Fakta di Balik Pembunuhan Pendeta Melinda Zidemi, Perempuan Muda yang akan Menikah di Bulan Juni

Pendeta Melinda Zidemi menamatkan jenjang strata 1 dan meraih gelar sarjana teologi kependetaan di Sekolah Tinggi Teologi Injili Palembang pada 2018.

Editor: Duanto AS
Facebook
Kolase foto Melinda Zidemi, calon pendeta yang menjadi korban pembunuhan dan rudapaksa. 

"Terakhir kakak saya yang video call, korban bilang mau pulang ke Palembang dulu. Memang mau menikah dalam waktu dekat ini di Nias,"ujarnya.

Pihak keluarga berharap polisi dapat cepat menangkap pelaku sehingga ia diadili atas perbuatan kejinya tersebut.

Pendeta GKII

Suasana tampak ramai terlihat di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) yang berada di Jalan Urip Sumoharjo Sekojo Palembang.

Karena mereka adalah teman-teman dari Melinda Zidomi yang menjadi korban pembunuhan dan ditemukan Sungai Baung Kabupaten OKI Sumatera Selatan.

Teman-teman seangkatannya mengatakan bahwa Melinda statusnya sudah menjadi Pendeta dan tamat pada tahun lalu.

"Iyo mas Dio tuh tamatan tahun lalu kalau dak salah tahun 2018," ujar salah satu teman laki-lakinya.

Ia menambahkan bahwa jenazah akan dibawa ke sini (Gereja Kristen Injili Indonesia) untuk disembayangkan dan silakan.

Lalu, akan dibawa keluarganya ke Nias, Sumatra Selatan.

Namun ketika di mintai keterangan baik dari pihak gereja dan keluarganya mereka enggan berkomentar.

Arisman Manai yang juga vikaris di Gereja GKII mengatakan, MZ sedang menjalani ikatan dinas sebagai vikaris di Sungai Baung selama dua tahun.

Melansir kompas.com, Arisman mengaku, MZ sempat ingin meminta izin pada bulan Juni mendatang untuk melangsungkan pernikahan bersama tunangannya di Nias Selatan, Sumatera Utara.

Melinda Zidemi dan Tunangan (Tribunsumsel.com)
Melinda Zidemi dan Tunangan (Tribunsumsel.com) ()

"Baru enam bulan bertugas di sini. Memang dia bilang bulan 6 mau menikah dengan tunangannya di Nias," kata Arisman saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,Selasa (26/3/2019).

Dilanjutkan Arisman, lokasi tempat korban ditemukan memang terbilang sepi dan jauh dari Gereja sekitar 4 kilometer.

Selama ini, MZ memang sering berbelanja ke pasar mengajak muridnya di gereja.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved