Mahfud MD Tanggapi Terkait Status Duda Prabowo Subianto Jika Terpilih Menjadi Presiden
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahmud MD menjelaskan soal status duda calon presiden nomor urut 02 Prabowo-Subianto.
"Walaupun waktu itu karena politik dan segala macam mereka berpisah dan sekarang mereka sudah komit untuk berkampanye bersama-sama. Doakan saja Insya Allah rujuk lagi, Bu," tambahnya.
BPN Klaim Elektabilitas Prabowo-Sandi Unggul Tipis dari Jokowi-Ma'ruf
Sementara itu, diberitakan oleh Tribunnews.com, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin mengklaim bahwa elektabilitas pasangan Capres-Cawapres yang diusungnya telah menyalip pasangan Jokowi-Ma'ruf.
Baca: Bupati Lantik Forum Honorer Tanjab Barat, Panitia Minta Rekrutmen P3K, Tenaga Honorer Diutamakan
Baca: Masih Ingat Siti Aisyah? WNI yang Dituduh Bunuh Saudara Kim Jong-un Akhirnya Bebas, Lihat Kondisinya
Baca: Capres Nomor 02 Bakal ke Jambi, Ternyata Ini Alasan Prabowo Kerap Buka Baju di Depan Pendukungnya
Menurutnya, pasangan Prabowo-Sandi kini unggul tipis dari pasangan petahana. Oleh karena itu menurut Suhud hasil akhir Pemilu Presiden 2019 akan ditentukan oleh hasil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Penentu hasil akhir akan ditentukan pertarungan di Pulau Jawa. Terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Oleh karena itu kami memindahkan posko pemenangan untuk memastikan kemenangan di Pulau Jawa," katanya saat dihubungi, Jumat, (8/3/2019).
Selain itu hasil akhir Pemilu Presiden, akan ditentukan oleh hasil debat ketiga, ke empat dan ke lima yang diselenggarakan oleh KPU. Debat tersebut akan mengubah perepsi masyarakat terhadap pasangan Calon.
"Kami juga akan berjuang memastikan swing voters tidak golput dan menjatuhkan pilihan ke pasangan Prabowo-Sandi," katanya.
Sebelumnya Suhud menyebut bahwa hasil survei elektabilitas Capres-Cawapres Pemilu 2019 yang dilakukan oleh SPIN tidak jauh berbea dengan survei internal BPN. Adapun hasil survei SPIN elektabilat Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi hanya terpaut 8 persen.
"Hasil survei SPIN memiliki kemiripan dengan hasil internal kami. Namun, hasil survei internal kami elektabilitas Prabowo-Sandi memasuki bulan Maret sudah unggul tipis," ujar Suhud.
Suhud mengatakan secara kesluruh survei menunjukan bahwa elektabilitas Jokow-Ma'ruf stagnan pada angka 50 persen. Sementara itu tingkat keterpilihan Prabowo-Sandi terus merangkak naik.
Suhud menambahkan naiknya elektabilitas Prabowo-Sandi, disebabkan oleh berubahnya sikap swing voters yang disebabkan oleh intensifnya kampanye Sandiaga Uno.
"Sebaliknya trend elektabilitas. Prabowo-Sandi yang terus naik yang disebabkan oleh kampanye yang dilakukan oleh Pak Sandi Uno. Jarak selisih yang tidak terlampau besar, yang kemungkinan akan berubah oleh sikap pilihan dari swing voters di saat pencoblosan," katanya.
Baca: 1 WNI Tewas saat Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh, Terungkap Ini Ternyata Perkerjaan Orang Tersebut
Baca: Download Lagu MP3 Terpopuler Maret 2019, dari Seventeen - Kemarin Hingga Judika - Jikalau Kau Cinta
Baca: Hasil Survei Elektabilitas, BPN Prabowo-Sandiaga Klaim Unggul 60 Persen dari Jokowi-Maruf 40 Persen
Hal senada diungkapkan oleh juru bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia mengatakan bahwa di bulan Maret, tingkat keterpilihan Prabowo-Sandi, menyalip Jokowi-Ma'ruf.
"Survei internal, kita sudah crosing, sudah unggul," pungkas Dahnil.
Inilah twit pertanyaan dari netizen terhadap Prof Mohammad Mahfud MD terkait status duda Prabowo Subianto.
Jawaban Mahfud MD melalui akun twitter atas pertanyaan terkait status duda Prabowo Subianto.