TERUNGKAP Sosok Menteri yang Mau Booking Vanessa Angel tapi Jaksa Tak Bakal Memanggil ke Sidang

Keberadaan menteri yang akan booking Vanessa Angel ini diperkuat keterangan pengacara mucikari Siska, Franky Desima Waruwu, yang membeberkan bahwa ter

TERUNGKAP Sosok Menteri yang Mau Booking Vanessa Angel tapi Jaksa Tak Bakal Memanggil ke Sidang
Kolase/TribunJambi.com
Ilustrasi Sosok Rian dan Vanessa Angel 

Namun permintaan ini ternyata ditolak, lantaran Vanessa lebih memilih langsung menemani booking out (BO) dari pada sekedar makan malam mimik-mimik cantik.

Mangkirnya Rian Bikin Geram

Di bagian lain, sejumlah pihak dalam kasus prostitusi online baik dari penasehat hukum tiga terdakwa mucikari maupun Vanessa Angel mengaku geram dengan ketidakhadiran pria bernama Rian Subroto.

Pasalnya, sejak awal penangkapan hingga persidangan, sosok Rian ternyata tidak pernah muncul. Salah satu kekesalan terhadap Rian ini diungkapkan oleh kuasa hukum Vanessa Angel, Milano.

Milano yang sejak siang tadi mengawal Vanessa Angel, mengungkapkan bahwa, sejak awal penangkapan hingga persidangan saat ini, Rian Subroto tak pernah menampakkan batang hidungnya.

Milano menceritakan, sejak awal penangkapan kliennya, ada kejanggalan terhadap sosok Rian.

Saat ditangkap di dalam kamar hotel, petugas hanya melakukan penangkapan terhadap Vanessa Angel. Sedangkan Rian sendiri, hingga masa persidangan ini berjalan, tidak pernah sekalipun diperiksa oleh polisi.

"Saat Vanessa ditangkap, yang katanya di dalam kamar hotel, si Rian itu langsung mundur (memperagakan tubuhnya mundur) gini. Jadi yang dibawa ke Polda Jatim itu ya cuma Vanessa Angel," kata Milano, Senin (8/4/2019).

Sidang perdana dua mucikari Vanessa Angel di PN Surabaya, Senin (25/3/2019) siang.
Sidang perdana dua mucikari Vanessa Angel di PN Surabaya, Senin (25/3/2019) siang. (Surya)

Milano menambahkan selama masa pemeriksaan maupun penahanan, Vanessa Angel tidak sekalipun pernah dipertemukan dengan sosok Rian.

Bahkan, saat dimintai keterangannya sebagai tersangka (Vanessa), tidak pernah sekalipun dikonfrontir dengan Rian.

"Dalam kasus prostitusi, baik si laki-laki dan perempuan harus bebarengan. Kalau tidak, bagaimana mengetahui ada perbuatan prostitusi. Jadi harus berdua, tidak bisa sendiri-sendiri (diperiksa), untuk mensinkronkan. Kalau satu mengakui, satu tidak, terus bagaimana, kan jadi tidak sinkron. Jadi tolong hadirkan si Rian, supaya jelas ini barangnya," pungkasnya.

Desakan senada juga disampaikan oleh Franky Desima Waruwu, kuasa hukum muncikari Endang Suhartini alias Siska.

Ia menyatakan telah meminta pada majelis hakim untuk memanggil Rian sebagai saksi dalam persidangan.

"Dan dalam persidangan tertutup tadi, hakim sudah memerintahkan pada jaksa agar menghadirkan Rian ke persidangan," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum mucikari Tentri Novanta, Robert Mantinia, juga mendesak agar jaksa menjemput paksa Rian.

Sebab, Rian dianggap mengetahui aliran dana dan tahu persis saat kejadiannya, apakah termasuk melakukan perbuatan prostitusi itu atau tidak.

"Kalau masalah prostitusi ini adalah perbuatannya, yang harus dibuktikan dengan fakta persidangan adalah perbuatannya. Jadi Rian harus menjelaskannya. Rian harus dihadirkan dalam persidangan," tegasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Novan Arianto memastikan jika Rian tidak akan hadir dalam persidangan yang sudah kedua kalinya ini.

Hal ini disebabkan, surat panggilan terhadap Rian yang beralamat di Lumajang, tidak terkonfirmasi.

Jaksa dengan bantuan penyidik Polda Jatim, hingga kini belum dapat mengkonfirmasi keberadaan Rian.

"Kami sudah panggil, penyidik pun mengalami kesulitan (memanggil)," tandas Novan.

Editor: andika arnoldy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved