Drama Korea

Sinopsis 100 Days My Prince Episode 7, di Trans TV, Kisah Cinta Putra Mahkota yang Diperankan DO EXO

Drama Korea 100 Days My Prince berkisah tentang putra mahkota Lee Yool (D.O EXO) yang hilang ingatan saat dirinya melarikan diri

Sinopsis 100 Days My Prince Episode 7, di Trans TV, Kisah Cinta Putra Mahkota yang Diperankan DO EXO
tvN
Sinopsis dan Live Streaming Drama Korea 100 Days My Prince Episode 7, Tayang di TransTV tayang Selasa (2/4/2019) hari ini pukul 18.00 WIB 

--

Won Deuk mengikuti penjahat itu.

Ternyata mereka adalah orang suruhan Tuan Park.

Won Deuk baru pulang ke rumah di malam hari, Hong Shim amat cemas menunggunya.

--

Hong Shim mengobati luka pada lengan Won Deuk karena goresan pedang.

Won Deuk berkata ia akan menghukum penjahat itu, tapi Hong Shim berkata rakyat jelata seperti mereka tak usah memikirkan itu.

Karena balas dendam hanyalah untuk orang yang berkuasa.

--

Jung Je Yoon menitipkan surat pada Ae Wol dan berkata akan ada orang yang menghampirinya dan mengambil surat itu.

Ae Wol harus berhati-hati.

Benar saja, ia dihampiri seorang pria yang mencari surat itu.

--

Won Deuk meminta Hong Shim untuk tidur di kamarnya.

Hong Shim gelisah dan tak bisa tidur.

--

Surat rahasia yang dititipkan pada Ae Wol diserahkan pada wakil PM Kim Cha Eon.

Namun, Cha Eon langsung tahu bahwa surat itu bukan surat rahasia dari putra mahkota.

--

Tengah malam, ayah Hong Shim pergi ke tempat dimana ia mengubur pakaian terakhir yang dikenakan Won Deuk saat pertama kali ditemukan.

--

Yoon Seok Ha, kakak Yoon Yi Seo atau Hong Shim, teringat kejadian 10 tahun lalu saat keluarganya dikudeta dan dibantai habis-habisan.

Seok Ha dan Yi Seober lari dan bersembunyi.

Karena Yi Seo tak lagi kuat berlari, Seok Ha menyembunyikannya di dedaunan, sedangkan ia kabur untuk menarik perhatian.

Seok Ha hampir ditangkap.

Namun ia menjadikan anak Kim Cha Eon sebagai sandera.

Seok Ha dan Kim Cha Eon membuat kesepakatan.

Seok Ha bersedia melakukan apapun asalkan adiknya dilepaskan dan tak dikejar lagi.

Sejak saat itu, Yoon Seok Ha berubah nama menjadi Moo Yeon yang merupakan kaki tangan wakil PM Kim Cha Eon.

--

Gubernur dan Tuan Park mendapat surat bernada ancaman.

Mereka langsung memanggil Won Deuk dan menyusun rencana.

Won Deuk kabur dan bertemu Meok Goo.

Ia memerintahkan anak kecil itu untuk mencari seorang cendikiawan di kedai dan memintanya datang ke biro hukum segera.

Meok Goo menyampaikan pesan itu pada Hong Shim.

--

Di istana, muncul petisi untuk melengserkan ratu dan pangeran Seowoon.

Sebab, keduanya diduga merupakan dalang di balik kematian putra mahkota Lee Yool.

Raja kembali bimbang.

--

Won Deuk tertangkap dan dibawa ke biro hukum.

Ia diduga telah mengancam gubernur.

Meski tak ada bukti, mereka tetap ingin menghukum Won Deuk.

Won Deuk diikat dan akan dihukum cambuk.

Hong Shim merengek, namun Tuan Park justru mengancamnya dengan pedang, Won Deuk langsung marah.

Won Deuk diminta untuk memanah untuk membuktikan bukan dirinya yang mengirim pesan bernada ancaman itu.

Anak panah Won Deuk sedikit meleset dan hampir mengenai Hong Shim.

Saat situasi mulai memanas, inspektur kerajaan Heo Man Shik datang ke biro hukum dan menangkap gubernur.

Gubernur Jo Boo Yong rupanya terlibat korupsi.

Ia kemudian dibawa oleh pihak kerajaan.

--

Won Deuk amat khawatir anak panahnya mengenai Hong Shim.

Saat memanah, Won Deuk mendapat potongan ingatannya kembali dan membuatnya sedikit syok sehingga anak panahnya meleset.

--

Wakil PM Kim Cha Eon mendatangi putri mahkota.

Ia lega karena pada akhirnya ada seorang bangsawan yang meninggal dunia.

Sebelumnya, ia memerintahkan putri mahkota untuk membunuh ayah dari anak yang dikandungnya itu.

--

Rupanya, orang yang membidik panah dengan surat ancaman itu adalah inspektur kerajaan Heo Man Shik.

Won Deuk tahu Heo Man Shik adalah inspektur kerajaan dari gerak geriknya.

--

Raja dan para perdana menteri mengadakan rapat tentang pelengseran ratu dan pangeran Seowoon.

Raja berusaha membela karena belum ada bukti bahwa ratu dan pengeran Seowoon yang membunuh putra mahkota.

Sementara itu, putri mahkota memberi tusuk rambut kayu pada ratu.

Tusuk rambut itu digunakan oleh rakyat biasa, menandakan bahwa putri mahkota dengan senang hati melihat ratu diusir dari istana.

Di saat yang sama, putri mahkota merasa mual dan mengakui dirinya sedang hamil di hadapan ratu.

--

Raja tak mau ratu dan pengeran Seowoon dilengserkan karena ia memikirkan nasib penerus kerajaan.

Namun wakil PM Kim Cha Eon berkata raja tak perlu khawatir karena saat ini putri mahkota sedang mengandung.

Raja kaget, ia lalu mendapat banyak ucapan selamat dari para menteri.

--

Won Deuk mencurigai identitas Hong Shim.

Won Deuk menyadari Hong Shim bisa baca tulis namun tak berniat mencari uang dengan kemampuannya itu.

Hong Shim juga sesekali bicara dengan logat Hanyang.

Won Deuk curiga Hong Shim berusaha menyembunyikan identitasnya.

Hong Shim pun bertanya-tanya dalam hati siapa Won Deuk sebenarnya.

Ia memaksa ayahnya untuk mengaku.

--

Won Deuk membeli sepasang sepatu cantik untuk Hong Shim.

Saat di pasar, Won Deuk diikuti oleh Moo Yeon.

Won Deuk kemudian mengajak Hong Shim bertemu di ladang untuk memberikan sepatu itu.

Dari kejauhan, Moo Yeon yang masih memiliki misi untuk membunuh putra mahkota, melepaskan anak panahnya ke arah Won Deuk.

Hong Shim melihat anak panah itu, Moo Yeon juga baru sadar ada adiknya di sana bersama putra mahkota.

Tonton langsung drama Korea 100 Days My Prince melalui link live streaming TransTV berikut ini:

Live Streaming 1

Live Streaming 2

TONTON VIDEO: Detik-detik Inul Daratista Terjatuh di Panggung Kampanye Jokowi Ma'ruf Amin

IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sinopsis Drama Korea 100 Days My Prince Episode 7 TransTV Tayang Sore Ini: Nyawa Won Deuk Terancam

Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved