Waspada Penjahat Jalanan Sasar Anak-Anak Bawa Motor, Begini Modusnya

Anak-anak yang membawa kendaraan bermotor bukan hanya rawan terlibat kecelakaan, namun juga korban kejahatan jalanan

Editor:
Net
ilustrasi pelaku kejahatan 

TRIBUNJAMBI.COM - Bagi anak-anak yang membawa kendaraaan bermotor tanpa pengawasan orang tua harus selalu waspada. Anak-anak yang membawa kendaraan bermotor bukan hanya rawan terlibat kecelakaan, namun juga korban kejahatan jalanan.

Di Jawa Timur komplotan penjahat jalanan mulai mengincar anak-anak yang membawa kendaraaan bermotor sebagai korbannya.

Hal ini terungkap saat Dua warga Surabaya, pelaku perampasan motor yang selama ini beraksi di wilayah Lamongan diringkus Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan, Kamis (28/02/2019).

Dua tersangka, Mulyono (30) warga Rusun Sumbo Kelurahan Simokerto Surabaya dan Deni Irawan (26) warga Gembong Sawah Barat Kelurahan Kapasan Kecamatan Simokerto Surabaya diamankan saat hendak beraksi melakukan perampasan motor di Lamongan.

Baca: Ini 6 Orang Yang Punya Nama Tuhan. Terdaftar Dalam Pemilihan Presiden.

Baca: Lentera Cinta Soeharto Dengan Siti Hartinah Hingga Maut Memisahkan

Baca: Ingat Kipli di Film Kiamat Sudah Dekat? Kini Udah Besar dan Kuliah, Penampakannya Seperti Ini

Modus dua pelaku yang sudah puluhan kali beraksi di Kecamatan Tikung, Kembangbahu, dan Lamongan Kota, ini terungkap. Sasaran korban adalah anak-anak di bawah umur atau masih usia sekolah.

Modus operandinya, pura-pura tanya alamat dan meminta korban untuk mengantarkan pelaku ke alamat tujuan. Belum sampai tujuan, tepat di tengah jalan yang dinilai pelaku aman, korban diajak berhenti. Kemudian pelaku meminjam sepeda motor dengan berbagai alasan dan korban ditinggal di jalan.

"Korbannya anak kecil, nurut aja dan minta nunggu sebentar di lokasi," kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, Kamis (28/02/2019).

Setelah ditunggu lama, pelaku tidak kembali dan baru mengetahui kalau sedang dikerjain pelaku.

Pada setiap korbannya, selalu melakukan dengan modus serupa. Korban yang jadi sasaran adalah anak-anak yang masih usia sekolah.

Kini sedang dikembangkan, karena terjadi modus, para korban dituding menabrak anggota keluarga pelaku.

Korban diajak untuk menemui keluarga pelaku yang diakui telah ditabrak.

Belum sampai tujuan, korban diminta berhenti dan dengan berbagai alasan, pelaku diminta menunggu.

Motor korban dipinjam untuk menjemput adik pelaku yang diakui menjadi korban tabrak lari.

Pelaku lama tak kembali, dan korban baru menyadari kalau tertipu.

Norman berharap, masyarakat harus hati-hati dan selalu menaruh curiga terhadap orang yang baru kenal.

Baca: Puasa Ramadan 2019 Sebentar Lagi, Ini Tanggal Mulainya dan Libur Lebaran Idul Fitri dan Cuti Bersama

Baca: Tanggal Mulai Puasa Ramadan 2019, Libur Lebaran Idul Fitri 2019, dan Cuti Bersama 2019

Baca: Tips Memasak - Resep Ceker Ayam Mercon, Coba Sendiri Yuk di Rumah!

 

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved