Penembakan di Masjid New Zealand

16 Fakta Penembakan di Masjid New Zealand, Jamaah Shalat Jumat Diberondong, 4 Pelaku Ditangkap

16 Fakta Penembakan di Masjid New Zealand, Jamaah Shalat Jumat Diberondong Senapan Serbu, 4 Pelaku Berhasil Ditangkap

Editor: bandot
Newshub
Rekaman itu diduga disiarkan langsung oleh pelaku penembakan di masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). 

16 Fakta Penembakan di Masjid New Zealand, Jamaah Shalat Jumat Diberondong Senapan Serbu, 4 Pelaku Ditangkap

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang teroris melakukan aksi gila dengan melakukan penembakan brutal terhadap jemaah dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019).

Para jemaah yang tengah melakukan ibadah Shalat Jumat diberondong senapan serbu oleh sejumlah orang yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya secara detail.

Puluhan orang dilaporkan meninggal dalam kejadian itu.

Dikutip dari Guardian, berikut ini beberapa fakta dan data terkait peristiwa itu yang berhasil dihimpun.

1. Sebanyak 40 orang diketahui tewas akibat berondongan peluru, 20 lainnya mengalami luka-luka.

2. Sebanyak 4 orang pelaku penembakan berhasil ditangkap, 3 orang laki-laki dan seorang perempuan.

3. Ditemukan pula sejumlah alat peledak yang melekat di mobil mereka.\

Baca: Detik-detik Penembakan di Masjid New Zealand yang Disiarkan Pelaku Secara Live Streaming di Facebook

Baca: UPDATE Penembakan di Masjid New Zealand, 40 Orang Jadi Korban, PM Selandia Baru: Ini Hari Terburuk

Baca: Sambil Live Streaming! Pelaku Bunuh 30 Orang di 2 Masjid di New Zealand, Mari Kita Mulai Pesta

Baca: 9-27 Orang Tewas, Masjid Al Noor dan Masjid Linwood Diberondong Tembakan saat Salat Jumat

Baca: Bukan Satu, Tapi Dua Masjid di Selandia Baru yang Diberondong Peluru saat Jamaah Salat Jumat (15/3)

4. Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyebut bahwa salah satu tersangka merupakan warga kelahiran Australia.

5. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, ini menjadi hari terburuk di negaranya.

6. Ia mengutuk keras pelaku beserta motif yang mereka miliki di balik penembakan ini.

7. Tingkat keterancaman di Selandia baru diubah, dari rendah ke tinggi.

8. Komisaris kepolisian Mike Bush mengimbau semua orang untuk menghindari semua masjid di Selandia Baru sampai pihaknya memberikan informasi lebih lanjut.

9. Sejumlah bangunan dan fasilitas umum ditutup pasca-penembakan.

10. Demonstran perubahan iklim yang ada di dekat lokasi dievakuasi.

11. Para petugas menjaga anak-anak yang terpisah dari keluarganya saat kekacauan terjadi.

12. Penyerang menyiarkan secara langsung tindakannya, setidaknya sebagian dari keseluruhan aksinya.

13. Kepolisian mengimbau untuk tidak menyebarluaskan konten berisi kekerasan tersebut.

14. PM Ardern menyebut, "Sebagian korban merupakan pendatang dan migran, namun mereka tetap merupakan bagian dari kita".

15. Seorang saksi bernama Len Peneha mengatakan, ia melihat seorang laki-laki berpakaian hitam memasuki masjid yang diduga berisi ratusan jemaah.

Tak lama, terdengar puluhan kali suara tembakan.

Peneha juga menyebut melihat seorang laki-laki bersenjata melarikan diri sebelum petugas tiba.
Penembakan dilakukan di dua masjid, yakni Al Noor Mosque dan Linwood Islamic Center.

Masing-masing jatuh korban jiwa sebanyak 30 dan 10 orang.

16. Tim cricket dari Bangladesh berhasil melarikan diri setelah terdengar bunyi tembakan dari dekat tempat mereka akan bertanding.

Mereka berlindung di ruang ganti Hagley Oval sebelum dibawa ke hotel.

Salah satu dari mereka, Tamim Iqbal, menyebut kejadian ini begitu menakutkan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penembakan Masjid di Selandia Baru, Ini Fakta yang Berhasil Terhimpun"

Brenton Tarran sosok Pelaku Penembakan

 Sejumlah orang dilaporkan tewas setelah seorang pria yang diidentifikasi bernama Brenton Tarrant dan teman-temannya melepaskan tembakan ke dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

Polisi telah menahan tiga pria dan seorang wanita pelaku penembakan di Masjid New Zealand.

Satu diantara pelaku penembakan di Masjid New Zealand yakni identitasnya telah diketahui bernama Brenton Tarrant seorang warga negara Australia

Pelaku penembakan di Masjid New Zealand menembaki para jamaah dengan senjata semi-otomatis, ketika mereka sedang berkumpul untuk Salat Jumat.

Dikutip Wartakotalive.com dari couriermail.com.au, pria bersenjata itu dikonfirmasi bernama Brenton Tarrant (28), yang sebelumnya diketahui menulis manifesto setebal 73 halaman yang menyatakan niat jahatnya.

Brenton Tarrant melakukan live streaming saat melepaskan tembakan ke Masjid Al Noor, dan dilaporkan sedikitnya menewaskan 27 orang dan melukai hingga 50 lainnya.

Baca: Sungguh Sadis! Pelaku Penembakan Jamaah di Masjid New Zealand Live di Facebook Sambil Dengarkan Lagu

Baca: UPDATE Kasus Penembakan di Masjid New Zealand Warga Australia, Ini Motifnya, Sambil Live Streaming!

Baca: 16 Fakta Penembakan di Masjid New Zealand, Jamaah Shalat Jumat Diberondong, 4 Pelaku Ditangkap

Baca: Ini Identitas Pelaku Penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, 40 Orang Tewas

Baca: UPDATE Penembakan di Masjid New Zealand, 40 Orang Jadi Korban, PM Selandia Baru: Ini Hari Terburuk

Bahkan, ada yang menyebut korban tewas mencapai 40 orang.

"Kami sedang menghadapi serangkaian peristiwa yang sangat serius dan tragis di wilayah Christchurch-Canterbury," kata kepala polisi Mike Bush.

"Mereka melibatkan penembak aktif. Mereka melibatkan banyak kematian. Banyak kematian, sejauh yang kita tahu, di dua lokasi. Sebuah masjid di Deans Ave dan masjid lain di Linwood Ave, Christchurch," sambungnya.

Bush mengatakan ada "sejumlah IED (alat peledak improvisasi) terpasang pada mobil yang dihentikan polisi."

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, aksi penembakan dilaporkan terjadi di salah satu masjid di Christchurch, Selandia Baru, saat shalat Jumat (15/3/2019) siang waktu setempat.

Dikabarkan, ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban aksi brutal penembakan di Masjid Selandia Baru, Jumat siang.

"Polisi saat ini tengah merespons laporan penembakan yang terjadi di pusat Christchurch," bunyi pernyataan kepolisian Selandia Baru seperti dikutip AFP.

Rekaman itu diduga disiarkan langsung oleh pelaku penembakan di masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).
Rekaman itu diduga disiarkan langsung oleh pelaku penembakan di masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). (Newshub)

Media lokal melaporkan terdapat sejumlah korban di masjid tersebut, sementara beberapa orang lainnya telah dievakuasi.

Diberitakan New Zealand Herald, seorang pria bersenjata melepaskan serangkaian tembakan di dekat Masjid Al Noor di pusat Christchurch.

Pria bersenjata lainnya juga terlihat berada di dekat sebuah masjid di Linwood.

Sebanyak enam orang dikabarkan telah dibawa ke Rumah Sakit Christchurch akibat insiden itu, dua di antaranya mengalami luka serius.

Saat kejadian berlangsung, tim kriket asal Bangladesh juga tengah berada di masjid tersebut untuk melaksanakan ibadah salat Jumat.

"Para pemain merasa terkejut tetapi semua dalam keadaan baik. Saya berbicara kepada mereka tak lama setelah insiden terjadi. Mereka mengatakan tak melihat apa-apa hanya mendengar suara tembakan," ucap Mario Villacarayen, pelatih tim kriket tersebut.

Sebuah aksi penembakan terjadi di Masjid An Noor, di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Sekelompok orang menyerbu masjid dengan senapan mesin dan menembaki jamaah yang sedang berada di Masjid menunaikan ibadah Salat Jumat.
Sebuah aksi penembakan terjadi di Masjid An Noor, di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Sekelompok orang menyerbu masjid dengan senapan mesin dan menembaki jamaah yang sedang berada di Masjid menunaikan ibadah Salat Jumat. (montase (Sumber : Twitter, NZ Herald))

Villacarayen mengatakan para staf pelatih berada di hotel saat kejadian yang berlangsung sekitar pukul 13.40 waktu lokal itu.

Aparat bersenjata langsung dikerahkan ke lokasi kejadian di Deans Ave dekat Hagley Park.

Kepolisian mendesak seluruh warga yang berada di pusat Christchurch untuk tetap berada di dalam ruangan dan segera melapor jika melihat tindakan-tindakan mencurigakan.

Seorang saksi mata mengatakan banyak orang tewas dalam penembakan massal di sebuah masjid di Kota Christchurch tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh Tribunnews, Tantowi Yahya selaku Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga membenarkan adanya aksi penembakan tersebut.

Baca: Detik-detik Penembakan di Masjid New Zealand yang Disiarkan Pelaku Secara Live Streaming di Facebook

Baca: Masjid Diberondong Peluru di Selandia Baru, 6 WNI Belum Diketahui, Ini Hotline KBRI Wellington

 

Namun, politikus Partai Golkar tersebut belum bisa memastikan apakah ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut

"Benar. Kami terus berkomunikasi dengan warga kita yang ada di Christchurch, dan memantau kondisi yang ada di sana," ujar Tantowi Yahya kepada Tribunnews melalui pesan WhatsApp, Jumat siang.

"Sampai saat ini belum ada info resmi dari polisi terkait pelaku, motif, dan jumlah korban yang jatuh. Belum ada info juga mengenai WNI yang jadi korban," sambungnya.

Dalam video yang diterima Wartakotalive.com, aksi penembakan itu terbilang sangat sadis.

Pelaku menembak menggunakan senapan mesin, dan merekamnya menggunakan kamera yang dipasang di kepalanya.

Senapan yang ia gunakan sampai mengeluarkan api, dan korban banyak berjatuhan di masjid tersebut.

WNI Jadi Korban

Enam warga negara Indonesia diketahui berada di dalam Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru saat insiden penembakan terjadi pada Jumat (15/3/2019) siang waktu setempat.

Hal tersebut dinyatakan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi kepada wartawan di Indonesia, seperti yang dikutip dari sejumlah media.

"Tiga warga negara Indonesia berhasil melarikan diri dan sudah bisa melakukan kontak," ujarnya.

Aparat keamanan Selandia Baru menghalau warga yang mendekati Masjid Al Noor di kota Christchurch
Aparat keamanan Selandia Baru menghalau warga yang mendekati Masjid Al Noor di kota Christchurch (reuters via tribunnews)

Kepada ABC, Kedutaan Besar RI KBRI Wellington di Selandia Baru mengonfirmasi pernyataan Retno dan mengatakan pihaknya akan terbang ke Christchurch untuk berkoordinasi.

KBRI Wellington juga mengimbau agar masyarakat Indonesia di kawasan Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga agar waspada dan aktif memantau perkembangan pemberitaan media.

Mereka juga telah membuka saluran komunikasi soal keberadaan masyarakat Indonesia yang terdampak dari insiden tersebut.

Petugas layanan darurat membawa seseorang ke rumah sakit di Christchurch, setelah muncul laporan penembakan.
Petugas layanan darurat membawa seseorang ke rumah sakit di Christchurch, setelah muncul laporan penembakan. (TVN via BBC Indonesia)

Diketahui saat ini ada sekitar 331 orang WNI yang tinggal di Christchurch dan 134 di antaranya adalah pelajar.

Sementara itu, kepolisian Selandia Baru belum dapat memastikan berapa jumlah pasti korban tewas dalam insiden penembakan tersebut karena kawasan Christchurch saat ini sedang ditutup dan warga diminta tidak keluar.

Kepala Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush dalam pernyataannya secara langsung di televisi mengonfirmasi empat orang sudah ditahan yang terdiri atas tiga laki-laki dan satu perempuan.

"Rinciannya akan terungkap dalam beberapa hari ke depan," kata Mike saat ditanya apakah keempat orang ini sudah dikenal oleh polisi sebelumnya.

Menanggapi video yang beredar di dunia maya, pihak kepolisian belum bisa memverifikasi dan mengatakan mereka akan terus berupaya menurunkan video dari situs.

"Ini sangat mengganggu tidak seharusnya tidak boleh berada dalam domain publik," ujarnya.

Mike meminta warga agar tidak menganggap bahaya ancaman sudah hilang.

Hingga Jumat sore waktu setempat, kepolisian Selandia Baru juga meminta agar seluruh masjid di Selandia Baru ditutup dan mengimbau agar tidak warga tidak mengunjunginya.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ini Wajah Penembak Brutal di Masjid Selandia Baru Korban Tewas Dilaporkan Sampai 40 Orang

Baca: Nikita Mirzani Ungkap Kisah Asmara Billy Syahputra & Hilda Vitria hingga Akhirnya Putus

Baca: Memprihatinkan Kondisi Vanessa Angel Terkini, Kurus & Rutin Minum Obat di Sel Tahanan

Baca: Fakta Baru Kabar Pernah Nikahnya Syahrini dengan Haji Isam, Iis Dahlia Sampai Ikut Bersuara Soal Itu

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved