Fakta di Balik Pembunuhan Pendeta Melinda Zidemi, Perempuan Muda yang akan Menikah di Bulan Juni

Pendeta Melinda Zidemi menamatkan jenjang strata 1 dan meraih gelar sarjana teologi kependetaan di Sekolah Tinggi Teologi Injili Palembang pada 2018.

Editor: Duanto AS
Facebook
Kolase foto Melinda Zidemi, calon pendeta yang menjadi korban pembunuhan dan rudapaksa. 

"NP itu muridnya di gereja, memang sering dipasar. Waktu ditemukan tangan dan kakinya diikat semua, punggung korban luka lecet seperti diseret," ujarnya.

Sementara itu, Anugrah Gaurifa (25) yang merupakan keluarga MZ juga membenarkan jika korban dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan.

"Iya memang mau menikah sama tunangannya. MZ sudah 5 tahun di Palembang kuliah di sini. Kalau tugas baru enam bulan," kata Anugrah.

Anugerah MZ mengatakan, korban menamatkan jenjang strata 1 dan meraih gelar Sarjana Teologi Kependetaan di Sekolah Tinggi Teologi Injili Palembang pada 2018.

Selama menempuh pendidikan, MZ tinggal di mess kampus.

Jika sedang libur, korban sering berkunjung ke kediaman sepupunya di kawasan Sukabangun.

"Setelah tamat kuliah, MZ ikatan dinas dan bertugas di Sungai Baung.

Adiknya juga kuliah di sini di kampus yang sama," kata Anugerah saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Jenazah Melinda Zidoni alias Melindawati korban pembunuhan dan pemerkosaan saat tiba di RS Bhayangkara Palembang, Selasa (26/3/2019). (M ARDIANSYAH/TRIBUNSUMSEL.COM)
Jenazah Melinda Zidoni alias Melindawati korban pembunuhan dan pemerkosaan saat tiba di RS Bhayangkara Palembang, Selasa (26/3/2019). (M ARDIANSYAH/TRIBUNSUMSEL.COM) ()

Ia pun tak menyangka, jika video call MZ satu bulan lalu saat berada di Sungai Baung merupakan video call terakhir kalinya sebelum korban ditemukan menjadi korban pembunuhan.

Dalam video call tersebut, MZ mengaku akan kembali berkunjung ke Palembang sebelum pulang ke Nias untuk menikah.

"Terakhir kakak saya yang video call, korban bilang mau pulang ke Palembang dulu. Memang mau menikah dalam waktu dekat ini di Nias,"ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengaku, jika saat ini mereka sedang mengumpulkan seluruh bukti untuk mengejar para pelaku melalui keterangan NP (9).

NP berhasil selamat setelah dikira oleh para pelaku tewas usai dicekik dan diikat.

"Kami masih kumpulkan bukti dan keterangan dari korban. Kasus ini masih dikembangkan Polda Sumsel mem-back up Polres OKI," kata Supriadi.

Supriadi Kabid Humas Polda Sumatera Selatan mengungkapkan dugaan tersangka dalam pembunuhan ini mengira bahwa korban NT sudah meninggal.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved