu harus dialami oleh John Kei selama masa tiga bulan.

9. John Kei Kini Telah Bertobat

Dilansir TribunWow.com dari Nawalaksp.id, Selasa (12/11/2018), John Kei mengaku menghabiskan waktunya dengan membaca dan beribadah.

"Saya dulu tidak pernah ada waktu untuk ibadah. Tapi Nusa Kambangan membawa Tuhan hadir di diri saya," kata John Kei.

Ia pun mengaku menyesal dengan perbuatannya dan ingin menghapus masa lalunya tersebut.

Dirinya juga ingin mendekatkan diri pada Tuhan dan meminta bantuan dari Tuhan agar mampu bertahan di masa hukumannya.

"Kalau saya mati, saya mau masuk surga. Bukan masuk neraka kerena bunuh diri," katanya.

Meskipun baru menjalani lima tahun hukuman penjara, John Kei mengaku sudah banyak perubahan terjadi di dirinya. John pun kini menjadi pengkhotbah dan memberikan pencerahan bagi narapidana lainnya.

"Saya ingin menjadi manusia baru ketika saya keluar dari penjara. Saya menyerahkan hidup saya pada Tuhan," pungkas John.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Alasan John Kei Pembunuh Sadis Pilih Bertobat, Ini Kehidupan di Balik si 'Godfather of Jakarta'

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul John Kei si Pembunuh Sadis Blak-blakan Ungkap Kenapa Bertobat, Begini Kehidupan Barunya di Penjara,

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved